Telset.id – Tesla memamerkan Cybercab di China pada 17 September 2026, namun menegaskan pameran ini tidak melibatkan penjualan kendaraan tersebut maupun peluncuran layanan robotaxi tanpa pengemudi di pasar Tiongkok. Kendaraan tanpa setir dan pedal itu hanya dipajang sebagai etalase desain produk dan konsep teknologi, bukan sebagai produk yang bisa dipesan konsumen.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip Electrek, Tesla China menyebut acara ini digelar “untuk menampilkan desain produk dan konsep teknologinya” dan “tidak melibatkan penjualan Cybercab di pasar China atau pengaturan apa pun untuk operasi komersial ride-hailing tanpa pengemudi”. Pameran statis tersebut berlangsung di Tesla Huamao experience store, Beijing, hingga 27 September, dan di LG1 north hall HKRI Taikoo Hui, Shanghai, hingga 21 September. Ini menjadi kemunculan publik pertama Cybercab di negara tersebut.
Penyangkalan Tesla bukan tanpa alasan. Cybercab dirancang tanpa setir dan tanpa pedal, sehingga kendaraan dua kursi tanpa kontrol manual itu tidak dapat diregistrasi dan dijual ke konsumen di China, sama seperti di Amerika Serikat. Bagi calon pembeli yang masuk ke gerai Huamao, tidak ada yang bisa dipesan dari kendaraan yang dipajang tersebut.
Regulasi AS dan Pertanyaan NHTSA
Situasi di Amerika Serikat justru menunjukkan tekanan regulasi yang lebih dalam. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengirim surat berisi daftar pertanyaan rinci kepada Tesla mengenai bagaimana Cybercab memenuhi Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS), yang mewajibkan fitur seperti spion samping dan pedal rem. Surat tersebut dirilis pada Selasa dan Tesla wajib menjawab paling lambat 30 September.
Beberapa jam setelah Cybercab tanpa pengemudi mulai beroperasi di Austin sebagai bagian dari jaringan Robotaxi Tesla pada 3 September, NHTSA menyatakan tengah menelaah bagaimana Tesla menentukan kendaraan itu layak jalan. Di Amerika Serikat, produsen melakukan self-certification, tetapi tetap menghadapi pengawasan NHTSA setelah kendaraan beroperasi. Regulator meminta keterangan soal level otomasi SAE kendaraan, jumlah unit, lokasi operasi atau rencana operasi, serta operational design domain yang berlaku, termasuk cuaca, batasan geografis, kecepatan maksimum, dan lingkungan jalan.
NHTSA juga menanyakan secara spesifik apakah Cybercab “dilengkapi kontrol, telltale, dan indikator yang memenuhi persyaratan FMVSS No. 101” dan bagaimana kendaraan menampilkan posisi gigi sesuai FMVSS No. 102. Regulator mempertanyakan keberadaan unit lampu sein yang membatalkan sendiri melalui putaran setir, spion dalam, spion luar, hingga telltale electronic stability control. Yang paling krusial, NHTSA mengutip pasal FMVSS yang menyatakan “rem servis harus diaktifkan melalui kontrol kaki” dan meminta Tesla menjelaskan bagaimana Cybercab memenuhi ketentuan itu. Cybercab memiliki rem yang digerakkan secara elektronik dan dapat dikendalikan sistem otonom atau operator jarak jauh, tetapi kendaraan itu tidak punya pedal.
Beberapa penumpang pada hari-hari awal peluncuran mengamati Cybercab tampak memiliki joystick berbasis layar sentuh untuk menggerakkannya secara manual pada kecepatan rendah. NHTSA ingin mengetahui apakah kendaraan dapat dikendalikan manusia dan apakah hal itu memengaruhi pemenuhan standar. Sebagai konteks, Departemen Transportasi AS sedang berupaya mengubah aturan kendaraan untuk mengakomodasi gelombang kendaraan tanpa pengemudi. Pada masa Presiden Biden, aturan soal sistem perlindungan tabrakan pada mobil tanpa setir diperjelas. Pada Juni 2026, DOT di bawah pemerintahan Trump mengusulkan aturan yang memungkinkan produsen meninggalkan pedal rem.
Namun perusahaan yang ingin mengoperasikan kendaraan otonom yang tidak memenuhi standar saat ini tetap harus mengajukan pengecualian, dan pengecualian itu memiliki kuota tahunan yang mungkin ingin dihindari Tesla. Presedennya ada: Zoox, perusahaan milik Amazon, melakukan self-certification untuk pod tanpa setirnya, diselidiki NHTSA, dan akhirnya memperoleh pengecualian pertama di AS untuk layanan otonom komersial berbasis robotaxi yang dirancang khusus. NHTSA sendiri mengakui aturan perlu diperbarui untuk kendaraan seperti Cybercab, tetapi hingga pembaruan itu tiba, agensi meminta Tesla menjelaskan bagaimana mobil tanpa pedal dan spion tidak memerlukan pengecualian.
Baca Juga:
Pasar Robotaxi China Sudah Berjalan Tanpa Tesla
Kontras paling tajam terlihat di pasar China itu sendiri. Saat Tesla memarkir Cybercab statis di dua mal, perusahaan-perusahaan China sudah menjalankan layanan robotaxi komersial tanpa pengemudi di berbagai kota. Baidu melalui Apollo Go, Pony.ai, dan WeRide semuanya mengoperasikan layanan robotaxi berbayar tanpa pengemudi keselamatan, dan mereka telah melakukan ekspansi selama bertahun-tahun. Electrek menyebut China sebagai pasar tanpa pengemudi paling berkembang di planet ini, sementara Tesla hadir dengan mobil yang tidak bisa dijual maupun dioperasikan di sana.
Di sisi teknologi, Tesla baru meluncurkan versi terbatas dan tersupervisi dari Full Self-Driving di China pada awal 2025, dan hingga kini belum memiliki persetujuan untuk menjalankan layanan tanpa pengemudi yang tidak tersupervisi. Artinya, ambisi robotaxi Tesla di China masih tertahan oleh regulasi setempat yang sudah lebih dulu mapan dibandingkan di AS. Di AS sendiri, Tesla berupaya mengakali regulasi dengan fokus pada pasar yang diregulasi longgar seperti Texas dan Florida, tetapi belum siap untuk penerapan skala besar dan regulasi nyata.
Pameran ini pun dinilai lebih sebagai cara menarik orang penasaran ke ruang pamer untuk kemudian mencoba menjual Model Y, ketimbang langkah konkret peluncuran kendaraan tanpa setir di China. Tesla tidak merespons permintaan komentar terkait surat NHTSA tersebut. Sementara itu, lini produk Tesla lainnya terus bergerak, termasuk upaya perusahaan menghadirkan Accordion Supercharger dan penantian panjang atas peluncuran Tesla Roadster.
Yang jelas, hingga pembaruan aturan FMVSS benar-benar terbit, posisi Cybercab tetap terjepit: dipajang untuk dilihat, tetapi belum bisa dijual, dan belum bisa dioperasikan secara komersial tanpa pengemudi di pasar yang paling siap menerimanya. Tesla memilih memarkir mobilnya di mal, sementara pesaingnya di China sudah mengantar penumpang berbayar setiap hari.





Komentar
Belum ada komentar.