Telset.id – Startup asal Miami, Chip Motors, resmi membuka pre-order untuk kendaraan listrik mini pertamanya yang diberi nama Chip. Kendaraan unik ini hadir dengan desain kotak tanpa pintu, kecepatan maksimal 25 mph, dan fitur andalan berupa kemampuan dikemudikan jarak jauh atau remote driving yang disebut Chip Go!.
Fenomena penggunaan mobil golf sebagai kendaraan sehari-hari di Amerika Serikat menjadi celah pasar yang coba diisi oleh Chip Motors. Jameson Detweiler, salah satu pendiri Chip Motors, mengungkapkan bahwa selama pandemi, mobil golf mulai digunakan secara luas oleh keluarga di luar area lapangan golf. “Mobil golf kabur dari komunitas golf dan diadopsi secara luas oleh keluarga di pasar yang memungkinkan pintu dilepas sepanjang tahun,” ujarnya kepada InsideEVs.
Meski demikian, Detweiler melihat bahwa mobil golf yang ada saat ini tidak dirancang untuk jalan raya. “Tidak ada produk yang benar-benar dirancang khusus untuk kategori ini dan tidak ada merek besar di ruang ini,” tambahnya. Hal inilah yang mendorong Chip Motors untuk menciptakan kendaraan yang lebih praktis untuk perjalanan pendek dibandingkan SUV besar, namun lebih baik daripada mobil golf biasa.
Kendaraan Chip dijual mulai dari $15.000 untuk model empat kursi dengan atap lunak (soft-top). Harga tersebut sebanding dengan mobil golf legal jalanan yang berkualitas. Untuk model enam kursi, harganya mencapai $18.000. Chip menggunakan motor dalam roda (in-wheel motors) dan baterai sekitar 15 kWh yang mampu memberikan jarak tempuh hingga 100 mil. Namun, perlu diingat bahwa kecepatan tertingginya hanya 25 mph.
Kendaraan ini tergolong sebagai Low-Speed Vehicle (LSV) yang diizinkan beroperasi di jalan dengan batas kecepatan maksimal 35 mph, tergantung peraturan negara bagian. Chip sedikit lebih besar dari mobil golf dan dilengkapi bagasi depan untuk penyimpanan. Pengiriman kendaraan yang dirakit di AS ini dijadwalkan mulai tahun 2027 di Florida, sebelum diperluas ke daerah lain.
Fitur pembeda utama Chip adalah Chip Go!, layanan pengemudi jarak jauh. Pemilik dapat memanggil pengemudi jarak jauh untuk mengambil alih tugas membosankan seperti parkir. Misalnya, pengemudi bisa turun di pantai, lalu mengirim kendaraan untuk parkir di tempat yang jauh. Fitur ini akan dimulai dengan pengemudi manusia jarak jauh yang berbasis di AS dan hanya tersedia saat tidak ada orang di dalam kendaraan.
Detweiler menegaskan bahwa Chip bertanggung jawab penuh atas apa pun yang terjadi pada kendaraan saat operator jarak jauh mengendalikannya. Layanan ini akan diatur oleh aturan yang sama yang mengatur perusahaan robotaxi yang menggunakan bantuan jarak jauh. Chip saat ini masih bekerja sama dengan pejabat negara bagian dan lokal di Florida sebagai pasar peluncuran fitur ini. Harga untuk fitur ini masih dalam tahap pengembangan, namun pelanggan akan dapat membeli paket waktu, baik dalam hitungan menit atau jam.
Ke depannya, Chip Motors berencana untuk memperluas kemampuan ini dan akhirnya menawarkan otonomi Level 4 dengan melisensikan dan mengadaptasi teknologi yang ada. Klaim ini sangat besar mengingat belum ada kendaraan yang bisa dibeli saat ini yang dapat menyetir sendiri. Tesla telah mencoba selama bertahun-tahun, sementara Rivian dan Lucid menargetkan sistem Level 4 pada akhir dekade ini, namun dengan harga yang jauh lebih mahal.
Untuk mewujudkan hal ini, Chip dirancang dengan kamera surround-view dan radar depan, namun tanpa lidar. Detweiler mengatakan bahwa lidar tidak diperlukan untuk lingkungan kecepatan rendah tempat Chip akan beroperasi. “Ini bukan berarti kami tidak akan pernah menggunakannya,” katanya, “Tapi ini yang kami lihat lebih dari cukup aman untuk sifat operasi kami. Jika kami bergerak dengan kecepatan tinggi dan di jalan raya, itu akan sangat berbeda.”
Baca Juga:
Meskipun klaim otonomi Level 4 pada kendaraan pribadi dengan harga murah masih perlu dibuktikan, Detweiler memiliki ambisi besar. “Saya ingin ini menjadi robot Amerika massal pertama,” katanya. “Hanya saja ia akan berada di atas empat roda dan duduk di garasi Anda, bukan di dapur dengan dua kaki.”
Yang jelas, banyak warga Amerika yang memiliki kendaraan terlalu besar untuk kebutuhan sehari-hari, dan hal ini berdampak besar pada jalan raya dan kualitas udara. Kehadiran Chip akan menjadi ujian apakah kendaraan mungil ini bisa meyakinkan lebih banyak orang untuk beralih ke kendaraan yang lebih kecil dan efisien.
Inovasi kendaraan listrik mini ini menunjukkan bagaimana startup teknologi terus berupaya menghadirkan solusi transportasi baru. Chip Motors mencoba mengisi celah yang selama ini terlewatkan oleh produsen mobil besar, yaitu kendaraan ringan, murah, dan fungsional untuk mobilitas perkotaan jarak pendek.





Komentar
Belum ada komentar.