📑 Daftar Isi

BYD Tang EV generasi ketiga tampil sebagai SUV listrik lima penumpang dengan desain flagship

BYD Tang EV Gen 3: SUV Listrik 690 HP, Jarak 850 Km

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BYD Tang EV generasi ketiga terungkap lewat dokumen MIIT China sebagai SUV lima penumpang
  • Dimensi 5.045 mm dengan wheelbase 2.950 mm, lebih panjang 145 mm dari pendahulunya
  • Powertrain dual-motor AWD: 288 HP depan dan 402 HP belakang, total 690 HP
  • Baterai LFP Wuwei Fudi, opsi 88,682 kWh dan 105,792 kWh, jarak CLTC hingga 850 km
  • Kabin dua layar 35,4 inci dan 30 inci, kursi zero-gravity, DiSus-A, God's Eye B
  • Peluncuran diperkirakan akhir 2026, kemungkinan lebih murah dari Great Tang

Telset.id – BYD kembali memanaskan persaingan SUV listrik flagship. Lewat dokumen pengajuan kendaraan untuk dijual dari Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT), generasi ketiga Tang EV terungkap sebagai SUV lima penumpang dengan tenaga gabungan 690 horsepower. Pengajuan itu muncul menjelang peluncuran yang diperkirakan berlangsung pada akhir 2026.

Dokumen MIIT menjadi panggung pertama bagi Tang EV generasi ketiga sebelum debut resminya. Model ini akan bergabung dengan Da Tang (“Great Tang”) dalam memperluas jajaran SUV listrik flagship BYD. Menariknya, berbeda dari Tang generasi saat ini yang menawarkan konfigurasi lima dan enam tempat duduk, versi baru ini murni lima penumpang.

Dari sisi dimensi, Tang EV generasi ketiga tercatat panjang 5.045 mm, lebar 1.980 mm, dan tinggi 1.740 mm, dengan wheelbase 2.950 mm. Angka wheelbase itu berarti 145 mm lebih panjang dari pendahulunya, sinyal bahwa ruang kabin menjadi salah satu fokus utama BYD.

BYD Tang EV generasi ketiga tampak depan

Dua Motor Listrik, 690 HP

Soal dapur pacu, Tang EV generasi ketiga mengandalkan powertrain dual-motor all-wheel-drive. Motor listrik depan menghasilkan 288 horsepower (215 kW), sementara motor belakang menyumbang 402 horsepower (300 kW). Totalnya, tenaga gabungan mencapai 690 horsepower atau setara 515 kW.

Dokumen MIIT juga menyebut SUV ini akan memakai baterai lithium iron phosphate (LFP) dari Wuwei Fudi Battery Co., anak perusahaan baterai BYD. Meski tidak tercantum dalam rilis resmi, Tang EV generasi ketiga disebut akan menggunakan Blade Battery 2.0 dan teknologi Flash Charging, yang memungkinkan pengisian dari 10% ke 70% hanya dalam lima menit.

Tersedia dua paket baterai, yakni 88,682 kWh dan 105,792 kWh. Kombinasi itu menghasilkan jarak tempuh CLTC 730 km (453 mil), 830 km (515 mil), dan 850 km (528 mil), tergantung konfigurasi yang dipilih.

BYD Tang EV generasi ketiga tampak belakang

Urusan desain dan kabin mulai terkuak setelah mobil ini debut di Chengdu Auto Show pada Agustus. Lu Tian, General Manager lini Dynasty BYD, merilis gambar interior resmi pertama pada awal bulan berikutnya. Ia menyebutnya sebagai “SUV flagship lima penumpang seri 8 yang tech-savvy”.

Klaim itu bukan tanpa alasan. Kabin Tang EV generasi ketiga memuat dua layar raksasa: satu layar terintegrasi memanjang berukuran 35,4 inci dan satu layar panoramik 30 inci. Tersedia dua skema warna interior, yaitu Dune Beige dan Amber Brown.

Kursi Zero-Gravity dan God’s Eye B

Seperti banyak model flagship saat ini, Tang EV baru memasang kursi kapten zero-gravity di baris kedua. Lu menyebut SUV lima penumpang ini menyediakan ruang kaki baris kedua lebih dari 1.000 mm. Angka itu menjelaskan mengapa BYD memilih memangkas konfigurasi menjadi lima tempat duduk: ruang penumpang belakang jadi prioritas.

Fitur premium lain yang dikonfirmasi mencakup sistem kontrol bodi cerdas DiSus-A dengan suspensi udara dual-chamber, serta sistem bantuan berkendara canggih God’s Eye B. Kombinasi ini menempatkan Tang EV generasi ketiga bukan sekadar SUV listrik keluarga, melainkan kendaraan yang diposisikan sebagai flagship teknologi.

Interior BYD Tang EV generasi ketiga dengan layar lebar

Dari kacamata industri, langkah BYD memperluas jajaran SUV listrik flagship lewat dua model sekaligus menunjukkan ambisi merek asal Shenzhen itu menggarap segmen premium secara serius. Strategi ini juga terlihat pada cara BYD memosisikan Tang EV generasi ketiga sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibanding Great Tang.

Sebagai gambaran, Great Tang yang berukuran full-size dibanderol mulai 239.900 yuan (sekitar 35.500 dolar AS). Dengan bodi lebih ringkas dan konfigurasi lima penumpang, Tang EV generasi ketiga kemungkinan besar hadir sebagai alternatif yang lebih murah. Dalam tiga bulan pertama di pasar, BYD telah menjual lebih dari 10.000 unit SUV flagship full-size tersebut.

Perlu dicatat, angka-angka tersebut masih bersifat indikatif karena harga resmi Tang EV generasi ketiga belum diumumkan. Yang pasti, peluncurannya diperkirakan berlangsung pada akhir 2026, setelah rangkaian pengajuan regulasi dan debut pameran yang sudah dilalui.

Bagi pengamat pasar otomotif, dokumen MIIT kerap menjadi indikator paling akurat soal spesifikasi final sebuah kendaraan listrik China. Pengajuan Tang EV generasi ketiga pun memberi gambaran utuh: dimensi yang membesar, tenaga 690 HP, baterai LFP dengan opsi kapasitas besar, hingga kabin dua layar raksasa. Tinggal menunggu konfirmasi resmi BYD soal harga dan ketersediaan global.

Persaingan di segmen SUV listrik premium memang semakin ketat. Sejumlah pabrikan lain juga menghadapi tantangan jadwal peluncuran, seperti yang terlihat pada penundaan peluncuran yang dialami kompetitor. BYD sendiri tampaknya ingin memastikan Tang EV generasi ketiga hadir tepat waktu dengan paket teknologi yang matang.

Di sisi lain, adopsi teknologi berkendara otonom dan konektivitas kabin menjadi medan tempur baru bagi merek China. Sistem God’s Eye B yang disematkan BYD menunjukkan bahwa pabrikan tidak lagi bersaing hanya soal baterai dan jarak tempuh, tetapi juga kecerdasan perangkat lunak di dalam kabin.

Untuk pasar Indonesia, belum ada informasi resmi mengenai rencana pemasaran Tang EV generasi ketiga. Namun, mengingat agresivitas BYD dalam berekspansi ke Asia Tenggara, model ini berpotensi menjadi salah satu kandidat yang dinanti. Sambil menunggu, penggemar otomotif bisa memantau perkembangan teknologi kendaraan listrik lewat inovasi chip global yang turut menopang ekosistem mobil listrik modern.

Yang jelas, Tang EV generasi ketiga menegaskan posisi BYD sebagai pemain yang menguasai rantai pasok dari hulu ke hilir. Mulai dari baterai LFP produksi Wuwei Fudi Battery Co., platform kendaraan, hingga sistem bantuan berkendara, semuanya dikembangkan sendiri. Pendekatan ini memberi BYD keleluasaan dalam mengatur biaya dan spesifikasi, sesuatu yang tidak selalu dimiliki merek pesaing.

Dengan peluncuran yang diperkirakan pada akhir 2026, Tang EV generasi ketiga akan menjadi ujian bagi BYD dalam menjaga momentum di segmen premium. Jika harga akhirnya diposisikan di bawah Great Tang, SUV lima penumpang ini berpeluang menarik konsumen yang menginginkan teknologi flagship tanpa harus membayar harga full-size.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.