📑 Daftar Isi

BYD Seagull generasi kedua tampil dengan layout penggerak roda belakang dan desain eksterior baru di China

BYD Seagull Generasi Kedua Beralih ke Penggerak Roda Belakang

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BYD Seagull generasi kedua beralih dari FWD ke RWD dengan motor 95 kW model TZ164XYB
  • Suspensi belakang diganti multi-link, ban diperlebar jadi 205/60 R16
  • Perpindahan motor membebaskan ruang untuk front trunk
  • Kabin baru: setir flat-bottom dua-spoke, layar sentuh mengambang, sakelar toggle fisik
  • Tersedia LiDAR opsional untuk DiPilot 300 Level 2
  • Harga dan jadwal peluncuran resmi belum diumumkan

Telset.id – BYD Seagull generasi kedua resmi diperlihatkan di China dengan perubahan besar pada layout penggeraknya. Motor yang sebelumnya ditempatkan di depan kini dipindahkan ke poros belakang, mengubah hatchback listrik ini dari front-wheel drive (FWD) menjadi rear-wheel drive (RWD). Perubahan tersebut pertama kali dilaporkan oleh media China, Autohome, dan menyusul dokumen regulasi yang diajukan ke Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT) serta sketsa desain eksterior yang beredar sebelumnya.

Perpindahan unit penggerak ke belakang membebaskan ruang di bawah kap depan untuk kompartemen penyimpanan atau front trunk. Langkah ini menandai perombakan menyeluruh pada Seagull, model yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu EV murah di segmen di bawah 100.000 yuan (sekitar 14.895 USD). Kabin lima penumpangnya juga dikabarkan meninggalkan kluster instrumen konvensional, seperti terlihat pada sketsa interior yang dilaporkan sebelumnya.

Sejumlah foto mata-mata yang memperlihatkan mobil ini saat sesi pemotretan promosi sempat memicu spekulasi bahwa varian trim tertinggi akan mendukung Blade Battery generasi kedua dan Flash Charging milik BYD. Namun, hingga kini BYD belum mengumumkan angka pengisian daya maupun waktu pengisian resminya.

Spesifikasi Penggerak dan Sasis Baru

Seagull generasi pertama menggunakan motor 55 kW yang dipasang di depan untuk menggerakkan roda depan. Untuk generasi kedua, Autohome melaporkan bahwa unit penggerak berpindah ke poros belakang. Data regulasi MIIT mengidentifikasi motor tersebut dengan model TZ164XYB, diproduksi oleh Zhengzhou BYD Auto Co., Ltd., dengan daya 95 kW (127 hp). Output yang lebih tinggi ini menaikkan kecepatan maksimum Seagull menjadi 150 km/jam.

Perangkat sasis juga mengalami perubahan. Suspensi torsion beam belakang yang lama digantikan oleh setup suspensi independen multi-link. Mobil ini juga memakai ban yang lebih lebar, yakni 205/60 R16 pada velg alloy 16 inci dual four-spoke, naik dari ban 165 mm dan 175 mm yang digunakan pada model sebelumnya.

BYD Seagull generasi kedua tampak depan dengan layout penggerak roda belakang

Front Trunk dan Perangkat Kabin

Memindahkan rakitan penggerak ke belakang menyisakan ruang di kompartemen depan untuk front trunk. Kompartemen frunk sendiri masih jarang ditemukan di segmen EV kecil China di bawah 100.000 yuan, meskipun BYD belum merilis kapasitas volumetrik resmi kompartemen tersebut.

Di bagian dalam, Seagull hadir dengan setir multifungsi dua-spoke berdesain flat-bottom, berdampingan dengan layar sentuh tengah yang mengambang. Konsol yang didesain ulang menampung sakelar toggle fisik di bawah ventilasi udara, pengisi daya ponsel nirkabel, dan dua cup holder yang disusun vertikal. Pada bagian eksterior, gagang pintu mekanis semi-tersembunyi menggantikan unit flush pop-out, sementara bagian belakang memiliki lampu belah di bawah spoiler atap besar dan diffuser bawah terintegrasi.

Seperti terlihat pada unit uji rekayasa yang tertangkap di China, tersedia pod LiDAR opsional yang dipasang di atap untuk mendukung paket bantuan berkendara Level 2 BYD DiPilot 300 (God’s Eye B).

Interior BYD Seagull generasi kedua dengan layar sentuh mengambang dan sakelar toggle

Perubahan generasi kedua ini juga menyoroti pola serupa yang terjadi di pasar perangkat konsumen, di mana pembaruan generasi kerap menghadirkan perubahan mendasar pada arsitektur produk. Fenomena serupa terlihat pada perangkat wearable seperti MARQ Second Generation yang mengandalkan pembaruan fitur untuk bersaing di kelasnya.

Perbandingan dengan Geely EX2

Desain ulang ini membuat Seagull memiliki sejumlah kesamaan perangkat keras dengan Geely EX2 (dijual sebagai Xingyuan di China). Kedua model sama-sama mengusung penggerak roda belakang, suspensi belakang independen, front trunk, dan wheelbase identik 2.650 mm. Seagull yang memiliki panjang 4.205 mm tercatat 70 mm lebih panjang secara keseluruhan.

Perubahan tersebut datang saat persaingan di segmen EV kecil China semakin ketat. Pada Agustus, registrasi ritel domestik untuk Seagull generasi lama mencapai 10.103 unit, sementara Geely Xingyuan mencatat 39.651 registrasi ritel dan 60.955 pengiriman grosir, menurut China EV DataTracker. Harga resmi dan waktu peluncuran pasar untuk Seagull baru belum diumumkan.

Tampak belakang BYD Seagull generasi kedua dengan lampu belah dan spoiler atap

Bagi konsumen yang terbiasa memantau perubahan identitas produk antar generasi, dinamika pembaruan seperti ini bukan hal asing. Di sektor lain, wacana terkait balik nama perangkat juga menunjukkan bagaimana siklus kepemilikan produk terus berkembang seiring waktu.

Seagull generasi kedua memperlihatkan arah berbeda dari pendahulunya. Dari penggerak roda depan menjadi roda belakang, dari torsion beam menjadi multi-link, dan dari kap mesin kosong menjadi front trunk. Semua perubahan itu tercatat dalam dokumen MIIT dan laporan Autohome, tanpa tambahan klaim resmi soal harga maupun jadwal peluncuran. BYD sendiri belum mengumumkan angka pengisian daya untuk varian ini. Artinya, seluruh pembaruan yang beredar saat ini masih bersandar pada data regulasi dan pengamatan visual, bukan konfirmasi resmi pabrikan.

Bagi pasar EV kecil China, langkah ini menempatkan Seagull berhadapan langsung dengan Geely EX2 pada spesifikasi yang lebih setara. Namun tanpa harga resmi, belum bisa dinilai apakah perombakan ini akan mengubah peta penjualan yang saat ini masih dikuasai Xingyuan berdasarkan data registrasi Agustus.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.