📑 Daftar Isi

Restoran Bojangles dengan stasiun pengisian kendaraan listrik di Savannah Georgia

Bojangles Resmi Hadirkan Stasiun Pengisian EV di Savannah

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Bojangles resmi membuka stasiun pengisian EV pertama di Savannah, Georgia pada Mei 2026
  • Berlokasi di 4401 Ogeechee Road, bekerja sama dengan XLR8 America dan Energy and Environmental Design Services
  • Lokasi kedua direncanakan di Charlotte, North Carolina tahun ini
  • Target penambahan 85 pengisi daya pada awal 2027 menurut laporan New York Times
  • Strategi charge-and-dine memanfaatkan waktu pengisian 20-40 menit untuk menarik pelanggan

Telset.id – Jaringan restoran cepat saji asal Amerika Serikat, Bojangles, resmi meluncurkan stasiun pengisian daya kendaraan listrik atau EV charging hub pertamanya di Savannah, Georgia pada Mei 2026. Langkah ini menandai awal dari rencana ekspansi nasional yang lebih luas.

Stasiun pengisian cepat (DC fast-charging) tersebut berlokasi di restoran Bojangles yang beralamat di 4401 Ogeechee Road, Savannah. Proyek ini dikembangkan bekerja sama dengan perusahaan penyedia pengisi daya EV, XLR8 America, serta Energy and Environmental Design Services yang menangani instalasi dan perawatan.

Bojangles menjadi salah satu rantai makanan cepat saji yang mulai mengadopsi tren stasiun pengisian EV di lokasi restoran mereka. Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas untuk menarik pelanggan yang ingin mengisi daya sambil menikmati hidangan.

Seorang juru bicara Bojangles menyatakan bahwa lokasi kedua akan dibuka di Charlotte, North Carolina, pada tahun ini. Namun, pihaknya belum memberikan rincian jumlah total lokasi yang direncanakan maupun jadwal keseluruhan ekspansi.

Meski demikian, laporan dari New York Times pada bulan ini menyebutkan bahwa perusahaan menargetkan penambahan 85 pengisi daya pada awal 2027. Angka ini menunjukkan komitmen Bojangles dalam membangun infrastruktur pendukung kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Strategi Charge-and-Dine Semakin Populer

Fenomena pemasangan pengisi daya EV di restoran cepat saji bukanlah hal baru. Semakin banyak peritel, restoran, dan jaringan toko serba ada yang menambahkan fasilitas ini. Lokasi makanan cepat saji dinilai sebagai pilihan yang logis karena pengemudi cenderung berhenti selama 20 hingga 40 menit, terutama saat dalam perjalanan jauh.

Dengan adanya pengisi daya, restoran memiliki cara tambahan untuk mendatangkan pelanggan dan membuat mereka berlama-lama di lokasi. Hal ini sejalan dengan tren yang juga mulai terlihat di Indonesia, di mana beberapa fitur pesan makanan terintegrasi dengan aplikasi navigasi untuk memudahkan pengemudi.

CEO XLR8 America, Frank O’Connor, mengatakan dalam pernyataan resminya, “Bersama-sama, kami membangun jaringan nasional yang membuat pengisian daya EV menjadi mudah dan setiap pemberhentian benar-benar layak dilakukan.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara penyedia pengisi daya dan restoran cepat saji merupakan langkah strategis untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di kalangan masyarakat umum.

Dampak bagi Industri Fast Food dan EV

Langkah Bojangles ini menunjukkan bahwa industri makanan cepat saji mulai serius menjadikan pengisian daya EV sebagai bagian dari layanan mereka. Dengan waktu pengisian yang idealnya berlangsung antara 20 hingga 40 menit, durasi tersebut sangat cocok dengan waktu yang dibutuhkan pelanggan untuk menyantap makanan.

Tren serupa juga terlihat di berbagai negara maju, di mana jaringan restoran cepat saji berlomba-lomba memasang pengisi daya untuk menarik pelanggan pengguna kendaraan listrik. Ini menjadi peluang bisnis baru yang menjanjikan, terutama dengan meningkatnya jumlah kendaraan listrik di jalan raya.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah dan regulasi terkait infrastruktur EV juga turut mempengaruhi perkembangan ini. Di Amerika Serikat, berbagai insentif telah diberikan untuk mendorong pemasangan pengisi daya di tempat-tempat umum, termasuk restoran dan pusat perbelanjaan.

Prospek Ekspansi Nasional

Meskipun Bojangles belum mengungkapkan secara rinci berapa banyak lokasi yang akan dipasangi pengisi daya, target 85 unit pada awal 2027 menunjukkan skala yang cukup ambisius. Jika terealisasi, jaringan ini akan menjadi salah satu yang terbesar di antara restoran cepat saji di Amerika Serikat.

Lokasi Savannah yang menjadi pilot project ini akan menjadi tolok ukur keberhasilan strategi charge-and-dine Bojangles. Jika respons positif, bukan tidak mungkin ekspansi akan dipercepat ke pasar-pasar utama lainnya.

Kehadiran stasiun pengisian EV di restoran cepat saji juga memberikan nilai tambah bagi konsumen. Mereka tidak hanya mendapatkan kemudahan mengisi daya, tetapi juga bisa menikmati hidangan sambil menunggu proses pengisian selesai.

Dari sisi bisnis, investasi ini diprediksi akan meningkatkan loyalitas pelanggan dan mendatangkan segmen konsumen baru yang sebelumnya mungkin tidak tertarik mengunjungi restoran tersebut. Hal ini sejalan dengan strategi diversifikasi layanan yang banyak dilakukan oleh perusahaan makanan cepat saji global.

Laporan ini pertama kali diterbitkan pada 20 Mei 2026 dan diperbarui pada 27 Juli. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan infrastruktur EV dan dampaknya terhadap industri teknologi dapat disimak melalui berbagai kanal berita teknologi.

Bagi pengguna yang tertarik dengan perkembangan teknologi dan kebijakan terkait, informasi mengenai keamanan siber juga penting untuk dipahami, mengingat semakin banyaknya perangkat yang terhubung dengan infrastruktur digital.

Kesimpulannya, langkah Bojangles menghadirkan stasiun pengisian EV di restorannya merupakan bukti nyata bahwa industri makanan cepat saji mulai beradaptasi dengan era elektrifikasi. Ke depannya, tren ini diprediksi akan semakin meluas seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan listrik di berbagai negara.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.