📑 Daftar Isi

Lokomotif baterai Wabtec FLXDrive BHP di jalur tambang Pilbara Australia

BHP Uji Lokomotif Baterai 7 MWh, Siap Kurangi Emisi Tambang

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • BHP uji coba dua lokomotif baterai Wabtec FLXDrive 4.400 hp di tambang Jimblebar, Pilbara, Australia
  • Setiap lokomotif dilengkapi baterai 7 MWh dengan regenerative braking untuk efisiensi energi
  • BHP tambah dua lokomotif Progress Rail untuk uji coba FY2027, akan jadi evaluasi berdampingan pertama di dunia
  • Teknologi ini berpotensi menghemat bahan bakar signifikan dan mendukung dekarbonisasi industri tambang
  • Konsep pengisian daya via gravitasi saat menuruni bukit telah terbukti efektif sejak 2017

Telset.id – BHP mengumumkan penambahan dua lokomotif baterai baru untuk uji coba di Pilbara, Australia, setelah hampir setahun mengoperasikan dua unit Wabtec FLXDrive di jalur khusus tambang bijih besi Jimblebar. Lokomotif bertenaga baterai 4.400 hp ini dinilai siap digunakan secara komersial setelah melalui serangkaian pengujian ketat di salah satu lingkungan operasi pertambangan paling ekstrem di dunia.

Dua lokomotif baterai pertama yang dirancang khusus (battery-electric locomotives/BELs) buatan Wabtec tiba di Port Hedland pada November tahun lalu dan langsung diuji di rute kereta BHP antara tambang bijih besi Jimblebar dan operasi Port Hedland. Uji coba ini menjadi tonggak penting dalam upaya dekarbonisasi operasi perkeretaapian di kawasan Pilbara yang dikenal memiliki medan berat dan suhu ekstrem.

Teknologi Baterai Raksasa dan Regenerative Braking

Setiap lokomotif Wabtec FLXDrive dilengkapi paket baterai berkapasitas 7 MWh yang sangat besar. Teknologi regenerative braking memungkinkan lokomotif menangkap energi saat pengereman menuruni bukit dan mengalirkannya kembali ke baterai. Pada rute menurun yang panjang dengan muatan bijih besi penuh, sistem ini dapat menghasilkan energi yang cukup untuk mengirim lokomotif kosong kembali ke atas bukit untuk diisi muatan lagi, tanpa perlu pengisian daya tambahan.

Peter Thomas, Regional Senior Vice President Wabtec untuk ANZ & SEA, menyatakan kebanggaannya bermitra dengan BHP dalam langkah penting menuju dekarbonisasi operasi kereta. “Pilbara selalu menjadi tempat dengan ambisi besar, dan lokomotif ini mewakili inovasi yang dibutuhkan untuk menjaga kawasan ini tetap beroperasi,” ujarnya. Wabtec menegaskan lokomotif ini dirancang khusus untuk bekerja di salah satu lingkungan paling menuntut di dunia, menggabungkan teknologi baterai canggih dan pengereman regeneratif untuk efisiensi tinggi dan emisi lebih rendah.

BHP welcomes Australia’s first purpose-built battery-electric locomotives from Wabtec

Sistem propulsi lokomotif ini serupa dengan kereta modern pada umumnya yang menggunakan motor listrik, namun perbedaannya terletak pada sumber tenaga. Kereta konvensional mengandalkan mesin diesel sebagai generator listrik untuk menarik hingga 35.000 ton bijih besi. Sementara itu, Wabtec BELs menggunakan motor listrik torsi tinggi yang sepenuhnya ditenagai baterai internal, menghilangkan ketergantungan pada bahan bakar diesel.

Ekspansi Uji Coba dengan Dua Pemasok

Minggu ini, BHP mengumumkan rencana penambahan dua lokomotif BELs lagi untuk uji coba diperpanjang di operasi Pilbara. Pada FY2026, BHP memulai komisioning dua lokomotif Wabtec FLXdrive di Port Hedland sebagai awal program uji coba. Dua lokomotif tambahan dari Progress Rail telah dikirim ke Perth pada FY2026 dan akan diangkut ke Port Hedland untuk komisioning dan pengujian pada FY2027.

Setelah lokomotif dari kedua produsen peralatan asli (OEM) memasuki tahap uji coba, BHP diprediksi menjadi salah satu perusahaan pertambangan pertama di dunia yang melakukan evaluasi berdampingan teknologi lokomotif heavy-haul bertenaga baterai dari dua pemasok dalam lingkungan operasi yang sama. “Ini menciptakan peluang unik untuk membandingkan produk yang berbeda dan mempercepat pembelajaran dalam aplikasi kereta skala besar,” demikian pernyataan resmi BHP.

Konsep memanfaatkan gravitasi untuk mengisi daya kendaraan tambang bermuatan berat saat menuruni bukit sebenarnya telah diterapkan selama bertahun-tahun dengan sukses besar, terutama sejak 2017. Kombinasi penggunaan gravitasi, pengereman traksi, dan penyimpanan baterai pada sistem kereta seperti ini dinilai sangat cerdas dan menunjukkan bahwa elektrifikasi serta penyimpanan baterai masih memiliki banyak potensi yang belum tergali.

Keberhasilan uji coba ini membuka peluang besar bagi industri pertambangan global untuk mengadopsi teknologi serupa. Potensi penghematan bahan bakar yang signifikan menjadi daya tarik utama bagi perusahaan tambang lain yang ingin mengurangi biaya operasional sekaligus menekan emisi karbon. Dengan dua pemasok berbeda yang diuji secara berdampingan, BHP berada di posisi strategis untuk menentukan teknologi terbaik sebelum melakukan adopsi skala besar.

Pengembangan ini juga sejalan dengan tren elektrifikasi di sektor transportasi berat yang semakin masif. Di sisi lain, industri pertahanan juga tengah mengembangkan teknologi drone dengan inovasi serupa untuk menghadapi tantangan operasional di lapangan, menunjukkan bahwa elektrifikasi dan inovasi teknologi menjadi prioritas di berbagai sektor industri berat.

Uji coba yang sedang berlangsung ini akan menjadi tolok ukur penting bagi industri pertambangan global. Jika berhasil, bukan tidak mungkin teknologi lokomotif baterai akan menjadi standar baru dalam operasi kereta heavy-haul di masa depan, menggantikan mesin diesel yang selama ini menjadi tulang punggung industri.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.