šŸ“‘ Daftar Isi

Mobil listrik Avatr 07L crossover yang diduga menjadi model untuk uji L3 ADAS

Avatr Kantongi Izin Uji L3 ADAS dan Daftar ke Bursa Hong Kong

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Avatr mendapatkan izin uji L3 ADAS dan mengajukan listing di Bursa Hong Kong
  • Izin L3 memungkinkan self-driving dalam kondisi tertentu seperti macet
  • Model spesifik yang diuji belum dikonfirmasi, diduga Avatr 07L
  • Avatr 11 sebelumnya telah uji coba L3 di jalan tol Chongqing sejauh 5.000 km
  • Penjualan Avatr turun 37,8% YoY pada Mei 2026 dengan 6.912 unit
  • Langkah ke bursa Hong Kong untuk menggalang dana riset dan ekspansi

Telset.id – Merek mobil listrik premium asal China, Avatr, mencatat dua pencapaian besar sekaligus di pertengahan 2026. Selain mengantongi izin pengujian sistem mengemudi otonom level 3 (L3 ADAS), Avatr juga resmi mengajukan pencatatan saham perdana (listing) di Bursa Efek Hong Kong.

Kabar ini menjadi sinyal kuat bahwa Avatr tidak hanya serius dalam mengkomersialkan teknologi otonom, tetapi juga memperkuat struktur pendanaannya di pasar modal. Langkah ini menjadikan Avatr sebagai salah satu merek China yang paling agresif dalam pengembangan teknologi otonom dan ekspansi bisnis.

Izin Uji L3 ADAS dan Prospek Komersialisasi

Izin pengujian L3 autonomous driving ini memungkinkan kendaraan Avatr untuk menjalankan fungsi self-driving dalam kondisi tertentu, seperti saat macet. Dalam mode ini, pengemudi diperbolehkan untuk melepaskan tangan dari kemudi dan mengalihkan perhatian dari jalan.

Meski demikian, pihak Avatr belum mengonfirmasi model spesifik yang mendapatkan lampu hijau untuk pengujian ini. Spekulasi mengarah pada model terbaru Avatr 07L yang rencananya akan meluncur di pasar China tahun ini. Namun, informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pabrikan.

Avtivitas pengujian di berbagai skenario jalan disebut berjalan lancar. Sebelumnya, pada 2023, Avatr menjadi salah satu perusahaan pertama di China yang mendapat persetujuan untuk L3 autonomous driving di jalan tol. Saat itu, Avatr 11 menyelesaikan uji coba sejauh lebih dari 5.000 km di jalan tol Chongqing dengan kecepatan jelajah 0-80 km/jam dan berhasil mendapatkan sertifikat dari Pusat Penelitian dan Teknologi Otomotif China (CATARC).

Untuk mendukung teknologi ini, Changan, perusahaan induk Avatr, sebelumnya mengungkapkan bahwa model L3 yang disetujui dilengkapi dengan radar gelombang milimeter 4D. Teknologi ini diklaim memiliki performa unggul di 17 skenario dalam 5 kategori.

Menariknya, Hesai sebelumnya merilis sensor LiDAR FTX dengan sudut pandang 180 derajat yang dirancang khusus untuk L3 autonomous driving. Sensor ini telah dipasok ke Deepal SL03 milik Changan. Ada kemungkinan besar model Avatr yang disetujui untuk L3 juga menggunakan sensor FTX ini.

Kinerja Penjualan dan Langkah ke Bursa

Di sisi lain, Avatr juga mengajukan aplikasi pencatatan saham ke Bursa Efek Hong Kong. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan penjualan yang cukup signifikan. Menurut data dari China EV DataTracker, Avatr mengirimkan 6.912 kendaraan pada Mei 2026, turun 37,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, penjualan Avatr mencapai 23.458 unit dari Januari hingga Mei 2026.

Penurunan penjualan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Avatr. Namun, langkah listing di bursa Hong Kong bisa menjadi strategi untuk menggalang dana segar guna membiayai riset dan pengembangan, termasuk teknologi otonom dan ekspansi model.

Persaingan di pasar mobil listrik China memang semakin ketat. Banyak merek yang berlomba-lomba menghadirkan fitur canggih, termasuk teknologi otonom. Oleh karena itu, Avatr perlu terus berinovasi dan memperkuat posisinya di pasar.

Ke depannya, keberhasilan Avatr dalam mengkomersialkan L3 ADAS akan sangat bergantung pada hasil uji coba dan regulasi yang berlaku. Jika berhasil, Avatr bisa menjadi salah satu pemain kunci dalam era mengemudi otonom di China.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai standar keamanan di industri ini, Anda dapat membaca artikel tentang Standar Keamanan Baterai yang diterapkan China.

Selain itu, perkembangan ekosistem teknologi otonom juga tidak lepas dari peran perusahaan teknologi besar seperti Huawei yang meluncurkan merek baru Huawei Zhixing pada April lalu.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.