Ilustrasi reaktor mikro Antares Mark-0 dalam pembangunan

Antares Raih Pendanaan $470 Juta untuk Reaktor Nuklir Militer AS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Antares mengumumkan pendanaan total $470 juta, terdiri dari $370 juta ekuitas dan $100 juta utang, dipimpin Paradigm dan Caffeinated Capital
  • Pendanaan datang setelah Mark-0 mencapai criticality di Idaho National Laboratory bersama DOE dan BWX Technologies
  • Perusahaan menargetkan pembangunan reaktor Mark-1 penghasil listrik pada 2027 dan deployment militer 2028
  • Strategi militer-pertama menyasar perintah eksekutif Trump yang mewajibkan reaktor beroperasi di pangkalan AS sebelum 30 September 2028
  • Antares merupakan salah satu dari tiga finalis program Advanced Nuclear Power for Installations Pentagon
  • Tantangan utama meliputi biaya lebih tinggi dari turbin gas dan rantai pasok reaktor canggih AS yang belum matang

Telset.id – Antares, perusahaan rintisan fisi nuklir, mengumumkan perolehan pendanaan total $470 juta untuk memasok satu klien dengan tenggat waktu yang mendesak: militer Amerika Serikat. Perusahaan yang berbasis di Torrance, California ini menutup pendanaan Seri C yang dipimpin bersama oleh Paradigm dan Caffeinated Capital, dengan partisipasi dari Point72 Ventures, Shine Capital, dan Industrious Ventures.

Pendanaan ini datang tujuh minggu setelah reaktor mikro Mark-0 milik Antares mencapai kondisi kritis (criticality) di Idaho National Laboratory. Uji coba tersebut dilakukan di bawah otorisasi Departemen Energi AS (DOE) dalam demonstrasi bersama dengan DOE, laboratorium, dan BWX Technologies, dengan pengawasan dari Angkatan Darat AS.

## Target Pasar Militer AS

Antares menyebut Mark-0 sebagai “reaktor non-air-ringan yang dikembangkan secara privat pertama yang mencapai kondisi kritis di Amerika Serikat dalam lebih dari empat dekade.” Kehadiran militer AS dalam uji coba ini bukan kebetulan—hal ini diamanatkan oleh perintah eksekutif bertajuk “Deploying Advanced Nuclear Reactor Technologies for National Security” yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump.

Perintah tersebut mewajibkan militer AS memiliki reaktor nuklir yang diatur oleh Angkatan Darat dan beroperasi di lokasi militer domestik paling lambat 30 September 2028. Antares menjadi salah satu dari tiga finalis dalam program Advanced Nuclear Power for Installations Pentagon yang bertujuan menguji-deploy reaktor modular kecil (SMR) di dua pangkalan angkatan udara berbeda.

A file photo of the Antares Mark-0 being built

## Rencana Produksi Mark-1

Sebagai perusahaan privat pertama yang melewati tahap tersebut di bawah Reactor Pilot Program DOE, Antares berencana membangun reaktor Mark-1 penghasil listrik pada 2027. Setelah itu, perusahaan menargetkan deployment awal ke pelanggan pertahanan pada 2028.

Mark-1 menggunakan inti skala penuh, fasilitas, dan bahan bakar TRISO yang sama dengan Mark-0. Ini menjadi argumen perusahaan mengenai kredibilitas target 2027, bukan sekadar aspirasi. CEO Antares Jordan Bramble menyatakan reaktor tersebut direkayasa untuk beroperasi andal selama enam tahun lebih tanpa pengisian ulang bahan bakar.

Perusahaan mencatat bahwa kontrak konstruksi reaktor yang pasti dan modal yang terkumpul akan memungkinkan pembangunan “reaktor mikro pertama yang menghasilkan listrik berguna dalam desain yang benar-benar layak secara komersial.”

## Tantangan Biaya dan Rantai Pasok

Klaim tersebut mungkin berlaku untuk militer AS, tetapi wawasan dari firma penasihat keuangan Lazard menunjukkan pendekatan ini saat ini lebih mahal dibandingkan semua turbin gas kecuali yang termahal, dengan energi terbarukan jauh lebih murah. Rantai pasok AS untuk reaktor canggih juga masih belum matang—belum ada perusahaan yang memproduksi reaktor mikro dalam skala produksi.

Reaktor penghasil listrik pertama dari jenisnya (first-of-a-kind) juga berpotensi mengungkap masalah yang tidak terlihat pada inti daya nol seperti yang dimiliki Mark-0. Modal setengah miliar dolar memberi Antares upaya serius untuk memenuhi tenggat waktu, namun apakah cukup untuk menghadirkan reaktor yang beroperasi di pangkalan AS tepat waktu masih menjadi pertanyaan.

## Komitmen terhadap Tenggat Waktu

Strategi militer-pertama Antares menargetkan pelanggan yang tidak sensitif terhadap harga dan terikat oleh perintah eksekutif yang mengharuskan reaktor beroperasi di pangkalan AS pada September 2028. Pendanaan Seri C ini memberikan modal yang dibutuhkan perusahaan untuk serius mengejar tenggat tersebut.

Perusahaan tetap berkomitmen untuk mencoba, meskipun keberhasilan tepat waktu masih belum pasti. Keberhasilan uji coba Mark-0 menjadi fondasi penting, tetapi transisi dari reaktor daya nol ke reaktor penghasil listrik komersial menghadirkan tantangan teknis yang belum teruji.

Antares kini memiliki sumber daya finansial untuk melanjutkan pengembangan, dengan target jelas: menghadirkan reaktor mikro yang beroperasi di pangkalan militer AS sebelum batas waktu perintah eksekutif. Hasilnya akan menentukan apakah strategi ini berhasil membuktikan kelayakan komersial reaktor mikro di Amerika Serikat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.