Telset.id ā Penggunaan adaptor charging yang tidak sesuai spesifikasi pada Rivian R2 bisa berakibat fatal. Seorang jurnalis otomotif, Tom Moloughney, melaporkan bahwa adaptor Tesla lawas yang digunakannya untuk mengisi daya Rivian R2 di stasiun CCS justru melelehkan salah satu pin konektor.
Insiden ini menjadi peringatan serius bagi pemilik Rivian R2 dan kendaraan listrik (EV) lainnya. Menurut Moloughney, kejadian ini bukanlah kesalahan pada mobil atau malfungsi sistem, melainkan akibat dari desain R2 dan keterbatasan adaptor NACS-ke-CCS generasi lama.
Penyebab Adaptor Meleleh
Pertanyaan mendasarnya adalah, mengapa adaptor lama tidak mampu menangani Rivian R2? Jawabannya terletak pada perbedaan fundamental antara tegangan (voltage) dan arus listrik (amperage). Untuk mempertahankan performa pengisian daya yang setara dengan model R1 yang lebih mahal, Rivian membuat kompromi biaya pada R2.
Salah satu kompromi tersebut adalah mempertahankan arsitektur baterai 400-volt yang sama dengan R1, alih-alih beralih ke sistem 800-volt yang kini banyak digunakan pesaing. Meskipun bukan masalah besar, keputusan ini memaksa Rivian untuk meningkatkan amperage atau arus listrik yang ditarik R2 saat mengisi daya agar kecepatan charging tetap kompetitif.
Moloughney menjelaskan bahwa adaptor Tesla lama tidak dirancang untuk menangani amperage ekstra yang dibutuhkan R2, sehingga menyebabkan panas berlebih dan meleleh. Sebaliknya, adaptor yang lebih modern mampu menangani arus listrik yang lebih tinggi dan tidak akan meleleh. Informasi ini sangat penting, terutama karena Rivian R2 sudah dilengkapi port NACS asli.
Meskipun port NACS memudahkan pengisian daya di Supercharger Tesla, pemilik R2 tetap membutuhkan adaptor untuk mengisi daya di stasiun CCS seperti Electrify America dan ChargePoint. Risiko ini tidak hanya dialami pemilik Rivian, karena R2 bukan satu-satunya EV yang dapat menarik arus hingga 600 amp. Beberapa model BMW, Polestar, dan bahkan Tesla juga memiliki kemampuan serupa.
Amperage Tinggi dan Durasi Lebih Lama
Yang membedakan Rivian R2 adalah kemampuannya menarik arus lebih dari 600 amp dalam durasi yang lebih lama dibandingkan kebanyakan mobil listrik lain. Jika Anda mengisi daya kendaraan semacam itu di charger yang mampu menyuplai 600 amp dan menggunakan adaptor, pastikan adaptor tersebut sanggup menanganinya.
Moloughney mencatat bahwa beberapa adaptor yang tidak mampu menangani 600 amp akan mendeteksi suhu berlebih dan memperlambat pengisian daya untuk mencegah kerusakan. Namun, adaptor Tesla lama tidak memiliki mekanisme tersebut, sehingga terus mengisi daya hingga akhirnya meleleh. Tentu saja, kondisi ini sangat tidak ideal.
Kabar baiknya, banyak adaptor di pasaran yang mampu menangani kebutuhan arus listrik Rivian R2, termasuk adaptor dari Tesla dan adaptor buatan Rivian sendiri. Bagi konsumen di negara bagian CARB (California Air Resources Board) di Amerika Serikat, Rivian sudah menyertakan adaptor dalam harga mobil, meskipun mungkin perlu ditambahkan sendiri ke keranjang belanja.
Kejadian benda meleleh saat terhubung ke mobil jelas sangat berbahaya. Jika Anda memiliki Rivian R2, atau EV lain yang dapat menarik arus 600 amp atau lebih, sangat penting untuk memeriksa jenis adaptor charging yang digunakan dan memastikan adaptor tersebut mampu menangani beban arus listrik yang tinggi.
Baca Juga:
Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa infrastruktur charging, termasuk adaptor, harus terus berkembang seiring dengan peningkatan kemampuan kendaraan listrik. Industri charging mobil listrik kini memasuki fase baru di mana kompatibilitas dan keamanan perangkat menjadi isu krusial.
Bagi pemilik EV yang sering menggunakan fast charging, penting untuk selalu menggunakan peralatan yang sesuai standar dan terbaru. Jangan sampai keinginan untuk mengisi daya dengan cepat justru berujung pada kerusakan atau bahkan bahaya kebakaran.





Komentar
Belum ada komentar.