šŸ“‘ Daftar Isi

Headphone dan buku yang menggambarkan layanan audiobook YouTube

YouTube Siapkan Fitur Audiobook, Tantang Spotify dan Audible

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • YouTube dilaporkan siapkan fitur audiobook, bisa meluncur tahun depan
  • The Wall Street Journal sebut YouTube sudah bicara dengan penerbit
  • Fitur mungkin digabung dengan YouTube Premium seharga 16 dolar AS per bulan
  • YouTube belum konfirmasi, harga dan model bisnis masih belum pasti
  • YouTube akan bersaing dengan Spotify dan Audible yang lebih mapan
  • Masalah rekaman buku tidak resmi berbasis AI jadi konteks rencana ini

Telset.id – YouTube dilaporkan tengah bersiap menghadirkan fitur audiobook dan disebut bisa meluncur paling cepat tahun depan. Rencana ini menandai langkah baru platform video milik Google itu untuk masuk ke pasar buku audio yang saat ini dikuasai pemain mapan seperti Spotify dan Audible. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal, yang menyebut YouTube telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah penerbit selama beberapa bulan terakhir.

Kabar ini menjadi penting karena YouTube selama ini dikenal sebagai platform video, bukan layanan audio. Jika benar terealisasi, fitur audiobook ini akan menempatkan YouTube berhadapan langsung dengan layanan yang sudah lebih dulu mapan. Namun, YouTube belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana tersebut. Artinya, status fitur ini masih sebatas laporan dan belum menjadi pengumuman resmi dari perusahaan.

Headphones and books

Menurut laporan The Wall Street Journal, YouTube telah mempertimbangkan untuk menggabungkan fitur audiobook ini dengan layanan berlangganan bebas iklan, YouTube Premium, yang saat ini dibanderol dengan harga 16 dolar AS per bulan. Namun, karena rencananya masih sangat awal, belum jelas apakah harga tersebut akan mencakup seluruh kebutuhan mendengarkan pengguna selama sebulan penuh. Belum diketahui pula apakah YouTube akan menawarkan pembelian buku secara individual.

Sejumlah pertanyaan lain juga masih menggantung. The Wall Street Journal menyebut masih terlalu dini untuk memastikan apakah fitur ini benar-benar akan diluncurkan. Dengan kata lain, harga, model bisnis, dan ketersediaan fitur audiobook YouTube masih berupa kemungkinan, bukan kepastian.

Kondisi Audiobook di YouTube Saat Ini

Sebenarnya, konten audiobook sudah bisa ditemukan di YouTube jika pengguna mencarinya. Sebagian kanal menampilkan judul-judul yang masuk domain publik. Namun, sebagian lainnya menawarkan buku yang secara hukum tidak seharusnya berada di YouTube. Salah satu masalah yang terus berkembang di platform ini adalah penyebaran rekaman buku tidak resmi yang dibuat menggunakan AI.

Pengguna yang pernah menemukan audiobook di YouTube dengan suara narator robotik kemungkinan besar sedang mendengarkan salah satu judul tidak resmi tersebut. Persoalan ini menjadi konteks penting mengapa langkah YouTube menyiapkan fitur audiobook resmi dinilai relevan. Kehadiran kanal resmi berpotensi menjadi jawaban atas maraknya konten buku audio yang tidak berizin. Persoalan konten dan pelabelan di YouTube juga menjadi perhatian, seperti terlihat dari langkah platform tersebut dalam menandai konten buatan AI melalui label AI di YouTube Music.

Selain soal konten tidak resmi, YouTube juga diketahui aktif melakukan penyesuaian pada berbagai layanannya. Sebagai contoh, platform ini pernah mengubah cara kerja algoritma Shorts yang berdampak pada konten re-upload, sebagaimana dibahas dalam artikel tentang perubahan algoritma Shorts. Langkah-langkah semacam ini menunjukkan YouTube terus mengevaluasi jenis konten yang beredar di platformnya.

Persaingan dengan Spotify dan Audible

Keberhasilan fitur audiobook YouTube, jika benar diluncurkan, akan sangat bergantung pada koleksi buku yang ditawarkan serta seberapa kompetitif harga yang dipasang. Pasalnya, sudah ada layanan lain yang lebih mapan di pasar audiobook. Spotify, misalnya, menyediakan beberapa pilihan. Paket Premium Spotify sudah mencakup 15 jam mendengarkan audiobook per bulan. Dengan tambahan 12 dolar AS per bulan, pengguna bisa mendapatkan tambahan 15 jam melalui add-on Audiobooks+.

Spotify juga memiliki paket mandiri bernama Audiobooks Access dengan harga 10 dolar AS per bulan, yang menawarkan 15 jam mendengarkan per bulan. Selain itu, pengguna bisa membeli buku secara individual melalui Spotify Web Player. Sementara itu, Audible menawarkan keanggotaan Standard seharga 9 dolar AS per bulan yang memberi akses ke satu audiobook per bulan dari pustakanya, dan bisa diakses selama pengguna masih berlangganan. Keanggotaan Premium Audible seharga 15 dolar AS per bulan memberikan satu kredit per bulan yang bisa digunakan untuk membeli judul yang bisa dimiliki selamanya, plus akses ke katalog all-you-can-listen.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa YouTube tidak masuk ke pasar yang kosong. Standar harga dan jam mendengarkan sudah terbentuk dari layanan-layanan yang lebih dulu hadir. Karena itu, daya tarik fitur audiobook YouTube akan sangat ditentukan oleh seberapa besar koleksi buku yang disiapkan dan seberapa menarik skema harga yang ditawarkan. Selama YouTube belum mengonfirmasi detail apa pun, perbandingan ini masih menjadi gambaran tentang lanskap yang akan dihadapi platform tersebut.

Dinamika di industri ini juga terus bergerak. Selain soal audiobook dan algoritma konten, YouTube dan ekosistem di sekitarnya kerap menjadi sorotan dalam berbagai isu lain, termasuk persoalan privasi, seperti yang pernah dibahas dalam artikel tentang penyebaran alamat YouTuber. Hal ini memperlihatkan bahwa platform video ini terus menjadi bagian dari pembicaraan yang lebih luas, tidak hanya soal fitur baru.

Pada akhirnya, rencana fitur audiobook YouTube masih berada di tahap awal. Belum ada konfirmasi resmi dari YouTube, belum ada kepastian harga, dan belum ada jadwal peluncuran yang pasti. Yang jelas, laporan The Wall Street Journal menyebut fitur ini berpotensi hadir paling cepat tahun depan, dan pembicaraan dengan penerbit sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Jika benar terwujud, kehadirannya akan menambah pilihan bagi pendengar audiobook sekaligus menambah tekanan kompetitif bagi Spotify dan Audible yang sudah lebih dulu mapan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.