YouTube akan Isolasi Konten yang Sensitif

Telset.id, Jakarta – YouTube telah berupaya untuk mengelola layanan mereka dari serbuan konten yang sensitif. Salah satu langkah yang diambil mencakup deteksi dan penghapusan video tersebut dengan bantuan teknologi AI (artificial intelligence) dan masukan dari para pakar terorisme.

Google baru-baru ini telah memposting tentang bagaimana cara untuk mendeteksi konten-konten negatif melalui sistem terbaru mereka. Pertama, mereka membeberkan bahwa AI sudah bekerja keras mendeteksi video selama sebulan terakhir.

Hasilya, lebih dari 75 persen video diturunkan karena konten kekerasan dan ekstremis dilakukan tanpa bantuan manusia. Sistem ini telah membantu YouTube menghapus dua kali lebih banyak dari jenis video ini.

YouTube juga mulai bekerja dengan sejumlah organisasi non-pemerintah termasuk Anti-Defamation League, No Hate Speech Movement, serta Institute for Strategic Dialogue.

“Organisasi-organisasi ini membawa pengetahuan ahli tentang isu-isu kompleks seperti pidato kebencian, radikalisasi, dan terorisme yang akan membantu kita mengidentifikasi konten yang digunakan untuk radikalisasi dan perekrutan ekstremis,” tulis YouTube dalam keterangannya, seperti dikutip dari laman Engadget.

Sementara itu, video yang tidak menyalahi peraturan namun berisi konten yang sensitif seperti ‘konten religius atau supremasi’ yang kontroversial akan diisolasi oleh YouTube. Video jenis ini akan diisolasi di ‘negara terbatas’, atau hanya bisa ditonton di negara tertentu saja.

“Video akan tetap berada di YouTube di belakang interstisial, tidak akan disarankan, tidak akan dimonetisasi, dan tidak akan memiliki fitur utama termasuk komentar, video, dan suka,” tegas mereka.

Peraturan ini akan segera dilakukan oleh YouTube pada minggu ini untuk platform desktop. Selanjutnya, platform mobile atau aplikasi juga akan segera mengikuti dalam waktu dekat ini.

“Secara keseluruhan, kami telah mengambil langkah signifikan selama sebulan terakhir dalam memerangi terorisme online, tapi ini bukan akhir. Kami tahu masih ada banyak pekerjaan lagi yang harus dilakukan,” katanya. [NC/HBS]

SourceEngadget

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

Rekomendasi

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0