Telset.id ā Platform media sosial X tengah melakukan penyesuaian algoritma untuk meningkatkan visibilitas unggahan pengguna ke sesama pengguna yang saling mengikuti atau mutuals. Langkah ini diambil setelah pihak X mengakui adanya data yang āhilangā dalam sistem rekomendasi mereka.
Kepala Produk X, Nikita Bier, dalam unggahannya pada Senin (16/6/2026) mengakui bahwa algoritma X selama ini ākehilanganā data terkait unggahan dari orang-orang yang telah diikuti balik oleh pengguna. Ketiadaan data ini membuat unggahan dari teman atau akun yang saling kenal jarang muncul di linimasa.
āKami meluncurkan penyesuaian kecil untuk meningkatkan visibilitas unggahan Anda ke mutuals (orang yang Anda ikuti balik),ā tulis Bier. Ia menambahkan bahwa timnya menyadari data ini tidak ada dalam algoritma, sehingga membuat teman-teman pengguna lebih jarang muncul di kolom balasan.
Akibatnya, menurut Bier, kolom balasan terasa lebih seperti āmedan pertempuranā dengan orang-orang yang tidak dikenal. Penyesuaian algoritma ini diharapkan dapat mengembalikan rasa kebersamaan atau komunitas di platform yang sempat hilang.
āKami melihat data ini hilang dari algoritma dan itu membuat teman-teman Anda lebih jarang muncul di balasan. Ini mengakibatkan bagian balasan terasa lebih seperti medan pertempuran dengan orang-orang yang tidak Anda kenal,ā jelas Bier.
Penyesuaian ini juga disebut akan membantu pembentukan klaster atau kelompok berdasarkan minat dengan lebih mudah. Hal ini merupakan permintaan yang sering disuarakan oleh pengguna X.
Fokus pada Komunitas dan Konten Orisinal
Keputusan X untuk memfokuskan diri pada komunitas ini mengikuti langkah serupa yang dilakukan oleh platform kompetitor seperti Threads dan Bluesky. Seperti yang dicatat oleh TechCrunch, pendekatan berbasis komunitas kini menjadi tren di kalangan platform media sosial.
Ketika Meta mengumumkan bahwa Threads telah melewati 500 juta pengguna aktif bulanan pada bulan lalu, perusahaan tersebut menyatakan: āPertumbuhan ini didorong oleh komunitas ā kelompok orang yang hadir di sekitar percakapan yang mereka pedulikan, dari buku hingga basket, parenting, hingga musik.ā
Sementara itu, COO Bluesky, Rose Wang, mengatakan pada bulan lalu bahwa platformnya beralih dari model ātown squareā ala Twitter. CEO permanen Bluesky yang kini menjabat, Toni Schneider, menegaskan pesan tersebut pekan lalu dengan mengatakan bahwa Bluesky akan fokus pada ākemampuan untuk menciptakan ruang yang lebih kecil dan komunitas yang lebih privat.ā
Selain penyesuaian algoritma untuk mutuals, Nikita Bier sebelumnya juga menyatakan bahwa pengguna yang memposting konten orisinal akan ānaik lebih cepatā di algoritma X. Pernyataan ini muncul setelah Bier mengakui bahwa akun-akun teratas di platform banyak yang memposting konten ācurianā atau daur ulang dari pengguna lain.
Penyesuaian algoritma terbaru ini diharapkan dapat mengatasi kecenderungan platform yang lebih mengedepankan konten kontroversial dibandingkan jenis diskusi lainnya. Dengan meningkatkan visibilitas postingan ke mutuals, X berharap dapat mendorong interaksi yang lebih sehat dan bermakna.
Riwayat Perubahan Fitur Komunitas X
Pada bulan Mei lalu, X mengumumkan penghentian fitur Komunitas (Community) dan mengalihkan penggunanya ke grup chat besar. Namun, Bier mengatakan bahwa X akan terus āberinvestasi besar-besaran dalam komunitas niche,ā termasuk melalui fitur linimasa kustom (custom timelines).
Perubahan algoritma ini merupakan langkah terbaru dari serangkaian upaya X untuk memperbaiki pengalaman pengguna di platformnya. Sebelumnya, platform yang dulunya bernama Twitter ini juga pernah menghadapi berbagai kontroversi terkait privasi data pengguna.
Dalam konteks persaingan platform media sosial, langkah X ini menunjukkan bahwa perusahaan menyadari pentingnya membangun interaksi yang lebih personal dan berbasis komunitas. Hal ini berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang lebih mengedepankan konten viral dan perdebatan publik.
Dengan penyesuaian ini, X berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pengguna untuk berinteraksi dengan orang-orang yang benar-benar mereka kenal atau ikuti. Meskipun demikian, Bier tidak menjelaskan secara detail bagaimana data tentang mutuals bisa hilang dari algoritma X.
Pengamat industri menilai bahwa langkah X ini merupakan respons terhadap tekanan dari pengguna yang menginginkan pengalaman media sosial yang lebih intim dan relevan. Dengan fokus pada komunitas, X berupaya membedakan diri dari pendekatan platform lain yang masih mengedepankan konten publik secara massal.
Ke depannya, X diprediksi akan terus melakukan penyesuaian algoritma untuk menyeimbangkan antara konten dari mutuals, konten orisinal, dan konten dari akun-akun populer. Keseimbangan ini menjadi kunci untuk mempertahankan pengguna setia di tengah persaingan dengan Threads dan Bluesky.





Komentar
Belum ada komentar.