Telset.id, Jakarta – WhatsApp memang terus memperketat keamanan akun, dan beredar kabar kalau aplikasi pesan singkat ini akan menerapkan verifikasi akun menggunakan alamat email.
Menurut WABetaInfo, pembaruan versi 2.23.16.15 bertujuan untuk meningkatkan keamanan akun pengguna menggunakan alamat email, meskipun detail spesifiknya belum diungkapkan.
Dikutip Telset dari Gizmochina pada Minggu (06/08/2023), fitur verifikasi berdasarkan email tersebut bersifat opsional dan terpisah dari proses verifikasi dua langkah yang sudah ada.
BACA JUGA:
- Jelang Pemilu 2024, WhatsApp Gelar Workshop Literasi Digital
- WhatsApp Bisa Berjalan di Smartwatch dengan Wear OS
Sementara detail tentang bagaimana fitur baru ini berbeda dari proses yang ada tetap dirahasiakan, tampaknya ini adalah alat yang menjanjikan untuk perlindungan dan verifikasi akun pengguna dalam skenario tertentu.
Fitur keamanan berbasis email ini masih dalam pengembangan dan akan diluncurkan pada pembaruan beta WhatsApp mendatang.
WhatsApp Tingkatkan Keamanan Pengguna Lewat Fitur Safety Tools
WhatsApp sebelumnya juga meningkatkan fitur Safety Tools, guna meningkatkan keamanan pengguna. Pembaruan WhatsApp terbaru versi 2.23.16.6 menghadirkan dua fitur keamanan yang berpengaruh secara signifikan.
Pertama, pengguna akan menemukan layar keamanan khusus ketika menerima pesan dari nomor tidak dikenal, yang menawarkan opsi untuk memblokir kontak, melaporkan dan memverifikasi informasi profil.
Kedua, pembaruan menghadirkan fitur privasi yang mencegah pengirim mengetahui kapan pesan mereka telah dibaca. Fitur ini berlaku saat opsi tanda terima telah dibaca diaktifkan, dan pengirimtidak akan menerima pemberitahuan hingga penerima merespons atau menambahkan kontak.
Fitur keamanan ini akan membantu pengguna karena WhatsApp sekarang memungkinkan pengiriman pesan ke kontak yang tidak dikenal tanpa harus menyimpan nomor yang ditujukannya.
BACA JUGA:
- WhatsApp akan Bisa Kirim Pesan ke Nomor yang Belum Disimpan
- WhatsApp Tingkatkan Keamanan Pengguna Lewat Fitur Safety Tools
Saat ini, alat keamanan ini hanya dapat diakses oleh sekelompok penguji beta terpilih yang telah menginstal pembaruan beta WhatsApp terbaru dari Google Play Store. Perusahaan asal Amerika Serikat itu berencana akan meluncurkan fitur ini secara bertahap ke lebih banyak pengguna dalam waktu dekat.