Telset.id – WhatsApp akhirnya mulai menguji coba fitur pesan teks yang hanya bisa dibaca sekali (view-once), melengkapi kemampuan serupa yang sudah tersedia untuk foto, video, dan pesan suara. Fitur ini memungkinkan pengirim mengatur agar teks yang dikirimkan otomatis hilang setelah penerima membacanya.
Berdasarkan laporan WABetaInfo, fitur ini tengah diuji dalam versi beta iOS 26.24.10.16 melalui TestFlight dan juga pada versi pre-release Android terbaru. Dengan adanya opsi “Send as view once” yang muncul setelah mengetik pesan, pengguna dapat mengirim pesan rahasia yang hanya bisa dibuka satu kali oleh penerima.
Setelah dibaca, pesan tersebut akan lenyap tanpa jejak. Penerima tidak bisa menyalin, meneruskan, atau membagikan teks tersebut. WhatsApp juga memblokir fitur screenshot dan screen recording untuk memastikan pesan tetap bersifat “hanya untuk mata” sang penerima.
Fitur yang Sudah Lama Dinantikan
Fitur pesan sekali baca sebenarnya sudah menjadi andalan aplikasi pesaing seperti Messenger, Instagram, Snapchat, dan Telegram. Selama ini, pengguna WhatsApp hanya bisa mengakalinya dengan melakukan screenshot pada teks dan mengirimkannya menggunakan opsi gambar yang bisa hilang.
Dengan kehadiran fitur ini, WhatsApp menyamai kemampuan kompetitornya dalam hal privasi pesan teks. Ini menjadi langkah penting bagi Meta untuk memperkuat ekosistem pesan instan miliknya, terutama di tengah tekanan regulasi yang semakin ketat.
Sebelumnya, Meta juga mendapat tekanan dari Uni Eropa untuk membuka platform WhatsApp agar kompatibel dengan chatbot AI dari layanan pesaing. Regulasi tersebut mendorong Meta untuk memulihkan akses chatbot AI di WhatsApp.
Kapan Rilis Resmi?
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai kapan fitur ini akan dirilis secara luas. Namun, karena sudah memasuki fase pengujian di TestFlight milik Apple, kemungkinan besar peluncurannya tidak akan lama lagi.
Fitur ini menjadi tambahan penting bagi pengguna yang membutuhkan komunikasi dengan tingkat privasi tinggi. Dengan adanya opsi pesan sekali baca, risiko kebocoran informasi sensitif melalui chat bisa diminimalkan secara signifikan.
Sementara itu, WhatsApp juga terus mengembangkan berbagai fitur keamanan lainnya. Tim pengembang baru-baru ini menggarap fitur scam alert untuk melindungi pengguna dari modus penipuan yang semakin marak.
Baca Juga:
Kehadiran fitur pesan sekali baca ini menjadi angin segar bagi pengguna WhatsApp yang selama ini merasa tertinggal dari aplikasi pesan lainnya. Meskipun belum ada tanggal pasti, tanda-tanda menuju peluncuran global sudah mulai terlihat.
Dengan semakin lengkapnya fitur privasi di WhatsApp, pengguna tidak perlu lagi mencari aplikasi alternatif hanya untuk mengirim pesan rahasia. Semua kebutuhan komunikasi bisa dilakukan dalam satu platform yang sama.
Fitur ini juga akan sangat berguna bagi para profesional yang sering bertukar informasi sensitif, seperti data klien, kata sandi sementara, atau dokumen rahasia lainnya. Dengan pesan yang otomatis hilang setelah dibaca, risiko penyalahgunaan data bisa ditekan.
Namun, pengguna tetap perlu berhati-hati karena fitur ini tidak sepenuhnya anti bocor. Penerima masih bisa memotret layar menggunakan kamera ponsel lain, meskipun WhatsApp sudah memblokir screenshot internal. Oleh karena itu, fitur ini sebaiknya digunakan untuk situasi yang memang membutuhkan tingkat privasi ekstra.
WhatsApp juga terus berinovasi di tengah berbagai tantangan, termasuk ancaman keamanan dari kelompok peretas. Baru-baru ini, NSO Group kembali mengincar pengguna WhatsApp, mendorong Meta untuk meminta bantuan pengadilan.
Fitur pesan sekali baca ini menjadi bukti bahwa WhatsApp serius dalam meningkatkan keamanan dan privasi penggunanya. Dengan pengujian yang sudah berjalan di dua platform utama, peluncuran resmi tinggal menunggu waktu.
Bagi pengguna yang tidak sabar, opsi untuk bergabung dalam program beta bisa menjadi jalan pintas untuk mencoba fitur ini lebih awal. Namun, perlu diingat bahwa versi beta biasanya masih mengandung bug dan belum stabil sepenuhnya.





Komentar
Belum ada komentar.