Pernahkah Anda mengirim foto atau video di WhatsApp, hanya untuk menyadari bahwa penerima bisa menyimpannya tanpa izin? Situasi yang membuat tidak nyaman ini segera berubah. Bocoran terbaru mengindikasikan WhatsApp sedang mengembangkan fitur privasi revolusioner yang akan memberi Anda kendali lebih atas media yang dibagikan.
Selama ini, WhatsApp secara default menyimpan semua media yang diterima di galeri ponsel pengguna. Praktik ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika berbagi konten sensitif. Namun, dalam pembaruan beta terbaru untuk Android, terlihat jejak fitur yang memungkinkan pengguna mencegah penyimpanan otomatis media oleh penerima pesan.
Fitur ini bukan sekadar rumor belaka. Screenshot dari versi beta menunjukkan opsi “privacy chat tingkat lanjut” yang akan membatasi akses penerima terhadap media yang dikirim. Ini adalah langkah besar dalam evolusi privasi digital, mengikuti jejak fitur “pesan menghilang” yang sudah ada sebelumnya.
Mengenal Fitur Privasi Baru WhatsApp
Fitur baru ini bekerja dengan dua cara utama. Pertama, ketika diaktifkan, media yang Anda kirim tidak akan otomatis tersimpan di perangkat penerima. Kedua, fitur ini akan membatasi ekspor riwayat chat untuk percakapan dengan pengguna yang mengaktifkan setelan ini.
Namun, ada beberapa batasan yang perlu dicatat:
- Penerima masih bisa meneruskan pesan
- Fitur tidak mencegah screenshot (seperti pada pesan menghilang)
- Meta AI tidak akan berfungsi dalam chat dengan setelan ini
Perbandingan dengan Fitur Sejenis
Fitur ini mirip dengan opsi “View Once” yang sudah ada, tetapi dengan cakupan lebih luas. Berikut perbedaannya:
Fitur | View Once | Privacy Chat Baru |
---|---|---|
Jenis Media | Foto/Video | Semua media + teks |
Penyimpanan | Tidak bisa disimpan | Bisa dilihat tapi tidak otomatis tersimpan |
Durasi | Hanya sekali buka | Selama chat ada |
Kapan Fitur Ini Akan Tersedia?
Menurut sumber terpercaya, fitur ini masih dalam tahap pengembangan intensif. WhatsApp dikenal sering menguji fitur dalam versi beta selama berbulan-bulan sebelum merilisnya ke publik. Prediksi terbaik adalah fitur ini akan meluncur secara resmi dalam beberapa bulan mendatang.
Yang menarik, fitur ini akan bersifat opt-in, artinya pengguna harus secara manual mengaktifkannya. Pendekatan ini mirip dengan cara WhatsApp memperkenalkan end-to-end encryption bertahun-tahun lalu – perlahan tapi pasti menjadi standar.
Dengan semakin tingginya kesadaran akan privasi digital, fitur ini diprediksi akan menjadi salah satu pembaruan paling ditunggu tahun 2025. Apakah Anda siap menyambut era baru privasi di WhatsApp?