telset

Uber Uji Coba Fitur Deteksi Tabrakan via Smartphone

Telset.id, Jakarta  – Uber mulai menguji fitur keamanan yang akan memungkinkan petugas mendeteksi penghentian tak terduga atau kemungkinan tabrakan menggunakan GPS smartphone dan sensor lain seperti giroskop dan akselerometer.

Satu tahun setelah debut tes beta, Uber mengumumkan RideCheck di Amerika Serikat. Fitur baru itu tersedia untuk semua pengendara dan pengemudi. Perusahaan memiliki rencana untuk memperluasnya ke lebih banyak negara pada masa depan.

{Baca juga: Tak Mau Terjebak Macet? Coba Pakai Uber Copter}

Karena setiap perjalanan ada di peta, perusahaan tahu di mana dan kapan Anda naik dan siapa yang mengantar ke tujuan. Menggunakan data khusus dan sensor lain di smartphone pengemudi, layanan transportasi online ini dapat mendeteksi kemungkinan kerusakan di jalan.

Lewat RideCheck, dikutip Telset.id dari Phone Arena, Rabu (18/9/2019), pengemudi akan menerima pemberitahuan yang menanyakan apakah semuanya baik-baik saja. Melalui aplikasi itu, pengemudi bisa memberi tahu Uber bahwa semuanya tak ada masalah.

Atau, kalau ternyata ada problem, pengemudi bisa memberikan informasi guna mendapatkan rekomendasi untuk segera mengambil tindakan lain seperti menggunakan tombol darurat. Pengemudi bisa melaporkan masalah tersebut ke Safety Line.

Uber mengatakan bahwa jika terjadi kecelakaan, aplikasi RideCheck dapat membantu mempercepat proses klaim asuransi. Selain itu, informasi menyebut bahwa perusahaan menjanjikan peningkatan teknologi melalui skenario tambahan untuk RideCheck.

Juli 2019 lalu, Uber menyiapkan fitur baru bernama Dine-in alias makan di tempat. Uber melakukan uji coba untuk layanan baru itu di Uber Eats. Layanan makan di tempat ini berbeda meski masih memungkinkan pelanggan untuk memesan makanan.

{Baca juga: Uber Eats Uji Coba Fitur “Makan di Tempat”}

Nantinya, pengguna bisa memesan makanan di restoran favorit sebelum datang ke lokasi untuk menikmatinya. Sayang, layanan Dine-in tersebut baru hadir untuk pengguna di kota-kota tertentu di Amerika Serikat meski akan mengembangkan ke negara lain. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0