Ilustrasi fitur live video streaming Uber untuk memantau keamanan remaja selama perjalanan

Uber Luncurkan Live Video Streaming untuk Pantau Keamanan Remaja

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Uber memperkenalkan fitur live video streaming untuk memantau keamanan remaja selama perjalanan
  • Fitur menggunakan kamera selfie pengemudi untuk memberikan pandangan ke kabin kendaraan
  • Hanya orang tua atau wali dengan akun tertaut yang dapat melihat siaran langsung
  • Rekaman terenkripsi disimpan dan otomatis dihapus setelah 14 hari kecuali ada laporan keamanan
  • Tidak ada opsi opt-out bagi penumpang lain untuk tidak tampil dalam siaran
  • Uji coba berlangsung di 9 lokasi: Atlanta, Phoenix, Orlando, Raleigh-Durham, Portland, San Antonio, Cleveland, Rhode Island, dan El Paso
  • Fitur akan tersedia di seluruh AS dalam beberapa pekan ke depan
  • Akun remaja Uber pertama kali diperkenalkan di AS pada 2023 dan telah diperluas ke lebih dari 50 negara
  • Kejelasan apakah video menggunakan enkripsi end-to-end masih belum dipastikan

Telset.id – Uber memperkenalkan fitur live video streaming yang memungkinkan orang tua memantau langsung kondisi di dalam kendaraan saat anak remaja mereka menggunakan layanan ride-hailing. Fitur ini menggunakan kamera selfie pada ponsel pengemudi untuk memberikan pandangan langsung ke kabin kendaraan, dan akan tersedia di seluruh Amerika Serikat dalam beberapa pekan ke depan.

Fitur ini dirancang khusus untuk akun remaja (teen accounts) yang pertama kali diperkenalkan Uber di AS pada 2023 dan kini telah diperluas ke lebih dari 50 negara. Ketika seorang remaja melakukan perjalanan, orang tua atau wali yang terdaftar akan menerima notifikasi push jika siaran langsung tersedia. Pengemudi mungkin akan diminta memasang ponselnya agar kamera memiliki pandangan jelas ke kursi belakang.

Orang tua atau wali dapat mulai menonton siaran tersebut dengan satu ketukan, dan baik remaja maupun pengemudi akan mendapat notifikasi bahwa siaran sedang berlangsung. Uber menegaskan bahwa hanya orang tua atau wali yang akunnya tertaut dengan akun remaja yang dapat melihat aliran video tersebut.

Salah satu aspek penting dari fitur ini adalah tidak ada opsi opt-out bagi penumpang lain yang ikut bepergian dengan remaja untuk tidak tampil dalam siaran langsung. Artinya, siapa pun yang berada di dalam kendaraan selama perjalanan akan terlihat dalam feed video.

Setelah perjalanan selesai, feed video pun berakhir. Baik remaja, orang tua, maupun pengemudi tidak akan memiliki akses ke rekaman video setelah perjalanan usai. Uber akan menyimpan rekaman terenkripsi yang secara otomatis dihapus setelah 14 hari, kecuali jika ada laporan keamanan yang diajukan.

Perusahaan hanya dapat menggunakan kunci dekripsi untuk mengakses rekaman jika perlu menyelidiki suatu insiden. Dalam kasus seperti itu, Uber akan menyimpan rekaman tersebut, berpotensi lebih lama dari 14 hari, sesuai dengan kebijakan retensi datanya.

Meskipun Uber menyatakan video tersebut “terenkripsi,” belum jelas apakah enkripsi tersebut bersifat end-to-end, yang berarti Uber tidak akan dapat mengakses rekaman. Juru bicara Uber tidak memberikan jawaban saat ditanya oleh TechCrunch mengenai hal ini.

Uber saat ini sedang menjalankan uji coba fitur ini di sembilan lokasi: Atlanta, Phoenix, Orlando, Raleigh-Durham, Portland, San Antonio, Cleveland, Rhode Island, dan El Paso. Perusahaan berencana membuat alat video langsung ini tersedia di seluruh AS dalam beberapa pekan mendatang.

Fitur ini hadir di tengah berbagai perkembangan lain yang dialami Uber. Sebelumnya, perusahaan ini menghadapi denda besar di Eropa yang mencapai Rp15 triliun. Di sisi lain, Uber juga aktif berekspansi di sektor robotaxi, termasuk ekspansi 2.000 robotaxi di Eropa bersama Pony.ai.

Tujuan utama fitur ini adalah memberikan ketenangan pikiran bagi orang tua. Dengan kemampuan melihat langsung ke dalam kendaraan selama perjalanan, orang tua dapat memastikan anak mereka berada dalam kondisi aman. Fitur ini juga menjadi tambahan lapisan keamanan di atas fitur keselamatan lain yang sudah ada pada akun remaja Uber.

Uber menekankan bahwa akses ke siaran langsung ini sangat terbatas. Hanya akun orang tua atau wali yang tertaut dengan akun remaja yang dapat melihat feed. Ini memastikan bahwa tidak ada pihak lain yang dapat mengintip perjalanan tanpa izin.

Perlu dicatat bahwa fitur ini menggunakan kamera selfie pengemudi, bukan kamera khusus yang dipasang di kendaraan. Ini berarti kualitas dan sudut pandang video dapat bervariasi tergantung pada posisi ponsel pengemudi. Uber akan meminta pengemudi untuk memasang ponsel mereka dengan benar agar kamera memiliki pandangan yang jelas ke kursi belakang.

Dari sisi privasi, kebijakan Uber cukup ketat. Rekaman tidak dapat diakses oleh siapa pun setelah perjalanan selesai, dan hanya dapat diakses oleh Uber dengan kunci dekripsi khusus jika ada laporan keamanan. Rekaman juga dihapus otomatis setelah 14 hari jika tidak ada insiden yang dilaporkan.

Fitur live video streaming ini merupakan langkah Uber untuk memperkuat ekosistem keamanan bagi pengguna remaja. Dengan adanya kemampuan pemantauan langsung, diharapkan orang tua merasa lebih tenang saat anak mereka menggunakan layanan Uber. Ini juga menunjukkan komitmen Uber dalam menghadirkan inovasi yang berfokus pada keselamatan penumpang.

Peluncuran bertahap ini dimulai dari sembilan kota di AS sebelum diperluas ke seluruh negeri. Uber tampaknya ingin memastikan fitur berjalan lancar di pasar-pasar awal sebelum meluncurkannya secara nasional. Pendekatan bertahap ini juga memungkinkan Uber untuk mengumpulkan umpan balik dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.

Ke depannya, fitur ini berpotensi menjadi standar baru dalam layanan ride-hailing untuk pengguna muda. Dengan kombinasi notifikasi real-time dan akses video langsung, orang tua memiliki visibilitas yang belum pernah ada sebelumnya terhadap perjalanan anak mereka. Ini adalah contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan keselamatan dan memberikan ketenangan pikiran bagi keluarga.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.