Twitter Perbarui Kebijakan untuk Cegah Permainan Buzzer

Telset.id, Jakarta – Twitter kini memiliki satu set pedoman baru yang melarang cuitan, like, dan follow dalam jumlah besar. Kebijakan tersebut betujuan untuk membasmi bot posting tweet yang berpotensi disalahgunakan.

Untuk membasmi penyalahgunaan bot posting tweet , Twitter menyasar tiga area yang berbeda. Pertama, aplikasi pihak ketiga tidak lagi bisa mengizinkan pengguna untuk sertamerta mengepose konten serupa ke beberapa akun.

Kedua, menurut The Verge, Twitter juga melarang pengguna biasa untuk menggunakan sejumlah akun untuk mencuit, like, atau follow orang dalam jumlah banyak.

[Baca juga: Semua Akun Twitter akan Punya Centang Biru]

Dus, ketiga, Twitter menghalau bot yang memakai tanda pagar tertentu. Upaya itu untuk menghapus unggahan otomatis yang berpotensi membuat tanda pagar lebih populer di trending topic Twitter.

Aplikasi pihak ketiga memilki waktu hingga 23 Maret 2018 untuk menghapus fitur bot tersebut. Jika tidak, mereka akan menghadapi kemungkinan penangguhan aplikasi dan akun.

Tak cuma itu, Twitter menerapkan pula kebijakan serupa untuk TweetDeck. Artinya, pengguna tidak akan lagi bisa memanfaatkan aplikasi tersebut untuk menjadi buzzer.

Bot dipercaya sebagai biang kerok di balik situasi panas pada Pilpres AS 2016. Belakangan, 13 orang dan lembaga diketahui telah mengganggu pesta demokrasi yang memenangkan Donald Trump sebagai Presiden ke-45 AS pada tahun lalu.

[Baca juga: Setelah Facebook, Twitter Juga Latah ‘Jiplak’ Snapchat?]

“Kebijakan ini merupakan langkah penting untuk memastikan agar kami tetap berada selangkah lebih maju dibanding aktivitas berbahaya di linimasa. Kami mencoba melawan keberadaan berita palsu yang merugikan salah satu pihak,” tegas Kepala Kebijakan API dan Kepercayaan Produk Twitter, Yoel Roth. [SN/HBS]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here