Telset.id – Tinder memperluas fitur acara tatap muka (in-person events) ke puluhan kota baru pada September 2025 sebagai respons atas menurunnya pendapatan dan perubahan perilaku pengguna Gen Z. Perusahaan induk Tinder, Match Group, melaporkan pendapatan aplikasi kencan andalannya mengalami penurunan pada kuartal kedua, yang membuat saham perusahaan jatuh lebih dari 10% dalam perdagangan setelah jam bursa.
Meski demikian, Match Group tetap optimistis terhadap upaya kebangkitan Tinder. CEO Spencer Rascoff menyebut penurunan pengguna aktif bulanan (MAU) Tinder di Q2 2025 sebesar 7%, sedikit lebih baik dibandingkan penurunan 8% pada kuartal sebelumnya. Rascoff juga meyakini pertumbuhan pengguna aktif harian (DAU) Tinder akan kembali positif “dalam waktu dekat”, meskipun aplikasi ini belum mencatat pertumbuhan pengguna positif dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
Perubahan Perilaku Gen Z
Match Group yang juga mengoperasikan Hinge, OkCupid, Match, PlentyofFish, dan aplikasi kencan lainnya, tengah bersiap menghadapi masa depan di mana kencan online mungkin mulai ditinggalkan. Berbagai laporan menunjukkan pengguna Gen Z semakin beralih ke pengalaman dunia nyata yang membuat mereka lepas dari gawai dan keluar rumah untuk terhubung dengan orang lain.
Data internal Match Group kini mendukung tren tersebut. “Riset internal kami menunjukkan hampir setengah dari lajang berusia 18 hingga 29 tahun ingin berbagi pengalaman tatap muka dengan orang-orang yang berpotensi menjadi koneksi yang lebih dekat,” ujar Rascoff. “Namun, untuk generasi yang tumbuh dengan internet, transisi ke kehidupan nyata masih terasa sulit. Itulah mengapa kami berfokus pada cara yang lebih sosial dan bertekanan rendah bagi pengguna untuk terhubung di dunia nyata.”
Perubahan perilaku ini sejalan dengan perkembangan di industri aplikasi kencan secara lebih luas. Sebelumnya, Facebook Dating juga telah merambah pasar Amerika Serikat. Sementara itu, inovasi berbasis teknologi seperti Tokyo Enmusubi yang memanfaatkan AI untuk menghasilkan 265 pernikahan menjadi alternatif solusi krisis demografi.
Ekspansi Fitur Events
Pada Maret 2025, Tinder memperkenalkan acara tatap muka yang dimulai dari Los Angeles. Acara-acara ini ditampilkan dalam tab Events khusus di aplikasi seluler Tinder. Tab ini menampilkan berbagai acara lokal pilihan yang diadakan di speakeasies, arena bowling, rave, dan kelas keramik.
Rascoff menyebut 71% pengguna aktif Tinder di Los Angeles berusia 18 hingga 24 tahun telah berinteraksi dengan bagian baru tersebut. Angka ini menunjukkan “adopsi yang sangat kuat” di kalangan pengguna Gen Z. Sejak debutnya pada Maret, perusahaan telah menampilkan lebih dari 60 acara.
Sekarang, Tinder memperluas upaya acara ini melampaui uji beta awal di LA. Sejak Maret, tab Events telah diluncurkan di sembilan kota tambahan di Amerika Serikat dan Eropa. Targetnya, fitur ini akan menjangkau 26 kota secara global pada akhir September 2025. Pada akhir 2026, Tinder memperkirakan fitur ini akan diluncurkan di 75 kota.
Rascoff menjelaskan kepada analis bahwa Events dikembangkan melalui “model berbiaya rendah yang dibangun terutama berdasarkan kemitraan dengan penyedia acara terkemuka”. Dengan kata lain, Tinder sendiri tidak menjalankan acara secara langsung, melainkan hanya membuat acara tersebut dapat ditemukan melalui aplikasi mereka. Strategi ini berpotensi memberikan data berharga bagi perusahaan jika ingin berinvestasi lebih langsung dalam acara semacam itu di masa depan.
“Kami melihat nilai acara ini melampaui sekadar mereka yang menghadirinya,” kata CEO tersebut. “Menghadirkan koneksi dunia nyata ke dalam pengalaman dapat membantu mengubah persepsi tentang Tinder dan kategori ini secara lebih luas, memberi para lajang alasan untuk mempertimbangkan kembali dan mencoba aplikasi ini. Sinyal awal mendukung potensi tersebut. Sekitar tiga dari lima orang yang saat ini tidak menggunakan Tinder mengatakan acara akan membuat mereka lebih mungkin untuk mencobanya, dan proporsi serupa mengatakan hal itu akan membuat koneksi terasa lebih mudah.”
Bagi pengguna yang tertarik mencoba aplikasi kencan lain, ada beberapa aplikasi dating alternatif yang bisa dipertimbangkan. Sementara itu, kehadiran fitur acara offline ini menjadi strategi Tinder untuk tetap relevan di tengah perubahan preferensi pengguna muda.
Baca Juga:
Langkah Tinder ini menunjukkan bagaimana platform kencan online beradaptasi dengan kebutuhan pengguna yang menginginkan interaksi lebih autentik. Dengan ekspansi ke 75 kota pada akhir 2026, Tinder berharap dapat membalikkan tren penurunan pengguna dan menarik kembali minat generasi muda yang mulai jenuh dengan kencan digital murni.
Data pendapatan yang menurun menjadi sinyal bahwa model kencan online tradisional perlu berinovasi. Melalui fitur Events, Tinder mencoba menjembatani kesenjangan antara interaksi digital dan pengalaman nyata yang semakin dicari pengguna muda. Keberhasilan strategi ini akan menentukan apakah Tinder dapat mempertahankan posisinya di tengah persaingan industri aplikasi kencan yang semakin ketat.





Komentar
Belum ada komentar.