📑 Daftar Isi

Tampilan aplikasi Snapseed di perangkat Android dengan antarmuka pengeditan foto

Snapseed Camera Update Hadirkan Fitur Geotagging dan Penyimpanan Foto Asli

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Snapseed Camera versi 4.1.1.x di Android hadirkan fitur Location Metadata untuk geotagging
  • Fitur "Capture original for re-editing" simpan salinan foto asli tanpa edit
  • Pengguna bisa memilih lokasi penyimpanan terpisah untuk foto asli dan editan
  • Google konsisten perbarui Snapseed Camera setelah bertahun-tahun minim update
  • Sebelumnya Google sudah tambah dukungan RAW editing dan grid lines
  • Snapseed Camera berpotensi jadi alternatif aplikasi kamera bawaan

Telset.id – Google kembali memperbarui Snapseed Camera dengan dua fitur praktis yang selama ini menjadi standar di aplikasi kamera modern. Update terbaru ini memungkinkan pengguna menyimpan salinan foto asli untuk diedit ulang dan mendukung penyematan data lokasi langsung ke dalam gambar.

Kedua fitur tersebut hadir melalui Snapseed Camera versi 4.1.1.x di Android. Meski tidak spektakuler, penambahan ini menandai perubahan strategi Google yang mulai serius mengembangkan aplikasi kamera pendamping Snapseed setelah bertahun-tahun berjalan lambat.

Snapseed on Android

Fitur Geotagging dan Penyimpanan Foto Asli

Fitur pertama yang diperkenalkan adalah Location Metadata. Pengaturan baru ini memungkinkan foto yang diambil menggunakan Snapseed Camera menyertakan informasi geotag. Secara default, fitur ini dalam kondisi nonaktif dan pengguna harus memberikan izin lokasi Android sebelum kamera mulai merekam data tempat pengambilan gambar.

Bagi banyak pengguna, geotagging mungkin terlihat sepele. Namun dalam praktiknya, fitur ini sangat membantu mengatur koleksi foto dalam jumlah besar. Aplikasi seperti Google Photos dapat mengelompokkan gambar berdasarkan lokasi, sehingga memudahkan pengguna menelusuri kembali liburan, perjalanan darat, atau momen-momen penting di masa lalu.

Fitur kedua dinilai lebih berguna bagi para penggemar fotografi. Opsi “Capture original for re-editing” memungkinkan Snapseed Camera menyimpan versi foto yang belum diedit bersama dengan hasil editan. Pengguna yang menerapkan Film Styles atau Looks kini bisa kembali ke foto asli tanpa harus terkunci pada satu hasil editan saja.

Pembaruan ini juga menghadirkan kontrol untuk memilih lokasi penyimpanan terpisah antara foto yang sudah diedit dan foto asli. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna dalam mengelola file.

Google Serius Kembangkan Snapseed

Jika dilihat terpisah, kedua fitur ini bukanlah penambahan yang revolusioner. Namun yang menarik adalah kecepatan peluncurannya. Awal bulan ini, Google telah memperluas dukungan pengeditan RAW di Snapseed dan menambahkan alat seperti garis bantu (grid lines), indikator level, serta kontrol pengeditan yang lebih baik ke aplikasi kamera.

Pembaruan terbaru ini membangun peningkatan-peningkatan sebelumnya, bukan sekadar menambahkan fitur yang terisolasi. Hal ini mengindikasikan upaya yang lebih luas untuk memodernisasi aplikasi yang sempat dianggap tidak lagi menjadi prioritas Google.

Hal ini penting karena fotografi ponsel semakin bergantung pada perangkat lunak. Sementara produsen terus meningkatkan perangkat keras kamera, banyak pengguna kini menilai pengalaman kamera berdasarkan fleksibilitas yang ditawarkan setelah tombol rana ditekan. Fitur seperti pengeditan non-destruktif, alur kerja RAW, dan manajemen foto yang terorganisir telah menjadi standar ekspektasi, terutama di kalangan penggemar fotografi.

Snapseed sendiri sudah memiliki basis penggemar setia berkat alat pengeditannya yang kuat. Namun aplikasi kamera pendampingnya selama ini kesulitan meraih perhatian serupa. Pembaruan bertahap ini menunjukkan Google mencoba menutup kesenjangan tersebut dengan membuat pengalaman memotret sama mumpuninya dengan alur kerja pengeditan.

Jika Google mempertahankan ritme peluncuran ini, Snapseed Camera berpotensi berkembang menjadi alternatif yang menarik bagi aplikasi kamera bawaan. Terutama bagi pengguna yang menginginkan kendali lebih besar atas cara foto diambil, disimpan, dan diedit tanpa harus bergantung pada perangkat lunak fotografi pihak ketiga.

Bagi pengguna yang penasaran dengan perkembangan sebelumnya, Google juga telah memperkenalkan tampilan baru melalui Snapseed 2.0 yang menghadirkan perubahan tampilan dan efek baru yang signifikan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.