Polisi Protes Fitur ‘Pemberitahuan Razia’ di Waze

Telset.id, Jakarta – Aplikasi navigasi, Waze bermanfaat memberi laporan terbaru kepada pengguna terkait situasi jalan, termasuk kemungkinan razia kendaraan dari pihak kepolisian. Namun fitur pemberitahuan razia ini mendapat protes dari pihak Kepolisian New York. Kenapa?

Merasa privasi aparat terganggu, Departemen Kepolisian New York mengirim surat ke Google. Mereka meminta supaya fitur pemberitahuan informasi pemeriksaan polisi di Waze ditarik.

Departemen Kepolisian New York mengatakan bahwa mengizinkan orang untuk berbagi lokasi pos pemeriksaan menghalangi kemampuan petugas untuk menjaga jalan dan lalu lintas tetap aman.

Pengeposan informasi tersebut untuk konsumsi publik tidak bertanggung jawab. Sebab, fungsinya hanya membantu pengemudi yang mengalami gangguan dan mabuk untuk mengelak dari razia.

{Baca juga: Saingi Google Maps, Waze akan Terkoneksi ke Spotify}

“Fitur di Waze mendorong orang untuk mengemudi secara sembrono,” tulis Wakil Komisaris Departemen untuk Masalah Hukum, Ann P Prunty, dalam surat seperti dilansir Independent.

Ia menambahkan, orang-orang yang berbagi lokasi pos pemeriksaan di Waze mungkin melanggar hukum dengan mencoba mencegah dan atau mengganggu administrasi undang-undang negara.

Dikutip Telset.id pada Minggu (10/2/2019), Waze tak mengizinkan pengemudi untuk secara khusus mengidentifikasi pos pemeriksaan. Namun, orang lain bisa meninggalkan komentar di ikon kartun.

Google mengatakan bahwa keselamatan adalah prioritas utama dan memberi tahu pengemudi mengenai jebakan kecepatan memungkinkan untuk membawa kendaraan secara lebih berhati-hati.

Helen Witty, Presiden Nasional Mothers Against Drunk Driving, mencatat bahwa fitur pos pemeriksaan sering dipublikasikan. Namun, pengguna bisa mengabaikannya jika merasa terganggu.

{Baca juga: Mirip Waze, Google Maps Uji Coba Fitur “Info Kecelakaan”}

Berdasarkan data terkini dari Centers for Disease Control and Prevention, fitur pos pemeriksaan di aplikasi navigasi buatan Google itu mengurangi risiko kecelakaan mengemudi dalam keadaan mabuk sebesar 20 persen. [SN/HBS]

Sumber: Independent

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0