Tampilan antarmuka aplikasi Outernet untuk menyimpan acara dan tempat

Outernet Bantu Wujudkan Keinginan Jalan-Jalan dari Media Sosial

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Outernet adalah aplikasi baru yang membantu pengguna mengubah inspirasi dari media sosial menjadi aktivitas nyata di dunia luar
  • Didirikan oleh Danielle Egan dan Athena Leong, kreator perburuan harta karun "Pursuit" di San Francisco
  • Aplikasi memanfaatkan AI untuk menarik informasi tanggal, waktu, lokasi, dan detail aktivitas dari konten yang disimpan
  • Fitur unggulan termasuk pengingat proaktif, integrasi kalender, peta, dan rencana fitur paspor digital
  • Model bisnis freemium dengan langganan premium $6,99/bulan atau $39,99/tahun
  • Saat ini memiliki sekitar 18.000 pengguna dan sudah menguntungkan setelah dua bulan beroperasi
  • Tersedia di iOS dengan sistem undangan, kode "coffeewalk" untuk akses cepat

Telset.id – Outernet, sebuah aplikasi baru yang didirikan oleh Danielle Egan dan Athena Leong, hadir untuk menjembatani keinginan beraktivitas di dunia nyata dengan konten yang menginspirasi di media sosial. Aplikasi ini dirancang sebagai “mesin motivasi untuk IRL” (in real life), yang menghilangkan hambatan antara keinginan untuk melakukan sesuatu dan benar-benar melakukannya.

Konsep Outernet berangkat dari perilaku umum pengguna media sosial yang sering menyimpan postingan tentang acara, restoran, atau tempat menarik, namun kemudian melupakannya karena terus menerus mengonsumsi konten baru. Outernet memecahkan masalah ini dengan melacak semua hal yang ingin dilakukan atau tempat yang ingin dikunjungi dalam satu antarmuka yang terorganisir.

Nama Outernet sendiri terinspirasi dari konsep menggunakan internet sebagai alat untuk mendorong penggunanya keluar rumah. Aplikasi ini termasuk dalam kategori aplikasi yang membantu pengguna menyimpan hal-hal yang dilihat secara online, seperti acara lokal, restoran, atau bar yang ingin dicoba, dan mengubahnya menjadi daftar aktivitas untuk menjelajahi dunia sekitar.

## Cara Kerja Aplikasi Outernet

Untuk menyimpan postingan ke aplikasi, pengguna cukup mengetuk opsi berbagi dari aplikasi sumber, seperti TikTok atau Instagram, lalu menggulir daftar tempat berbagi hingga menemukan Outernet. Pengguna juga dapat menempelkan URL media sosial atau tautan situs web langsung ke aplikasi, atau mengunggah foto dari sesuatu yang dilihat, seperti selebaran.

Outernet memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menarik informasi yang relevan, seperti tanggal, waktu, lokasi, dan detail tentang aktivitas yang ingin dicoba atau lokasi tempat yang ingin dikunjungi. Acara disimpan ke dalam aliran kronologis yang dapat dilihat kembali kapan pun pengguna mencari sesuatu untuk dilakukan.

Tampilan aplikasi Outernet untuk menyimpan aktivitas dan tempat

Aktivitas lain tanpa tanggal, serta tempat yang ingin dikunjungi, diorganisasikan ke dalam tab terpisah di dalam aplikasi. Pengguna juga dapat menyimpan acara ke Kalender Apple atau Google, atau melihatnya di peta Outernet. Aplikasi ini juga dapat mengirim pengingat proaktif dan dorongan yang mendorong pengguna untuk melakukan hal-hal yang telah disimpan.

## Latar Belakang Pendiri Outernet

Yang membedakan Outernet dari aplikasi serupa seperti Albo, Tabi, atau Plotline adalah siapa yang berada di belakangnya: para pendiri yang telah mencurahkan banyak waktu untuk keceriaan dan bersenang-senang secara offline. Egan, yang sebelumnya bekerja di LinkedIn dalam bidang product BizOps, memiliki persona offline yang sangat berbeda dari pekerjaan hariannya.

“Saya sangat bersemangat mengajak orang keluar rumah dan melakukan berbagai hal,” jelas Egan. “Saya suka menangkap perhatian dengan cara yang tidak terduga dan memberikan hal-hal yang menyenangkan.”

Leong, yang berlatar belakang ilmu komputer dan perkembangan anak sebelum bekerja di desain game petualangan, menambahkan bahwa ide Outernet muncul dari pengalaman mereka merancang perburuan harta karun di seluruh kota San Francisco yang disebut “Pursuit.” Permainan sebulan ini menarik partisipasi sekitar 1,5% dari populasi San Francisco pada edisi terbarunya.

Ilustrasi fitur penyimpanan konten di aplikasi Outernet

Saat berbincang dengan peserta, para pendiri menemukan bahwa orang-orang tidak terlibat karena menyukai perburuan harta karun atau game petualangan; mereka hanya ingin alasan untuk keluar rumah. “Kami menyadari bahwa orang-orang benar-benar memiliki selera untuk melakukan berbagai hal, seperti pergi berpetualang. Ini tren baru,” catat Leong.

## Fitur Paspor dan Gamifikasi

Saat pengguna menjelajahi tempat-tempat di dunia nyata, mereka dapat “menstempel” tempat tersebut, membangun apa yang kelak akan menjadi paspor yang mendokumentasikan aktivitas mereka. Egan mengungkapkan rencana produk masa depan yang sedang dipikirkan, termasuk kemungkinan membuat buku paspor di mana pengguna dapat melihat semua hal yang telah dilakukan.

“Kami memikirkan berbagai cara untuk menciptakan semacam buku paspor di mana Anda dapat melihat semua hal [yang telah dilakukan] dan mungkin membagikannya dengan teman-teman serta mendapatkan rasa bangga,” kata Egan. Mereka juga mempertimbangkan penggunaan teknik gamifikasi tradisional untuk mendorong aktivitas, seperti memberikan stempel saat mencapai tonggak tertentu.

## Pertumbuhan dan Model Bisnis Outernet

Aplikasi Outernet telah berada di pasar selama sekitar dua bulan dan sudah menguntungkan dari langganan premium seharga $6,99 per bulan atau $39,99 per tahun, yang memungkinkan pengguna menyimpan lebih banyak item per hari. Aplikasi ini memiliki sekitar 18.000 pengguna secara total, dan tim sedang bereksperimen dengan cepat dengan ide-ide baru.

Para pendiri saat ini sedang melakukan percakapan santai dengan investor tentang langkah berikutnya, tetapi menemukan kecocokan yang tepat adalah kuncinya. “Kami ingin membawa investor — jika kami melakukannya — [yaitu] orang-orang yang benar-benar selaras dengan kami,” kata Leong. “Kami suka main-main, dan kami harus menemukan investor yang cocok.”

Tampilan peta dan daftar tempat di aplikasi Outernet

Egan juga menyoroti peran komunitas dalam ekosistem Outernet. “Ada begitu banyak acara komunitas yang luar biasa, dan sebagai penyelenggara komunitas sendiri, kami sangat terhubung dengan dunia itu,” tambah Egan. “Yang sulit adalah ada orang-orang di lapangan — penyelenggara komunitas yang luar biasa yang menyelenggarakan acara-acara menakjubkan ini, dan mereka tidak tahu cara menjangkau orang karena pemasaran dan menarik perhatian orang adalah keterampilan yang sangat berbeda. Dan itu adalah sesuatu yang kami unggulkan. Jadi kami melihat diri kami sebagai penghubung.”

Outernet saat ini bersifat undangan saja dan tersedia di iOS, dengan daftar tunggu Android. Pembaca TechCrunch dapat menggunakan kode undangan “coffeewalk” untuk melewati daftar tunggu.

Dengan pendekatan yang berfokus pada pengalaman nyata dan dukungan komunitas, Outernet menawarkan cara baru bagi pengguna untuk mengubah inspirasi digital menjadi petualangan nyata di dunia sekitar mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.