📑 Daftar Isi

MapQuest menempati peringkat 4 aplikasi gratis di Apple App Store setelah kebijakan perubahan nama Lake Ontario

MapQuest Melonjak ke Peringkat 4 di App Store Usai Ubah Nama Lake Ontario

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • MapQuest menempati peringkat ke-4 aplikasi gratis di Apple App Store, di belakang ChatGPT, Vinted, dan ESPN Fantasy Sports
  • Di Google Play Store, MapQuest berada di peringkat ke-15 secara keseluruhan
  • Lonjakan unduhan dipicu kebijakan Trump mengganti nama Lake Ontario menjadi Lake America
  • Google mengubah peta untuk pengguna AS, sementara pengguna Kanada tetap melihat Lake Ontario
  • MapQuest menyatakan tidak akan mengubah nama danau besar tersebut melalui unggahan di X
  • Doug Berger, General Manager MapQuest, menyatakan ratusan ribu pengguna mengunduh aplikasi mereka
  • Peringkat ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah 30 tahun MapQuest
  • MapQuest meluncurkan permainan untuk mengganti nama Lake Ontario dan membagikannya di media sosial
  • Apple Maps masih menampilkan Lake Ontario dengan nama asli namun mengubah Teluk Meksiko menjadi Gulf of America

Telset.id – Aplikasi peta pihak ketiga MapQuest mencatat lonjakan unduhan signifikan hingga menempati peringkat ke-4 aplikasi gratis di Apple App Store. Pencapaian ini terjadi setelah kebijakan perubahan nama Lake Ontario menjadi “Lake America” di Google Maps memicu reaksi pengguna.

MapQuest, aplikasi yang dulu populer untuk mencetak petunjuk arah, kini berada di belakang ChatGPT, Vinted, dan ESPN Fantasy Sports di Apple App Store. Sementara itu, di Google Play Store, aplikasi ini menempati peringkat ke-15 secara keseluruhan. Lonjakan popularitas ini berkaitan langsung dengan ketegangan tarif antara Amerika Serikat dan Kanada.

Minggu lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa ia mengganti nama Lake Ontario menjadi “Lake America”. Keputusan ini kemudian ditindaklanjuti dengan perintah eksekutif pada akhir pekan. Setelah pengumuman tersebut, Google mengubah peta pada hari Sabtu sehingga pengguna AS melihat “Lake America” sebagai pengganti nama internasional Lake Ontario.

Pengguna Google Maps di Kanada tetap melihat hanya Lake Ontario, sementara pengguna di luar kedua negara tersebut melihat kedua nama. Perubahan ini membuat banyak pengguna Google Maps, baik di AS maupun internasional, mencari alternatif aplikasi peta. MapQuest kemudian menjadi pilihan utama berkat pernyataannya bahwa mereka tidak akan mengubah nama danau besar tersebut melalui unggahan di platform X.

“We’re not changing it,” demikian pernyataan MapQuest yang disertai gambar Lake Ontario dengan nama aslinya. Unggahan ini mendapat respons positif dari pengguna yang menentang kebijakan perubahan nama tersebut.

Google menyatakan bahwa perubahan nama dilakukan untuk menyesuaikan dengan Sistem Informasi Nama Geografis (GNIS), mengikuti preseden yang sama saat Trump mengganti nama Teluk Meksiko menjadi “Gulf of America”. Waze, yang dimiliki Google, juga mengubah nama kedua perairan tersebut.

Hingga Senin sore, Apple Maps masih menampilkan Lake Ontario dengan nama aslinya, namun menampilkan Teluk Meksiko sebagai “Gulf of America”.

“Kami mengambil pendekatan yang sama seperti yang kami lakukan dengan Teluk Meksiko: menjadi bagian dari percakapan, dan memberikan orang-orang aplikasi yang mempertahankan nama yang mereka kenal,” ujar Doug Berger, General Manager MapQuest dalam pernyataan resmi. “Ratusan ribu orang memberi sinyal kepada kami akhir pekan ini bahwa kami melakukan hal yang benar, dengan mengunduh aplikasi kami.”

Menurut perusahaan, peringkat aplikasi ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah 30 tahun perusahaan. MapQuest bahkan meluncurkan permainan kecil di mana pengguna dapat mengganti nama Lake Ontario dan membagikan nama baru tersebut melalui media sosial.

Faktor Pendorong Migrasi Pengguna

Kebijakan perubahan nama geografis yang dilakukan Google memicu perdebatan di kalangan pengguna. Banyak pengguna yang menentang kebijakan Trump memilih untuk beralih ke aplikasi peta alternatif. MapQuest muncul sebagai penerima manfaat utama dari situasi ini karena sikap tegas mereka untuk mempertahankan nama asli Lake Ontario.

Doug Berger menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan MapQuest adalah memberikan pengguna aplikasi yang mempertahankan nama yang mereka kenal. Strategi ini terbukti efektif dengan ratusan ribu unduhan baru selama akhir pekan. Pencapaian ini menandai momen bersejarah bagi MapQuest yang telah beroperasi selama tiga dekade.

Perubahan nama yang dilakukan Google juga berdampak pada Waze, aplikasi navigasi yang juga dimiliki Google. Kedua aplikasi tersebut kini menampilkan “Lake America” untuk pengguna di AS, sementara pengguna Kanada tetap melihat nama asli. Pengguna di negara lain melihat kedua nama tersebut secara bersamaan.

Apple Maps, kompetitor utama Google Maps, mengambil pendekatan berbeda. Aplikasi milik Apple tersebut masih menampilkan Lake Ontario dengan nama aslinya, meskipun telah mengubah nama Teluk Meksiko menjadi “Gulf of America”. Perbedaan pendekatan antar platform ini menambah kompleksitas situasi yang sedang berlangsung.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kebijakan politik dapat memengaruhi perilaku pengguna teknologi. Keputusan MapQuest untuk mempertahankan nama asli Lake Ontario menjadi pembeda yang menarik minat pengguna yang mencari alternatif. Lonjakan unduhan yang terjadi juga menunjukkan bahwa pengguna semakin sadar akan pilihan aplikasi yang mereka gunakan.

MapQuest memanfaatkan momentum ini dengan meluncurkan fitur permainan yang memungkinkan pengguna mengganti nama Lake Ontario. Fitur ini tidak hanya menghibur tetapi juga menjadi cara bagi pengguna untuk mengekspresikan pendapat mereka tentang kebijakan perubahan nama tersebut.

Dampak pada Industri Aplikasi Peta

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi industri aplikasi peta tentang bagaimana keputusan politik dapat memengaruhi preferensi pengguna. Google Maps, yang selama ini mendominasi pasar, harus menghadapi konsekuensi dari kebijakan perubahan nama yang mereka terapkan.

Bagi MapQuest, momen ini menjadi kesempatan untuk kembali relevan di pasar aplikasi peta. Dengan mempertahankan nama asli Lake Ontario, perusahaan berhasil menarik perhatian pengguna yang mencari alternatif dari Google Maps. Strategi ini terbukti efektif dengan lonjakan peringkat yang signifikan di kedua platform utama.

Situasi ini juga menunjukkan pentingnya responsivitas terhadap kebutuhan pengguna. MapQuest mendengarkan kekhawatiran pengguna tentang perubahan nama dan merespons dengan kebijakan yang sesuai. Pendekatan ini membangun kepercayaan pengguna dan mendorong loyalitas jangka panjang.

Meskipun belum diketahui apakah lonjakan popularitas ini akan bertahan lama, pencapaian MapQuest menunjukkan bahwa pengguna bersedia beralih ke alternatif ketika merasa tidak nyaman dengan kebijakan platform utama. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengembang aplikasi peta lainnya untuk selalu mempertimbangkan dampak kebijakan mereka terhadap basis pengguna.

Perubahan nama geografis yang dilakukan Google juga menimbulkan pertanyaan tentang peran perusahaan teknologi dalam isu politik. Keputusan untuk mengikuti perubahan GNIS menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar tidak dapat menghindari keterlibatan dalam isu-isu politik yang sedang berlangsung.

Bagi pengguna di Indonesia, fenomena ini menjadi pengingat bahwa aplikasi peta yang mereka gunakan dapat berubah sewaktu-waktu. Meskipun perubahan nama Lake Ontario tidak berdampak langsung pada pengguna di Indonesia, situasi ini menunjukkan pentingnya memiliki alternatif aplikasi peta.

MapQuest sendiri belum menyatakan apakah kebijakan mereka akan memengaruhi ekspansi ke pasar lain. Namun, dengan pencapaian peringkat tertinggi dalam sejarah perusahaan, MapQuest memiliki peluang untuk memperkuat posisinya di pasar aplikasi peta global. Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana perusahaan memanfaatkan momentum ini untuk pertumbuhan jangka panjang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.