Bikin Pengguna jadi “Kepo Akut”, Instagram Mau Tutup Like Patrol

Like Patrol

Telset.id, Jakarta – Instagram meminta developer aplikasi stalker bernama Like Patrol untuk segera menutup aplikasinya. Instagram menilai, aplikasi tersebut telah melanggar kebijakan Instagram.

Media sosial itu menilai, Like Patrol telah melanggar kebijakan mereka dengan memudahkan penggunanya untuk memantau aktivitas pengguna lain secara berlebihan.

“Mereka melanggar kebijakan kami dan kami mengambil tindakan terhadap perusahaan yang kami temukan terlibat di dalamnya,” kata juru bicara Facebook yang memiliki Instagram.

{Baca juga: Instagram Bisa Bantu Bersih-bersih “Followers Tidur”}

Dikutip Telset.id dari Engadget, Jumat (01/11/2019), Instagram juga menilai bahwa penutupan aplikasi Like Patrol harus segera dilakukan. Alasannya karena aplikasi tersebut melanggar aturan terkait pengumpulan data pengguna.

Aplikasi Like Patrol diluncurkan di iOS pada bulan Juli lalu. Aplikasi ini tidak tersedia secara gratis, dan pengguna wajib membayar USD$ 2,99 atau Rp 42 ribu per minggu dan USD$ 80 atau Rp 1,1 juta per tahun untuk dapat menggunakannya.

Like Patrol adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk melacak interaksi pengguna lain. Caranya, aplikasi stalker ini akan mengirimkan pemberitahuan kepada pengguna setiap kali target mereka suka atau mengomentari postingan di Instagram.

{Baca juga: Peduli Kesehatan Mental, Instagram Larang Filter “Operasi Plastik”}

Tidak hanya itu, aplikasi ini akan memberikan analisis dengan siapa mereka berinteraksi, seperti jenis kelamin dan bahkan daya tarik. Like Patrol juga akan mereferensikan data dari tab Following di Instagram, seperti dengan siapa pengguna berinteraksi, percakapan mereka, dan lainnya.

Ketika Instagram menghentikan tab Following, aplikasi juga mengembangkan algoritma tersendiri untuk melacak interaksi pengguna.

Tidak bisa dipungkiri jika ada pengguna yang senang mengikuti aktifitas pengguna lain dengan berbagai macam motif. Namun perusahaan media sosial seperti Instagram harus melakukan sesuatu agar tidak muncul prilaku ekstrem yang membahayakan privasi pengguna. (NM/FHP)

Sumber: Engadget

Previous articleDitanya Soal Pajak Netflix, Menkominfo: Harus Diskusi dengan Menkeu
Next articleUPDATE: Mayoritas Serangan WhatsApp Targetkan Petinggi AS

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here