Telset.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mulai memperkuat transformasi digital dalam operasional haji 2026. Langkah ini diwujudkan melalui sistem pelaporan dan pengawasan berbasis data real time, dengan aplikasi Kawal Haji sebagai salah satu kanal utamanya.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menyatakan bahwa digitalisasi layanan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan pelayanan haji yang lebih cepat dan responsif. Hal ini diungkapkan dalam konferensi pers operasional haji di Makkah, Selasa (12/5/2026).
“Transformasi digital ini tentu menjadi bagian dari ikhtiar Kemenhaj untuk bisa memastikan bahwa pelayanan dan pelindungan kepada jemaah berjalan semakin cepat, terukur, dan lebih responsif,” ujar Maria Assegaff dalam keterangannya.
Aplikasi Kawal Haji Jadi Kanal Resmi Pelaporan Digital
Salah satu sistem yang kini diperkuat adalah aplikasi Kawal Haji. Aplikasi tersebut digunakan sebagai kanal resmi pelaporan digital bagi jemaah maupun petugas selama berada di Tanah Suci. Melalui platform tersebut, berbagai laporan terkait layanan dapat langsung diteruskan dan dipantau secara cepat oleh petugas sesuai kewenangannya di lapangan.
Selain Kawal Haji, pemerintah juga mengoptimalkan operasional Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali layanan haji Indonesia. Maria menjelaskan pusat kendali tersebut digunakan untuk memantau pergerakan jemaah, data kloter, layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga laporan lapangan yang membutuhkan penanganan segera.
“Dengan sistem ini nanti pengawasan tidak hanya dilakukan secara manual tetapi juga berbasis data dan juga tentunya berbasis informasi yang terintegrasi dan real time,” katanya.
Menurut Maria, transformasi digital bukan sekadar penggunaan aplikasi, melainkan bagian dari perubahan pola kerja layanan haji agar lebih transparan dan akuntabel.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap laporan jemaah didengar, setiap dinamika di lapangan terpantau dan setiap petugas memiliki dukungan informasi yang memadai dalam memberikan layanan terbaik bagi jemaah,” ujarnya.
Karena itu, jemaah diminta tidak ragu menggunakan kanal resmi apabila mengalami kendala terkait akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, maupun layanan pendampingan lainnya. Selain melalui aplikasi Kawal Haji, laporan juga dapat disampaikan langsung kepada petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu, maupun petugas sektor.
Hingga hari ke-22 operasional haji 2026, pemerintah mencatat sebanyak 359 kloter dengan total 138.879 jemaah dan 1.433 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 273 kloter dengan 105.360 jemaah dan 1.092 petugas sudah berada di Makkah. Adapun kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, terus berlangsung dengan total 84 kloter atau 32.009 jemaah.





Komentar
Belum ada komentar.