Ambil Momen, Instagram Reels Meluncur Bulan Depan

Instagram Reels

Telset.id, Jakarta Reels, fitur mirip TikTok di Instagram kabarnya bakal hadir untuk pengguna Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2020 mendatang. Kabar itu telah dikonfirmasi oleh juru bicara Instagram.

Sekadar informasi, Reels memungkinkan pengguna untuk membuat klip video berdurasi 15 detik. Reels akan membuat debut global segera setelah TikTok menghadapi pengawasan ketat dari regulator.

Reels juga akan memungkinkan video pengguna menjadi viral di feed bernama Top Reels, yang ada di bagian Explore di Instagram. Untuk sementara, Reels baru tersedia di Prancis, Jerman, Brasil, serta India.

{Baca juga: Reels, Cara Instagram Ambil Keuntungan dari Kesulitan TikTok}

Menurut juru bicara Instagram, seperti dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Selasa (21/07/2020), Reels bakal hadir di AS pada bulan depan atau Agustus 2020. Aplikasi ini akan hadir di seluruh dunia dalam waktu dekat.

“TikTok memanfaatkan perilaku konsumen dan melakukan hal-hal luar biasa. Kami juga melihat ada video pendek di Instagram. Kami ingin menciptakan sesuatu secara masuk akal untuk komunitas,” terangnya.

Juru bicara Instagram melanjutkan, responsif terhadap permintaan konsumen adalah sebuah persaingan dan satu keunggulan dari sektor teknologi. Reels memberi pilihan kepada pengguna,” ucapnya.

Peluncuran yang “Tepat Waktu”

Peluncuran aplikasi tersebut di AS tampaknya cukup tepat. Sebab, baru-baru ini, dilaporkan bahwa pemerintah AS sedang mempertimbangkan untuk melarang pemakaian TikTok karena merupakan aplikasi buatan China.

Anggota parlemen AS telah meningkatkan kekhawatiran keamanan nasional atas penanganan data pengguna TikTok. Mereka waswas pemerintah China bakal memanfaatkan data itu.

Hal ini diutarakan oleh Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah AS dapat mempertimbangkan TikTok dicekal sebagai bagian dari rencana meniadakan aplikasi buatan perusahaan China.

{Baca juga: Pengguna di AS Bersiap Jalani Hidup Tanpa TikTok}

“Anda harus tahu bahwa kami menganggap hal itu sangat serius. Kami tidak akan pernah mengambil risiko dengan aplikasi ciptaan China,” demikian tegas Pompeo.

Hal ini tentu cukup disayangkan. Pasalnya, aplikasi buatan ByteDance itu sedang populer akhir-akhir ini, khususnya saat pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Orang-orang semakin getol mengakses TikTok untuk mengisi waktu luang selama melakukan karantina mandiri di rumah. (SN/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here