Telset.id – NordVPN mencatatkan hasil tangguh dalam pengujian independen AV-Comparatives terbaru. Antivirus generasi terbaru dari NordVPN berhasil mencapai tingkat deteksi phishing sebesar 94 persen, menempatkannya di peringkat ketiga dari sembilan produk keamanan yang diuji.
Hasil ini menegaskan posisi NordVPN sebagai salah satu solusi keamanan digital yang patut diperhitungkan. Dalam pengujian yang berlangsung pada 12–22 Agustus 2026 tersebut, NordVPN hanya kalah tipis dari Avast One Free Antivirus dan Norton Antivirus Plus yang sama-sama meraih skor 96 persen.
Yang lebih penting, NordVPN mencatatkan nol alarm palsu (false positive) selama pengujian. Capaian ini membedakannya dari Malwarebytes Premium dan Webroot SecureAnywhere Internet Security Plus yang memicu false positive dalam evaluasi tersebut.
Detail Pengujian dan Perbandingan Kinerja
Pengujian AV-Comparatives kali ini menggunakan 250 URL phishing langsung untuk menilai tingkat deteksi. Selain itu, 250 URL legal turut diuji untuk memastikan tidak ada kesalahan identifikasi pada situs yang sah.
Selisih dua poin persentase dengan pemimpin klasemen sebenarnya sangat tipis. Dari 250 URL phishing yang diuji, perbedaan 96 persen berbanding 94 persen hanya setara dengan lima URL. Artinya, performa NordVPN nyaris setara dengan produk antivirus khusus yang sudah mapan.
Di sisi lain, hasil pengujian ini juga mengungkap ketimpangan kualitas proteksi phishing di pasar. Dr. Web Security Space hanya mampu mendeteksi 57 persen URL phishing, sementara K7 Total Security mencatatkan skor 70 persen. Angka ini menunjukkan bahwa tidak semua produk keamanan memberikan perlindungan yang konsisten.

Keunggulan utama NordVPN justru terlihat jelas pada aspek false positive. Hanya tujuh dari sembilan produk yang berhasil mencatatkan nol alarm palsu. Hal ini penting karena false positive dapat menggerus kepercayaan pengguna terhadap alat keamanan, sama seperti ancaman yang terlewatkan.
Domininkas Virbickas, product director di NordVPN, menyoroti pentingnya perlindungan phishing di tengah gencarnya serangan siber. “Phishing adalah permainan angka bagi para penyerang, dan mereka sangat mahir dalam hal ini,” ujarnya. “Siapa pun bisa saja lengah pada akhirnya, dan saat Anda mengklik sesuatu yang seharusnya tidak, di situlah kami turun tangan.”
Baca Juga:
Rekam Jejak Pengujian Independen
Pencapaian ini bukan yang pertama kali diraih fitur proteksi ancaman dari NordVPN. Pada November 2024, AV-TEST, lembaga riset keamanan IT independen asal Jerman, pernah menilai Threat Protection Pro sebagai alat VPN terbaik untuk proteksi malware. Saat itu, fitur ini mencapai total tingkat deteksi 83,42 persen dari 3.209 tautan yang diuji.
Hasil tersebut jauh melampaui VPN terbaik berikutnya yang diuji, yaitu IPVanish, yang hanya meraih skor 46,96 persen. Perbedaan ini menunjukkan keunggulan signifikan teknologi proteksi yang dikembangkan NordVPN dibanding kompetitornya di kategori VPN.
NordVPN juga memiliki sejarah panjang dengan AV-Comparatives. Pada Juni 2024, perusahaan ini menjadi penyedia VPN pertama yang meraih lencana perlindungan anti-phishing dari organisasi tersebut. Prestasi ini terbilang istimewa mengingat AV-Comparatives lebih dikenal sebagai lembaga evaluasi perangkat lunak antivirus khusus, bukan VPN.
Untuk meraih lencana tersebut, sebuah produk harus mencapai minimal 85 persen tingkat deteksi dengan nol alarm palsu pada situs legal. Hasil Agustus 2026 yang mencatatkan skor 94 persen jelas melampaui standar minimum tersebut dengan selisih yang cukup lebar.
Antivirus generasi terbaru NordVPN ini tersedia untuk pengguna paket Plus ke atas. Fitur yang sebelumnya dikenal sebagai Threat Protection Pro ini disertakan dalam tier Plus, Complete, dan Prime. Transformasi ini merupakan bagian dari repositioning NordVPN sebagai aplikasi keamanan digital all-in-one, yang menempatkan antivirus di samping VPN dan Dark Web Monitor sebagai tiga pilar inti produk.

Bagi pengguna yang tengah mempertimbangkan perlindungan digital menyeluruh, hasil pengujian independen ini memberikan gambaran objektif tentang kapabilitas NordVPN. Dengan skor deteksi phishing 94 persen dan nol false positive, layanan ini terbukti mampu bersaing dengan produk antivirus khusus yang sudah lama berkecimpung di industri keamanan siber.
Terlebih, ancaman phishing yang kian canggih menuntut solusi yang responsif dan akurat. Data dari pengujian AV-Comparatives ini menjadi referensi berharga bagi publik dalam memilih layanan yang tepat untuk melindungi data pribadi mereka dari serangan siber.
Perlu dicatat, hasil pengujian ini hanya mengukur satu aspek keamanan, yaitu deteksi phishing. Namun, konsistensi performa NordVPN dalam berbagai pengujian independen sejak 2024 memberikan sinyal positif tentang kualitas teknologi proteksinya secara keseluruhan.
Dengan reputasi yang terus diperkuat melalui hasil uji lembaga independen, NordVPN tampaknya serius menantang dominasi produk antivirus tradisional. Kombinasi layanan VPN, proteksi phishing, dan pemantauan dark web dalam satu ekosistem menjadikannya opsi menarik bagi pengguna yang menginginkan solusi keamanan terpadu.
Bagi Anda yang ingin memahami lebih jauh tentang perlindungan data dari ancaman digital, informasi mengenai proteksi AI scraping juga relevan untuk disimak. Sementara itu, kewaspadaan terhadap scam phishing terbaru tetap menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya serangan siber yang menyasar data pembayaran pengguna.





Komentar
Belum ada komentar.