Google Wajibkan Verifikasi Iklan, Cegah Penjual ‘Abal-abal’

google Verifikasi iklan

Telset.id, Jakarta  – Google mengatakan bahwa semua pengiklan harus menyelesaikan proses verifikasi iklan sebelum membeli ruang di platform. Kebijakan ini berlaku mulai musim panas ini sebagai upaya untuk membuat praktik iklannya lebih transparan.

Menurut laporan Reuters, seperti dikutip Telset.id, Kamis (23/4/2020), para pengiklan perlu menyerahkan identifikasi pribadi dan dokumen penggabungan bisnis ke Google. Isinya membuktikan siapa saja dan di mana negara tempat mereka beroperasi.

{Baca juga: Google Search Manipulasi Hasil Pencarian, Ini Buktinya!}

Google sampai sekarang hanya memerlukan verifikasi identitas untuk pengiklan politik yang menjalankan iklan pemilihan di platform. Proses verifikasi sering digunakan untuk menyaring pengiklan berkualitas rendah, seperti penjual masker palsu.

Sekadar informasi, di tengah pandemi virus corona yang melanda seluruh dunia, banyak pengiklan di Google yang menjajakan peralatan medis, baik masker maupun obat. Namun, kenyataannya banyak pengguna yang tertipu ketika berniat membeli masker itu.

Google menyatakan akan memulai dengan memverifikasi pengiklan secara bertahap di Amerika Serikat dan terus berkembang secara global. Google sangat berharap bisa menyelesaikan kebijakan itu secara internasional dalam beberapa tahun ke depan.

Google telah memblokir 18 juta email penipuan donasi corona per hari. Google juga memblokir lebih dari 100 juta email phishing dalam waktu 1×24 jam. Seminggu terakhir, hampir seperlima dari ratusan juta email phishing adalah penipuan donasi Corona.

{Baca juga: Duh! Google Ternyata Catat Transaksi Belanja Online Pengguna}

Menurut Google, virus corona menjadi topik phishing terbesar dalam beberapa waktu belakangan. “Serangan phishing selalu memiliki sifat yang sama, yaitu menghasut atau bergantung kepada emosi yang membuat kita bertindak lebih tergesa-gesa,” kata peneliti. [SN/HBS]

 

SOURCEReuters
Previous articleZoom Update Fitur Baru untuk Cegah “Zoom-bombing”
Next articleDiduga Perusahaan Asing, Ruangguru Bisa Diseret ke Pengadilan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here