Telset.id ā Google Photos resmi memperkenalkan alat Redact, fitur berbasis AI yang memungkinkan pengguna menyensor informasi sensitif di dalam gambar. Pengumuman ini menjadi bagian dari rangkaian pembaruan AI terbaru aplikasi Photos yang dirilis Google, dengan Redact berfungsi mengaburkan bagian tertentu pada foto menjadi blok piksel.
Alat Redact hadir sebagai bagian dari peningkatan fitur Markup di Google Photos. Dengan fitur ini, pengguna dapat menyensor objek tertentu dalam gambar, misalnya menyembunyikan nomor pelat kendaraan agar tidak terbaca. Bagian yang dipilih akan diubah menjadi blok berpiksel, sehingga informasi sensitif tidak lagi terlihat saat gambar dibagikan.
Selain Redact, Google Photos juga memperbarui Markup dengan sejumlah opsi tambahan. Pengguna kini mendapatkan pilihan font baru serta pengatur ketebalan presisi untuk pena dan highlighter. Alat Markup yang diperbarui ini mulai diluncurkan ke seluruh pengguna Google Photos di Android secara global.
Pembaruan ini menegaskan arah Google dalam memperkuat kemampuan pengeditan berbasis AI di ekosistem Photos, sejalan dengan langkah perusahaan mengembangkan layanan AI lain seperti Gemini 4 yang tengah memasuki tahap final.
Wardrobe dan Gemini Spark Diperluas ke Lebih Banyak Pengguna
Google juga mengumumkan bahwa fitur Wardrobe di aplikasi Photos kini tersedia untuk lebih banyak pengguna. Wardrobe memungkinkan pengguna membuat katalog pakaian dan perhiasan dari gambar yang tersimpan di pustaka foto, yang kemudian dapat digunakan sebagai referensi ide gaya berpakaian.
Fitur ini akan segera tersedia bagi pengguna Android dan iOS di Amerika Serikat, India, dan Brazil. Bagi pengguna di wilayah tersebut yang belum memiliki akses, Google memastikan fitur Wardrobe akan segera hadir.
Selain Wardrobe, Google meninjau kembali ketersediaan Photos di dalam Gemini Spark. Layanan ini memungkinkan pengguna menemukan dan mengedit gambar hanya dengan satu perintah atau prompt, khusus bagi pelanggan Google AI Pro atau Ultra di Amerika Serikat.
Baca Juga:
Perluasan fitur ini menunjukkan bagaimana Google terus mendorong integrasi AI ke dalam layanan sehari-hari, termasuk pada perangkat Android dan iOS. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan yang juga menyoroti masa depan perangkat Android melalui inovasi perangkat lipat seperti yang dibahas dalam artikel soal iPhone Duo.
Moods dan Remix Hadirkan Opsi Kreatif Baru
Untuk pengguna Android, Google Photos menambahkan fitur Moods yang memungkinkan penerapan filter bertema vintage pada foto. Fitur ini memberi pengguna cara baru untuk mengubah tampilan gambar sesuai suasana yang diinginkan.
Selain itu, di platform Android dan iOS pada sejumlah negara terpilih, pengguna akan melihat 15 template Remix baru. Template ini dapat memanfaatkan kemiripan wajah pengguna untuk menghasilkan gambar bertema karpet merah serta foto booth.

Rangkaian pembaruan ini menempatkan Google Photos sebagai salah satu layanan yang paling agresif dalam mengadopsi AI untuk pengeditan dan pengelolaan foto. Pengguna kini memiliki kontrol lebih besar atas privasi gambar melalui Redact, sekaligus opsi kreatif tambahan lewat Moods dan Remix.
Bagi pengguna yang mengandalkan perangkat Android maupun iOS, ketersediaan fitur ini bergantung pada wilayah masing-masing. Markup yang diperbarui menyasar seluruh pengguna Android global, sementara Wardrobe, Gemini Spark, dan Remix memiliki cakupan negara yang lebih terbatas.
Sejumlah pembaruan Google lainnya juga menjadi sorotan publik, termasuk isu denda yang dikenakan pada perusahaan seperti yang dibahas dalam artikel soal Google Didenda. Namun, fokus pembaruan Google Photos kali ini tetap pada peningkatan pengalaman pengguna melalui alat pengeditan berbasis AI.
Dengan hadirnya Redact, Google Photos menjawab kebutuhan praktis pengguna untuk melindungi informasi pribadi sebelum membagikan gambar. Fitur ini melengkapi sederet kemampuan AI lain yang kini menjadi bagian dari ekosistem Photos di Android dan iOS.





Komentar
Belum ada komentar.