📑 Daftar Isi

Ilustrasi ponsel Android dengan notifikasi pembaruan kebijakan data seluler

Google Perbarui Aturan Layanan, Data Seluler Android Bisa Jalan di Background

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google perbarui Google Play Terms of Service mulai 29 Juli 2026
  • Aturan baru: layanan sistem Android bisa gunakan data seluler di background
  • Aktivitas data bisa terjadi meski layar terkunci dan pengguna tidak aktif
  • Kebijakan ini hadir setelah Google selesaikan gugatan $135 juta
  • Layanan sistem mencakup Google Play services, Play Store, dan update Android
  • Dampak besar bagi pengguna paket data terbatas, prabayar, dan roaming
  • Pengguna tidak bisa sepenuhnya mengontrol update keamanan kritis
  • Disarankan periksa pengaturan data dan aktifkan mode hemat data

Telset.id – Google resmi memperbarui Google Play Terms of Service yang akan berlaku mulai 29 Juli 2026. Aturan baru ini secara eksplisit menyebutkan bahwa layanan sistem pada perangkat Android bersertifikasi dapat menggunakan koneksi jaringan, termasuk data seluler, saat pengguna tidak aktif menggunakan ponsel. Hal ini berarti aktivitas data dapat terjadi meskipun layar ponsel dalam keadaan terkunci.

Kebijakan ini menjadi sorotan karena hadir setelah Google menyelesaikan gugatan senilai $135 juta terkait tuduhan bahwa perangkat Android mengirimkan data seluler ke Google saat dalam keadaan idle tanpa sepengetahuan pengguna. Dengan aturan baru ini, Google tidak secara langsung menyatakan bahwa setiap ponsel Android akan menghabiskan kuota data secara diam-diam, tetapi mereka memberikan bahasa yang lebih jelas mengenai perilaku yang biasanya baru disadari pengguna setelah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Mengapa Google Menegaskan Aturan Ini Sekarang?

Asumsi lama yang selama ini dipegang pengguna adalah bahwa ketika ponsel terkunci dan diletakkan di atas meja, perangkat tersebut seharusnya dalam keadaan diam. Namun, Google kini memperjelas bahwa asumsi tersebut tidak sepenuhnya akurat.

Layanan sistem yang dimaksud mencakup Google Play services, Play Store, dan pembaruan sistem operasi Android. Komponen-komponen ini memerlukan akses jaringan agar perangkat Android bersertifikasi dapat berfungsi dengan baik. Beberapa aktivitas tersebut dapat terjadi saat ponsel dalam keadaan idle.

Hal ini menjelaskan mengapa data seluler bisa tetap bergerak meskipun pengguna tidak membuka aplikasi atau menyentuh layar. Google ingin pengguna memahami bahwa aktivitas latar belakang ini adalah bagian dari cara kerja sistem Android yang dirancang untuk menjaga perangkat tetap optimal.

Baca Juga:

Aktivitas Android yang Tetap Berjalan dalam Mode Diam

Dampak praktis dari aturan ini adalah kejelasan bahasa dengan konsekuensi nyata. Sebuah ponsel dapat terus menangani pekerjaan tingkat sistem melalui Google Play services, Play Store, dan pembaruan Android di latar belakang. Jika aktivitas tersebut menggunakan data seluler, tagihan operator tetap menjadi tanggung jawab pengguna.

Bagi pengguna dengan paket data unlimited, hal ini mungkin tidak menjadi masalah besar. Namun, situasinya berbeda bagi pengguna yang menggunakan layanan prabayar, roaming, atau memiliki batas bulanan yang ketat. Penggunaan data latar belakang yang tidak terduga dapat menguras kuota dengan cepat.

Body Part, Finger, Hand

Meskipun aturan ini tidak menyatakan bahwa setiap perangkat Android akan tiba-tiba menghabiskan data dalam semalam, aturan ini menegaskan bahwa penggunaan data seluler di latar belakang adalah bagian dari cara layanan-layanan ini beroperasi. Pengguna perlu menyadari bahwa perangkat mereka mungkin tetap aktif secara jaringan meskipun tidak digunakan secara langsung.

Kendali Pengguna yang Semakin Kabur

Bagian yang lebih tidak nyaman dari pembaruan ini adalah bahasa mengenai pembaruan sistem. Pengguna mungkin dapat mengelola beberapa pembaruan di pengaturan Google Play, tetapi pembaruan tertentu tetap dapat terjadi jika pembaruan tersebut memperbaiki masalah keamanan kritis, mengatasi masalah operasional serius, atau mencegah penyalahgunaan.

Trade-off ini masuk akal, tetapi tetap membuat frustrasi. Pembaruan otomatis melindungi pengguna dari risiko nyata, tetapi peluncuran yang buruk dapat mengubah cara ponsel berperilaku setelah di-restart. Siapa pun yang pernah menunda pembaruan setelah rilis yang bermasalah akan mengenali ketegangan ini.

Android memberikan banyak sakelar kepada pengguna, namun beberapa keputusan tingkat sistem masih berada di atas sakelar tersebut. Jika Anda menggunakan data terbatas atau berhati-hati dengan pembaruan, perlakukan layanan sistem Android sebagai aktif secara default, bukan diam secara default.

Electronics, Mobile Phone, Phone

Perubahan kebijakan ini juga relevan dengan perkembangan terbaru di ekosistem Android. Misalnya, Android 17 yang memisahkan tombol Wi-Fi dan data memberikan kontrol lebih bagi pengguna terhadap koneksi jaringan. Sementara itu, Android Auto 17.2 yang mengalami crash menunjukkan bahwa pembaruan sistem tidak selalu berjalan mulus.

Bagi pengguna yang ingin meminimalkan penggunaan data latar belakang, disarankan untuk secara rutin memeriksa pengaturan data di perangkat mereka. Mematikan data seluler saat tidak digunakan atau mengaktifkan mode hemat data dapat membantu mengontrol konsumsi kuota. Namun, perlu diingat bahwa beberapa pembaruan sistem penting mungkin tetap berjalan meskipun pengaturan tersebut diaktifkan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.