Telset.id – Google Maps dikabarkan tengah mengembangkan fitur pemesanan makanan langsung dari dalam aplikasi, yang memungkinkan pengguna memesan tanpa harus menyentuh ponsel saat berkendara. Temuan kode pada versi terbaru aplikasi ini mengindikasikan perubahan signifikan dari sekadar aplikasi navigasi menjadi asisten perjalanan yang lebih proaktif.
Berdasarkan laporan dari Android Authority, pengembang menemukan potongan kode dalam versi 26.27.00.941319029 dari Google Maps untuk Android. Kode tersebut berisi string seperti “Maps will order for you—even while you’re on the go”, “Order food”, dan “Try it out”. String ini menunjukkan bahwa Google tengah mempersiapkan fitur untuk menangani proses pemesanan makanan secara otomatis, terutama saat pengguna sedang dalam perjalanan.
Fitur ini merupakan langkah lanjutan dari kemampuan Fitur Terbaru Google Maps yang sebelumnya diperkenalkan, yaitu Ask Maps. Dengan Ask Maps, pengguna sudah bisa mengajukan pertanyaan kompleks seperti tempat bertemu teman setelah kerja dan mendapatkan rekomendasi lokasi beserta tautan pemesanan. Kini, pengembangan fitur pemesanan makanan akan membawa pengalaman tersebut selangkah lebih maju.
Google telah meletakkan fondasi untuk pendelegasian tugas ke AI melalui perangkat seperti Google Pixel 10 dan Samsung Galaxy S26 yang dapat menggunakan Gemini untuk memesan tumpangan atau takeout. Integrasi fitur ini ke dalam Google Maps menandakan ambisi Google untuk menjadikan aplikasi navigasinya sebagai pusat kendali perjalanan yang lebih komprehensif.

Namun, mekanisme pasti dari fitur ini masih belum jelas. Kode yang ditemukan hanya memberikan petunjuk tentang bagaimana aplikasi akan memperkenalkan fitur tersebut kepada pengguna. Spekulasi awal menunjukkan bahwa Google Maps kemungkinan akan meminta izin untuk terhubung dengan aplikasi pengiriman makanan pihak ketiga. Hal ini tentu membawa risiko tersendiri terkait privasi dan keamanan data pengguna.
Seiring dengan perkembangan ini, Google juga menghadapi tantangan lain. Negosiasi dengan serikat pekerja DeepMind yang mandek menjadi salah satu isu internal yang perlu diselesaikan. Selain itu, keputusan Google untuk Hentikan Dukungan kernel untuk Pixel 6 di tahun 2026 juga menjadi perhatian bagi pengguna setia perangkat Pixel.
Fitur pemesanan makanan ini berpotensi menjadi pengubah permainan, terutama bagi pengemudi yang sering bepergian. Dengan fitur ini, pengguna tidak perlu lagi repot membuka aplikasi terpisah untuk memesan makanan. Google Maps akan mengurus semuanya, mulai dari merekomendasikan restoran hingga memproses pesanan, sehingga pengemudi dapat tetap fokus pada jalan.
Baca Juga:
Meskipun demikian, perlu diingat bahwa fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan belum ada konfirmasi resmi dari Google. Kode yang ditemukan bisa saja berubah atau bahkan ditinggalkan sebelum dirilis ke publik. Google memiliki sejarah dalam mengembangkan fitur yang kemudian tidak pernah diluncurkan.
Jika fitur ini benar-benar terealisasi, Google Maps akan bertransformasi dari aplikasi navigasi menjadi asisten perjalanan yang lebih cerdas dan proaktif. Pengguna tidak hanya akan mendapatkan petunjuk arah, tetapi juga bantuan dalam menyelesaikan tugas-tugas praktis seperti memesan makanan, yang tentunya akan meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan.

Pengembangan fitur ini juga menunjukkan bagaimana Google terus mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam produk-produknya. Setelah sukses dengan Gemini yang mampu menangani tugas multi-langkah, Google kini berupaya menghadirkan kemampuan serupa ke dalam Google Maps. Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk membuat AI lebih mudah diakses dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi pengguna di Indonesia, fitur ini bisa menjadi solusi praktis, terutama di kota-kota besar dengan kemacetan lalu lintas. Kemampuan untuk memesan makanan saat dalam perjalanan dapat menghemat waktu dan mengurangi stres. Namun, ketersediaan fitur ini di Indonesia masih bergantung pada kemitraan dengan layanan pengiriman makanan lokal.
Google juga perlu mempertimbangkan aspek keamanan. Memesan makanan saat berkendara, meskipun dilakukan secara otomatis, tetap memerlukan interaksi awal seperti memilih restoran atau mengonfirmasi pesanan. Google harus memastikan bahwa fitur ini dirancang dengan memprioritaskan keselamatan pengemudi, misalnya dengan kontrol suara yang andal atau antarmuka yang sangat sederhana.
Dari sisi persaingan, fitur ini bisa menjadi pembeda bagi Google Maps dibandingkan aplikasi navigasi lain seperti Waze atau Apple Maps. Jika berhasil diimplementasikan, Google Maps tidak hanya akan menjadi pilihan utama untuk navigasi, tetapi juga menjadi platform yang lebih terintegrasi untuk kebutuhan perjalanan.
Meskipun masih banyak tanda tanya, potensi fitur ini sangat besar. Google Maps yang bisa memesan makanan untuk Anda bukan lagi sekadar imajinasi, melainkan sebuah kemungkinan nyata yang sedang dikerjakan oleh para pengembang. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Perubahan ini juga relevan dengan dampak ekspansi infrastruktur AI yang menyebabkan Emisi Google melonjak 18%. Pengembangan fitur cerdas seperti ini membutuhkan daya komputasi yang besar, yang berkontribusi pada peningkatan jejak karbon perusahaan. Google perlu menyeimbangkan inovasi dengan tanggung jawab lingkungan.
Dengan semua perkembangan ini, jelas bahwa Google Maps sedang bertransformasi menjadi lebih dari sekadar peta digital. Aplikasi ini perlahan-lahan menjadi asisten perjalanan yang mampu mengantisipasi kebutuhan pengguna dan mengambil tindakan secara proaktif. Fitur pemesanan makanan hanyalah salah satu contoh dari visi besar Google untuk masa depan navigasi dan mobilitas.
Pengguna disarankan untuk terus memantau pembaruan aplikasi Google Maps di perangkat mereka. Fitur ini kemungkinan akan diuji coba terlebih dahulu di beberapa wilayah sebelum diluncurkan secara global. Seperti biasa, Google akan memberikan informasi resmi ketika fitur tersebut siap untuk dirilis.
Kesimpulannya, fitur pemesanan makanan di Google Maps adalah langkah maju yang signifikan dalam integrasi AI dengan aplikasi sehari-hari. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, potensinya untuk mengubah cara kita bepergian dan memesan makanan sangatlah besar. Google terus berinovasi untuk membuat teknologi semakin membantu dan tidak mengganggu aktivitas pengguna.





Komentar
Belum ada komentar.