📑 Daftar Isi

Tampilan kontrol Flight Simulator Google Earth di browser dengan pemandangan kota dari atas

Google Earth Resmi Hadirkan Mode Flight Simulator di Browser

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Google resmi meluncurkan mode Flight Simulator di Google Earth versi web
  • Fitur ini sebelumnya tersembunyi di versi desktop sejak 2007
  • Pengguna bisa mengaksesnya tanpa instalasi, cukup melalui browser
  • Cara akses: buka Google Earth, klik Explore Earth, pilih Flight Simulator di menu Tools
  • Disarankan mencari lokasi menarik dan mengganti basemap ke Satellite untuk pengalaman terbaik
  • Kontrol menggunakan keyboard atau mouse, dengan opsi reset jika menabrak
  • Tidak serumit Microsoft Flight Simulator, tapi tetap membutuhkan latihan

Telset.id – Google secara resmi meluncurkan mode Flight Simulator di Google Earth versi web pada Jumat lalu, membuka akses fitur yang sebelumnya tersembunyi selama hampir dua dekade ke pengguna yang lebih luas. Fitur ini memungkinkan pengguna menjelajahi dunia dari ketinggian tanpa perlu mengunduh atau menginstal aplikasi tambahan, cukup melalui browser web.

Mode Flight Simulator sebenarnya sudah ada di Google Earth versi desktop sejak 2007, namun hanya dikenal oleh sebagian kecil pengguna. Kini, Google memutuskan untuk membuatnya lebih mudah diakses melalui antarmuka web. Langkah ini menunjukkan komitmen Google untuk terus memperkaya pengalaman pengguna di platform peta digitalnya, sebuah strategi yang juga terlihat dari berbagai inovasi lain seperti Cara Time Travel di Google Maps.

Cara Mengakses dan Menggunakan Flight Simulator Google Earth

Untuk mulai terbang, pengguna cukup membuka situs Google Earth di browser. Setelah itu, klik tombol “Explore Earth” yang terletak di dekat sudut kanan atas halaman. Dari menu yang muncul, pengguna akan menemukan mode “Flight Simulator” sebagai opsi terakhir di bagian Tools pada bilah menu atas situs tersebut.

Google menyarankan pengguna untuk terlebih dahulu mencari lokasi yang menarik untuk dijelajahi. Hal ini penting karena lokasi awal yang dimuat secara default bisa berada di tengah lautan tanpa fitur yang menarik. Selain itu, untuk pengalaman yang lebih fotorealistik, pengguna disarankan mengubah tipe peta dasar Google Earth dari Map menjadi Satellite.

Google telah menyediakan halaman bantuan yang menjelaskan cara menggunakan keyboard atau mouse untuk mengendalikan pesawat. Meskipun pengalaman yang ditawarkan tidak serumit atau serealistis game simulator penerbangan khusus seperti Microsoft Flight Simulator, Google Earth Flight Simulator tetap membutuhkan latihan agar pengguna bisa mengarahkan pesawat tanpa menabrak. Jika pesawat menabrak permukaan, simulator akan berhenti dan memberikan opsi untuk mengatur ulang pesawat ke ketinggian yang aman.

Baca Juga:

Implikasi dan Dampak bagi Pengguna

Langkah Google ini membawa implikasi signifikan bagi pengguna biasa maupun penggemar teknologi. Dengan menghadirkan fitur yang sebelumnya hanya ada di versi desktop ke browser, Google mendemokratisasi akses ke alat eksplorasi yang unik. Ini membuka peluang bagi pengguna untuk melihat dunia dari perspektif baru, baik untuk tujuan edukasi, hiburan, atau sekadar penasaran.

Meskipun tidak memiliki kompleksitas simulator penerbangan profesional, Google Earth Flight Simulator menawarkan cara yang menyenangkan dan interaktif untuk menjelajahi berbagai landmark dan lokasi di seluruh dunia. Kehadiran fitur ini juga memperkuat posisi Google Earth sebagai alat eksplorasi digital yang multifungsi, bersaing dengan berbagai platform lain yang terus berkembang, seperti yang terlihat dari pencapaian ChatGPT yang berhasil mengalahkan rekor Google Maps dalam jumlah pengguna.

Bagi pengguna yang sering menggunakan layanan Google, fitur ini bisa menjadi nilai tambah yang menarik. Namun, penting untuk diingat bahwa fitur ini masih dalam tahap awal di versi web. Pengguna mungkin perlu bersabar dengan beberapa keterbatasan, terutama dalam hal kontrol dan realisme. Meski demikian, langkah Google ini menunjukkan bahwa perusahaan terus berinovasi untuk memberikan pengalaman yang lebih kaya dan interaktif kepada penggunanya, sebuah pendekatan yang juga diterapkan dalam pengembangan AI seperti yang terlihat dari kebijakan penyimpanan data AI pengguna secara default.

Ketersediaan fitur ini di browser juga membuka kemungkinan untuk integrasi yang lebih luas dengan berbagai perangkat dan platform. Pengguna tidak lagi terbatas pada komputer desktop dengan instalasi khusus; mereka bisa mengaksesnya dari berbagai perangkat yang memiliki browser web. Ini sejalan dengan tren aksesibilitas yang semakin inklusif di era digital.

Meskipun Google Earth Flight Simulator mungkin tidak akan menggantikan simulator penerbangan khusus, fitur ini menawarkan nilai unik sebagai alat eksplorasi yang menggabungkan data geografis dunia nyata dengan simulasi penerbangan. Pengguna bisa “terbang” di atas Grand Canyon, menjelajahi piramida Mesir, atau melintasi kota-kota besar dari ketinggian, semua dalam satu platform.

Ke depannya, menarik untuk melihat apakah Google akan terus mengembangkan fitur ini dengan menambahkan lebih banyak kontrol, pesawat, atau bahkan skenario penerbangan. Namun untuk saat ini, pengguna sudah bisa menikmati pengalaman terbang virtual di Google Earth langsung dari browser mereka, sebuah fitur yang selama hampir dua dekade hanya bisa dinikmati oleh segelintir pengguna versi desktop.

Dengan hadirnya fitur ini, Google Earth tidak lagi sekadar alat untuk melihat peta dan gambar satelit, tetapi juga menjadi platform eksplorasi yang lebih interaktif dan menghibur. Bagi pengguna yang ingin mencoba sensasi terbang tanpa harus menginstal game berat, Google Earth Flight Simulator adalah pilihan yang patut dicoba.

Komentar

Belum ada komentar.