Tahun Depan, Layanan Google Ini Pamit untuk Selamanya

Cloud Print
Source: Forbes

Telset.id, Jakarta – Google lagi-lagi menutup layanan mereka. Kali ini, giliran Google Cloud Print yang akan mati pada akhir tahun 2020 mendatang.

Cloud Print merupakan layanan print dokumen berbasis cloud. Layanan ini bisa dinikmati melalui produk Google lainnya, seperti Gmail, Chrome, dan juga Google Drive.

Dilansir Telset.id dari Mashable, Minggu (24/11/2019), Google Cloud Print dipastikan akan mencetak halaman terakhirnya pada 31 Desember 2020 mendatang. Ini berarti, pengguna masih bisa menikmati layanan tersebut sekitar setahun lagi.

{Baca Juga: Developer Khawatir Google Stadia akan Berumur Pendek}

“Kami menyarankan mulai tahun depan, Anda bisa mencari solusi alternatif dan mulai menjalankan migrasi,” jelas Google dalam keterangan tertulis.

Layanan ini diperkenalkan pada tahun 2010 silam. Seiring berjalannya waktu, Google terus menghadirkan fitur dan beragam pembaruan. Bahkan, layanan ini juga sudah dapat terintegrasi dengan Windows.

Layanan Google Cloud Print ini mirip dengan AirPrint milik Apple. Hingga saat ini layanan AirPrint masih beroperasi, dan memungkinkan pengguna mencetak dokumen secara nirkabel melalui laptop, iPhone, iPad, dan perangkat Apple lainnya.

{Baca Juga: Print Mudah dari Android dengan Google Cloud Print}

Sayangnya, hingga artikel ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Google terkait alasan mereka mematikan layanan Cloud Print.

Dengan kebijakan ini, Cloud Print akan menyusul layanan Allo yang juga dipensiunkan oleh Google. Raksasa mesin pencarian itu telah mengumumkan menghentikan operasional Allo pada Maret 2019.

Menurut laporan 9to5google, pengumuman itu disampaikan Google melalui halaman pendukung di situs resminya.

{Baca Juga: Google Allo akan Resmi Dipensiunkan Maret 2019}

Lebih jauh Google menyebut bahwa mereka mendapatkan banyak pembelajaran dari aplikasi messaging itu, terutama terkait mesin pembelajaran. Seperti diketahui, sejumlah fitur baru di Allo yang menggunakan teknologi mesin pembelajaran telah ditambahkan ke Google Messages.

Vice President of Chrome, Comms, and Photos Google, Anil Sabharwal, menyatakan bahwa Allo tidak pernah mencapai level ketertarikan masyarakat yang ditargetkan Google. Konon, pengguna Allo telah mengeluhkan berbagai bug.

Bahkan, pengguna Allo mengeluhkan ketidakmampuan aplikasi untuk mengirimkan pesan. Untuk aplikasi pesan yang diklaim cerdas, permasalahan tersebut cukup mampu menghilangkan minat konsumen dalam menggunakannya. (HLM/FHP)

Sumber: Mashable

Previous articleAnalis Ungkap Jumlah RAM yang Akan Dibawa iPhone 12 Pro
Next articleBukan Google, Huawei Diizinkan Berbisnis Lagi dengan Microsoft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here