šŸ“‘ Daftar Isi

Bukan Cuma Dengar Musik, Spotify Kini Rambah Konten Fitness

Bukan Cuma Dengar Musik, Spotify Kini Rambah Konten Fitness

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Dulu, Spotify hanya soal lagu. Sekarang, aplikasi streaming ini perlahan menjelma menjadi pusat segala konten audio visual. Setelah sukses besar dengan podcast, audiobook, hingga video, raksasa streaming asal Swedia ini kembali menggebrak dengan mengumumkan kategori besar berikutnya: konten fitness. Langkah ini bukan sekadar eksperimen, melainkan sebuah strategi ambisius untuk menguasai lebih banyak waktu penggunanya, dari sekadar menemani olahraga menjadi pemandu olahraga itu sendiri.

Bayangkan, Anda tidak perlu lagi berpindah aplikasi antara mendengarkan playlist favorit dan mengikuti instruksi latihan. Spotify ingin menjadi rumah tunggal untuk kedua kebutuhan tersebut. Keputusan ini diumumkan secara resmi pada Senin lalu, menandai babak baru dalam evolusi Spotify yang tak lagi bisa disebut sekadar aplikasi musik.

Kolaborasi Strategis dengan Peloton dan Para Kreator

Untuk mewujudkan ambisi ini, Spotify tidak bergerak sendirian. Mereka menggandeng sejumlah kreator kebugaran ternama dan raksasa peralatan olahraga, Peloton. Kemitraan dengan Peloton ini menjadi salah satu poin paling menarik. Bayangkan, lebih dari 1.400 kelas latihan on-demand dari instruktur terkenal Peloton kini bisa diakses oleh pengguna Premium Spotify di pasar tertentu, tanpa perlu memiliki sepeda atau treadmill mahal buatan Peloton.

Kelas-kelas ini mencakup berbagai jenis latihan, mulai dari latihan kekuatan, kardio, yoga, meditasi, hingga lari. Semuanya bebas iklan dan bisa diunduh untuk diakses secara offline. Ini jelas sebuah nilai tambah yang sulit ditolak oleh para penggila fitness yang juga pelanggan setia Spotify.

Selain Peloton, Spotify juga menggandeng kreator independen seperti Yoga with Kassandra, Chloe Ting, Sweaty Studio, Pilates Body by Raven, dan masih banyak lagi. Konten dari para kreator ini akan tersedia untuk semua pengguna, baik yang gratis maupun Premium. Anda bisa menemukan puluhan playlist dan video latihan instruksional yang siap memandu gerakan Anda.

Fitur dan Aksesibilitas di Pusat Fitness Baru

Semua konten ini tidak akan berserakan. Spotify telah menyiapkan sebuah hub khusus bernama ā€œFitnessā€ yang bisa diakses langsung dari dalam aplikasi. Alternatifnya, Anda cukup mengetik kata ā€œfitnessā€ di kotak pencarian. Konten dalam bentuk musik dan video ini bisa dinikmati di aplikasi Spotify versi mobile, desktop, dan TV. Ini berarti Anda bisa mengikuti latihan di layar besar TV ruang tamu atau tetap mobile dengan ponsel di gym.

Untuk saat ini, konten yang tersedia sebagian besar berbahasa Inggris, dengan beberapa opsi dalam bahasa Spanyol dan Jerman. Meski belum ada bahasa Indonesia, bukan tidak mungkin ini akan menyusul jika antusiasme pasar cukup tinggi. Yang menarik, Spotify juga mengonfirmasi bahwa para kreator yang berpartisipasi bisa memanfaatkan alat monetisasi yang sudah ada, seperti Spotify Partner Program. Namun, mereka masih bungkam soal detail kesepakatan dengan Peloton.

Data di Balik Keputusan Spotify

Keputusan Spotify untuk terjun ke dunia fitness bukanlah tebakan buta. Perusahaan mengungkapkan bahwa hampir 70% pelanggan Premium mereka berolahraga setiap bulan. Angka ini sangat besar. Ditambah lagi, ada lebih dari 150 juta playlist bertema olahraga di layanan mereka. Ini adalah sinyal permintaan yang sangat kuat dari basis pengguna setianya.

Spotify juga melihat lonjakan permintaan akan musik olahraga setelah peluncuran fitur Prompted Playlist bertenaga AI. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat playlist hanya dengan mengetikkan beberapa kata. Kini, kata-kata seperti ā€œlari pagiā€ atau ā€œyoga santaiā€ bisa langsung menghasilkan daftar lagu yang pas. Integrasi antara AI dan konten fitness ini menjadi area yang sangat potensial untuk dikembangkan.

Namun, di balik optimisme ini, ada satu pertanyaan besar: apakah pengguna tidak akan merasa kewalahan? Spotify sudah dikenal sebagai aplikasi yang semakin ā€œgemukā€ dengan berbagai fitur. Mulai dari podcast, audiobook, video, hingga kini fitness. Bagi sebagian pengguna yang menyukai kesederhanaan, ini bisa menjadi masalah. Mereka mungkin merasa aplikasi ini terlalu berantakan.

Untungnya, Spotify tampaknya sudah memikirkan hal ini. Baru-baru ini, mereka meluncurkan opsi untuk mematikan video di seluruh aplikasi. Ini adalah langkah yang cerdas. Pengguna yang hanya ingin mendengarkan musik tanpa gangguan visual tetap bisa melakukannya. Langkah ini menunjukkan bahwa Spotify sadar akan potensi ā€œkegemukan fiturā€ dan berusaha mengakomodasi semua tipe pengguna.

Langkah Spotify merambah konten fitness juga bisa dilihat sebagai upaya untuk menyaingi platform lain yang sudah lebih dulu mapan di ranah ini, seperti Apple Fitness+ atau aplikasi khusus yoga. Dengan menggandeng Peloton, Spotify langsung mendapatkan kredibilitas dan konten berkualitas tinggi. Ini adalah strategi yang efisien dibandingkan harus membangun semuanya dari nol.

Ke depannya, bukan tidak mungkin Spotify akan menambahkan lebih banyak fitur interaktif, seperti statistik latihan atau integrasi dengan jam tangan pintar. Atau mungkin, mereka akan menghadirkan kelas berbayar eksklusif dengan instruktur tertentu. Semua ini masih menjadi tanda tanya, tapi satu hal yang pasti: persaingan di dunia streaming konten kesehatan dan kebugaran akan semakin panas.

Bagi Anda yang sudah menjadi pelanggan setia Spotify, ini adalah kabar baik. Anda tidak perlu lagi berlangganan layanan fitness terpisah. Cukup buka aplikasi Spotify, cari hub Fitness, dan mulailah berkeringat. Namun, jika Anda merasa aplikasi ini sudah terlalu penuh, tenang saja. Anda masih bisa mematikan video dan tetap menikmati playlist olahraga favorit Anda seperti biasa. Spotify telah berevolusi, dan sepertinya evolusi ini baru akan dimulai.

Apakah langkah ini akan sukses? Waktu yang akan menjawab. Namun, melihat data pengguna dan ambisi besar Spotify, sepertinya dunia fitness adalah ladang baru yang sangat menggiurkan bagi mereka. Dari sekadar menemani Anda lari pagi, kini Spotify ingin menjadi pelatih pribadi Anda. Sebuah lompatan yang berani, bukan?