📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Apple Music dengan latar belakang merah dan ikon aplikasi di iPhone

Apple Music Resmi Naikkan Harga, Pelanggan Terdampak

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple resmi menaikkan harga Apple Music di AS, Inggris, dan Australia
  • Kenaikan pertama sejak Oktober 2022, berlaku untuk paket Individu, Keluarga, Pelajar, dan Apple One
  • Paket Individu naik $1, Keluarga naik $3, Pelajar naik $1 di AS
  • Alasan kenaikan adalah meningkatnya biaya lisensi (rising licensing costs)
  • Pelanggan mengeluhkan loss of control atas keuangan karena kenaikan harga sepihak
  • Apple One Family naik $2 menjadi $27.95, Premier naik $2 menjadi $39.95
  • Kenaikan terjadi di tengah melonjaknya harga memori dan penyimpanan akibat permintaan AI
  • Apple Music tidak punya free tier seperti Spotify, tapi unggul dalam dukungan file lokal

Telset.id – Apple resmi menaikkan harga berlangganan Apple Music di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak Oktober 2022 dan langsung berdampak pada hampir semua paket layanan streaming musik milik raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.

Kenaikan harga Apple Music ini tidak hanya berlaku untuk layanan individu, tetapi juga paket Keluarga, Pelajar, hingga bundel Apple One. Apple beralasan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya biaya lisensi atau rising licensing costs, seperti dilaporkan oleh Music Business Worldwide via Engadget.

Bagi pengguna setia Apple Music, perubahan harga ini tentu menjadi kabar yang kurang menyenangkan. Pasalnya, kenaikan harga terjadi di saat berbagai layanan teknologi lain juga mengalami hal serupa. Mulai dari laptop hingga layanan streaming lain, semuanya kompak merangkak naik.

The Apple Music app icon against a red background on an iPhone.

Rincian Harga Terbaru Apple Music

Berikut adalah rincian harga terbaru untuk setiap paket Apple Music di beberapa negara:

  • Paket Individu: AS menjadi $11,99 (naik $1), Inggris £11,99 (naik £1), Australia AU$14,99 (naik AU$2).
  • Paket Keluarga: AS menjadi $19,99 (naik $3), Inggris £19,99 (naik £3), Australia AU$23,99 (naik AU$4).
  • Paket Pelajar: AS menjadi $6,99 (naik $1), Inggris £5,99 (tetap), Australia AU$7,99 (naik $1).

Sementara itu, kenaikan harga untuk bundel Apple One tidak terlalu jelas terlihat di situs web Apple. Namun, berdasarkan data yang tersedia, paket Apple One Keluarga kini menjadi $27,95 per bulan (naik $2) dan paket Apple One Premier menjadi $39,95 (juga naik $2). Paket Apple One Individu tetap di harga $19,95.

Untuk pasar internasional lainnya, termasuk Indonesia, kemungkinan besar akan mengalami kenaikan harga serupa dalam waktu dekat. Seperti yang pernah kami bahas sebelumnya, Apple Music Resmi Naikkan Harga dan pelanggan di berbagai negara mulai merasakan dampaknya.

Dampak Kenaikan Harga bagi Pelanggan

Kenaikan harga ini memicu diskusi hangat di kalangan pengguna, terutama di forum-forum seperti Reddit. Banyak yang menyoroti soal “loss of control” atau hilangnya kendali atas keuangan pribadi. Seorang Redditor berkomentar, “Ini bahkan bukan soal biaya kadang-kadang. Ini soal hilangnya kendali atas keuangan Anda. Perusahaan bisa menaikkan harga kapan pun mereka mau.”

Meskipun demikian, tidak banyak komentar yang menyatakan siap untuk berhenti berlangganan Apple Music. Banyak yang justru menyoroti fakta bahwa Apple memiliki miliaran dolar di bank. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga lebih didorong oleh strategi bisnis daripada kebutuhan finansial yang mendesak.

Apple Music memang tidak memiliki tingkatan gratis seperti Spotify. Namun, layanan ini unggul dalam dukungannya terhadap file lokal. Jika Anda memiliki cukup banyak file MP3 atau hasil ripping CD, Anda masih bisa menggunakan Apple Music tanpa harus berlangganan.

A smartphone with youtube logo and blurred youtube interface at background and the Apple App Store icon

Fenomena kenaikan harga ini terjadi di tengah melonjaknya permintaan sumber daya AI yang telah mendongkrak harga memori dan penyimpanan. Dampak berantai ini dirasakan di berbagai sektor, termasuk layanan streaming. Apple bukanlah perusahaan pertama yang menaikkan harga langganan, tetapi ini menjadi pengingat akan risiko model sewa digital (digital rental model).

Begitu Anda berhenti membayar, Anda kehilangan akses. Jadi, jika Anda membutuhkan layanan tersebut, Anda tidak punya pilihan selain menerima harga yang lebih tinggi. Ini adalah dilema yang dihadapi banyak pelanggan layanan streaming saat ini.

Apple sendiri saat ini semakin banyak menjual produk perangkat lunaknya melalui pembayaran berulang (recurring payments) daripada biaya satu kali. Strategi ini terbukti lebih menguntungkan dan membuat pengguna cenderung terus membayar. Seperti yang kami laporkan sebelumnya, Apple Kembali Jadi Perusahaan Publik dengan valuasi tertinggi di AS.

Kenaikan harga Apple Music ini menjadi pengingat bahwa tidak ada yang abadi di dunia layanan digital. Harga bisa berubah kapan saja, dan pengguna harus siap menghadapi konsekuensinya. Bagi yang merasa keberatan, mungkin ini saatnya untuk mengeksplorasi alternatif lain atau memanfaatkan file musik lokal yang dimiliki.

Di sisi lain, kenaikan harga ini juga bisa dilihat sebagai bagian dari siklus bisnis normal. Biaya operasional yang meningkat, terutama biaya lisensi musik, harus ditutup dengan pendapatan yang lebih besar. Apple, seperti perusahaan lain, harus menjaga keseimbangan antara memberikan layanan berkualitas dan menjaga profitabilitas.

Bagi pengguna yang ingin tetap setia pada Apple Music, tidak ada pilihan selain menerima kenaikan harga ini. Namun, ada baiknya untuk selalu memantau perkembangan harga dan membandingkannya dengan layanan lain. Siapa tahu, ada alternatif yang lebih terjangkau dengan fitur yang tidak kalah menarik.

Satu hal yang pasti, persaingan di industri music streaming semakin ketat. Setiap platform berlomba-lomba menawarkan fitur terbaik dengan harga yang kompetitif. Keputusan Apple untuk menaikkan harga bisa menjadi bumerang jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan.

Ke depannya, kita akan melihat bagaimana reaksi pasar terhadap kenaikan harga ini. Apakah pelanggan akan tetap setia atau justru beralih ke layanan lain? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Yang jelas, pengguna harus lebih cermat dalam mengelola pengeluaran untuk layanan digital.

Sebagai informasi tambahan, AS Larang Apple Beli Chip Memori China juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi biaya produksi dan operasional Apple secara keseluruhan. Dampak dari kebijakan ini mungkin turut berkontribusi pada kenaikan harga berbagai layanan Apple, termasuk Apple Music.

Dengan segala pertimbangan, keputusan ada di tangan pengguna. Apakah akan tetap berlangganan dengan harga baru, beralih ke platform lain, atau memanfaatkan file musik lokal yang dimiliki. Yang terpenting, buatlah keputusan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.

Kami akan terus memantau perkembangan terkait kenaikan harga Apple Music dan layanan Apple lainnya. Pantau terus Telset.id untuk mendapatkan informasi terbaru seputar teknologi dan gadget.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.