5 Inovasi Teknologi Vivo Smartphone di 2018

Telset.id, Jakarta – Setiap brand memiliki pendekatan tersendiri untuk konsentrasi pada core business serta bertahan dalam menghadapi kompetitor, kompleksitas produksi, serta memenangi tekanan pasar.

Yang tidak kalah penting untuk bisa sukses adalah inovasi teknologi smartphone, baik pada smartphone yang baru diproduksi, maupun fitur dan konsep smartphone mesa depan.

Hal ini yang dilakukan tim Riset dan Pengembangan (R&D) vivo. Kali ini menunjukan 5 inovasi yang akan disematkan di seri smartphone selanjutnya, seperti apa?

Berikut 5 inovasi Vivo Smartphone di 2018 :

Fitur Pemindai Sidik Jari Didalam Layar

Vivo pertama kalinya memperkenalkan konsep pemindai sidik jari didalam layar atau In-Display Fingerprint Scanner pada MWC 2017 lalu. Tidak perlu waktu lama, vivo mewujudkannya dalam smartphone yang dijual dipasaran yaitu melalui seri X20 Plus Under Display dan X21 Under Display. Meskipun fitur pemindai sidik jari yang digunakan dalam X20 Under Display dan X21 Under Display belum mencapai setengah layar seperti yang diterapkan di Apex Concept, vivo menjadi brand pertama di dunia yang berhasil mengaplikasikan untuk smartphone siap produksi.

Cara kerja teknologi In-Display Fingerprint Scanner cukup unik. Layar OLED memancarkan cahaya yang menembus kaca penutup untuk menerangi area pemindai sidik jari. Kemudian, berdasarkan cahaya pantulan dari tonjolan unik pada sidik jari, sensor memproses sinyal optik untuk menghasilkan gambar sidik jari yang tajam dan detil untuk dicocokkan oleh smartphone. Sensor sidik jari dibawah layar memungkinkan bezel layar yang semakin tipis, dan tentunya desain yang semakin compact tanpa adanya tombol pemindai sidik jari yang umum ditempatkan belakang smartphone.

Kamera Depan Tersembunyi

Memanfaatkan momen MWC 2018 Barcelona, vivo mencuri perhatian dan menghadirkan solusi inovatif untuk mencapai layar penuh bezel-less. Vivo memperkenalkan konsep Elevating Front Camera yang menghilangkan ruang yang biasa digunakan kamera depan konvensional untuk menambah persentase rasio layar. Kamera depan ditempatkan pada sisi atas smartphone dan akan “terangkat” secara otomatis saat kamera depan diaktifkan. Selain itu, hanya dibutuhkan waktu 0.8 detik untuk kamera siap mengambil gambar.

Fitur ini menjadi salah satu fitur terpopuler pada Apex concept smartphone. Para pengamat industri pun melihat fitur yang dihadirkan ini dapat menjadi pendekatan yang menarik untuk dapat memaksimalkan layar, namun tetap memperhatikan kenyamanan penggunaan smartphone.

Sensor untuk Desain Yang Lebih Tipis dan Elegan

Dalam pengembangan desain produk terbaru, tujuan yang ingin dicapai vivo adalah desain bezel-less yang nyaman, dan ergonomis. Hal ini terlihat pada perkembangan desain, baik pada V5, V7+, V7, hingga saat ini, V9 sebagai smartphone dengan rasio layar tertinggi di-dunia. Selain VSeries, pengembangan desain layar juga terlihat pada XSeries yang semakin bezel-less serta compact dan nyaman digenggam.

Untuk inovasi layar, aspek ergonomis juga terlihat pada sleek desain dengan bezel samping super tipis. Pada smartphone konsep APEXTM vivo membenamkan sensor jarak dan pencahayaan yang tersembunyi dibawah layar, yang menciptakan lebih banyak ruang untuk layar.

Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk Mobile Experience Lebih Baik

Teknologi kecerdasan buatan atau AI memberikan kemudahan bagi pengguna smartphone dengan mempelajari kebiasaan, serta menghadirkan solusi permasalahan yang sering dihadapi pengguna. Merujuk kepada Gartner Research, vivo telah mengembangkan smartphone AI-sentris yang mendukung penggunanya merasakan potensi teknologi AI untuk kebutuhan multitasking, mobile fotografi, daya, hingga keamanan smartphone.

Beberapa fitur seperti AI Face Access semakin disempurnakan untuk bekerja lebih cepat, fleksibel di berbagai kondisi, dan akurat. Pada X21, AI Face Access dilengkapi dengan sensor infrared fill light sensor yang membantu pengenalan wajah pada kondisi cahaya minim. Untuk V9, AI Face Access dapat digunakan bukan hanya untuk membuka kunci smartphone, namun juga aplikasi.

Pada berbagai seri seperti XSeries maupun VSeries, teknologi AI juga digunakan untuk mendorong performa smartphone lebih optimal. AI Smart Engine yang memastikan masa pakai baterai lebih lama dan pengalaman pengguna semakin lancar. Dengan mempelajari kebiasaan pengguna dan preferensi aplikasi, teknologi AI mendukung pemrosesan data lebih cepat hingga 20% untuk aplikasi yang sering digunakan, serta alokasi sumber daya baterai dengan hanya menjalankan aplikasi yang benar-benar diperlukan.

Standar Baru untuk Smartphone Bezel-Less Masa Depan

Smartphone Apex Concept membawa standar baru untuk smartphone bezel-less masa depan. Layar bezel-less 5.99’’ FHD+, dimaksimalkan dengan rasio layar 98%. Hal ini bisa dicapai dengan menempatkan microchip langsung pada papan sirkuit smartphone, inovasi soundcasting screen atau speaker yang tertanam dibawah layar, serta kamera yang dibuat terangkat hanya pada saat digunakan.

Dengan konsumen sebagai fokus utama, vivo saat ini, terus mengembangkan teknologi smartphone yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan. Tim R&D yang komprehensif dan pengalaman di berbagai market secara global menjadi kekuatan vivo untuk terus mengembangkan pasar; dan menghadirkan produk-produk fitur inovatif untuk mobile experience yang semakin memuaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here