Pernahkah Anda merasa curiga saat membaca ulasan game yang terasa hambar, penuh metafora klise, namun miskin detail pengalaman bermain? Di era digital saat ini, kepercayaan adalah mata uang paling berharga, terutama bagi platform agregator ulasan seperti Metacritic. Namun, integritas tersebut baru saja diuji oleh insiden memalukan yang melibatkan salah satu judul game horor terbesar tahun ini.
Metacritic secara resmi telah menghapus sebuah ulasan untuk game Resident Evil Requiem setelah laporan investigasi mengungkapkan bahwa tulisan tersebut digenerate oleh kecerdasan buatan atau AI. Ulasan yang bermasalah ini diterbitkan oleh situs game asal Inggris, VideoGamer, namun bukan ditulis oleh jurnalis manusia. Alih-alih memberikan pandangan kritis yang mendalam, ulasan tersebut justru terasa seperti susunan kata-kata kosong yang dirangkai oleh algoritma.
Kasus ini mencuat setelah laporan dari Kotaku menyoroti kejanggalan pada gaya penulisan dan profil penulisnya. Meskipun sulit untuk memastikan 100 persen apakah sebuah teks adalah buatan AI, pembaca yang jeli dapat dengan mudah merasakan ketidakwajaran dalam ulasan tersebut. Insiden ini menjadi peringatan keras bagi industri jurnalisme game dan para pembaca untuk lebih kritis dalam memilah informasi di internet.
Jejak Digital “Jurnalis” Palsu
Kecurigaan bermula ketika ulasan Resident Evil Requiem di VideoGamer muncul dengan nama penulis “Brian Merrygold”. Bagi para pembaca setia maupun pengamat industri, tulisan Merrygold terasa sangat janggal. Ulasannya dipenuhi dengan metafora yang dipaksakan dan sangat minim detail spesifik mengenai gameplay, seolah-olah penulisnya hanya menonton trailer tanpa pernah menyentuh Resident Evil tersebut secara langsung. Seorang kritikus game yang baik biasanya mampu mendeskripsikan pengalaman bermain mereka dengan nuansa yang unik, sesuatu yang gagal total dilakukan oleh artikel ini.
Investigasi lebih lanjut oleh pengguna media sosial X (sebelumnya Twitter) menemukan bukti yang lebih memberatkan. Profil penulis di situs tersebut ditulis dengan gaya bahasa yang kaku, dan foto profil yang digunakan terindikasi kuat sebagai hasil generasi AI. Bukti paling telak ditemukan ketika gambar profil tersebut coba disimpan; nama file aslinya adalah “ChatGPT-Image-Oct-20-2025-11_57_34-AM-300×300”. Ini adalah indikator yang sangat jelas bahwa “Brian Merrygold” bukanlah orang sungguhan.
Tidak berhenti di situ, penelusuran terhadap kontributor lain di VideoGamer menunjukkan pola serupa. Banyak akun penulis baru yang dibuat sekitar bulan Oktober 2025 memiliki foto profil yang terlihat seperti buatan AI. Hal ini sejalan dengan laporan bahwa ClickOut Media, perusahaan induk situs tersebut, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap staf editorial mereka awal bulan ini untuk beralih ke strategi konten berbasis AI.
Baca Juga:
Respon Tegas Metacritic
Menyadari bahaya yang ditimbulkan oleh ulasan palsu ini terhadap kredibilitas skor agregat mereka, Metacritic bertindak cepat. Marc Doyle, salah satu pendiri Metacritic, mengonfirmasi kepada Kotaku bahwa mereka telah menghapus ulasan Resident Evil Requiem tersebut beserta sejumlah ulasan lain dari VideoGamer yang diterbitkan pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga agar skor metrik tetap merepresentasikan sentimen kritis yang nyata dari manusia, bukan algoritma.
Metacritic juga mempertegas kebijakan mereka kepada seluruh penerbit dan situs game yang terdaftar dalam sistem mereka. Dalam komunikasi yang dibagikan oleh Alex Donaldson, pendiri RPG Site, Metacritic menegaskan kebijakan tanpa toleransi terhadap ulasan AI. “Kebijakan kami adalah kami tidak akan pernah menyertakan ulasan yang dibuat oleh AI di Metacritic,” tegas pihak agregator tersebut. Mereka juga menambahkan ancaman sanksi berat: jika ditemukan pelanggaran serupa di masa depan, mereka akan segera menghapus ulasan tersebut dan memutus hubungan kerja sama dengan publikasi terkait setelah melakukan investigasi.

Ancaman Bagi Ekosistem Game
Fenomena ini menyoroti sisi gelap dari penggunaan teknologi generatif dalam jurnalisme. Sebuah situs berita yang mempublikasikan ulasan buatan AI sama buruknya dengan platform yang mengagregasinya. Langkah VideoGamer yang diduga mengganti staf manusia dengan AI adalah preseden buruk yang merugikan pembaca. Kita tidak lagi hanya berbicara tentang Situs Gaming terpercaya, tetapi tentang validitas informasi itu sendiri.
Di tengah gempuran konten “sampah” AI yang membanjiri media sosial dan platform pencarian gambar seperti Pinterest, kini pembaca harus meningkatkan kewaspadaan bahkan di situs ulasan profesional. Teknologi seperti Model AI memang canggih untuk memproduksi gambar, namun ketika digunakan untuk memalsukan opini kritis, ia merusak kepercayaan publik. Metacritic kini menjadi salah satu benteng pertahanan terakhir, namun insiden ini membuktikan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman dari infiltrasi konten sintetis.
Sebagai penutup, kasus penghapusan review Resident Evil Requiem ini adalah pengingat bahwa dalam dunia kritik seni dan hiburan, sentuhan manusia tidak tergantikan. Angka di Metacritic seharusnya menjadi representasi diskusi antar manusia, bukan hasil kalkulasi mesin yang dingin dan tak bernyawa.

