Telset.id – Jika Anda termasuk penggemar teknologi yang selalu menantikan duel sengit antara chipset Exynos dan Snapdragon setiap tahunnya, bocoran terbaru ini mungkin akan membuat alis Anda terangkat. Menjelang peluncuran resminya yang dijadwalkan pada 25 Februari mendatang, sebuah temuan menarik baru saja muncul ke permukaan, memberikan kita gambaran nyata tentang apa yang akan menjadi otak dari perangkat flagship Samsung berikutnya.
Perdebatan mengenai performa chipset seringkali menjadi topik panas di kalangan pengguna setia Samsung, terutama mereka yang berada di pasar global seperti Indonesia. Kekhawatiran akan disparitas performa antara versi global dan versi Amerika Serikat seolah menjadi ritual tahunan yang tak terelakkan. Namun, data terbaru yang bocor dari platform benchmarking populer, Geekbench, memberikan sinyal kuat mengenai strategi raksasa teknologi Korea Selatan tersebut untuk lini Galaxy S26 Plus mereka.
Sebuah perangkat dengan nomor model SM-S947B telah teridentifikasi di basis data Geekbench. Bagi Anda yang jeli mengamati pola penamaan Samsung, akhiran “B” biasanya menandakan varian untuk pasar global. Temuan ini tidak hanya mengonfirmasi keberadaan perangkat tersebut, tetapi juga menyingkap spesifikasi inti yang selama ini masih menjadi misteri, terutama terkait dapur pacu yang akan digunakannya. Data ini muncul setelah sebelumnya versi Korea Selatan dari perangkat yang sama juga sempat terlihat pada bulan Januari lalu.
Exynos 2600: Sang Penantang Baru
Berdasarkan daftar Geekbench yang beredar, Samsung Galaxy S26 Plus versi global ini dipastikan akan ditenagai oleh chipset Exynos. Hal ini terungkap dari identifikasi part number “s5e9965” yang tercantum dalam data teknis pengujian. Kode ini merujuk langsung pada Exynos 2600, prosesor in-house terbaru dari Samsung yang digadang-gadang membawa peningkatan signifikan. Ini mengindikasikan bahwa sebagian besar pasar di luar Amerika Serikat, kemungkinan besar termasuk Indonesia, akan mendapatkan unit yang ditenagai oleh silikon buatan Samsung sendiri.

Tentu saja, angka pengujian menjadi indikator awal yang krusial untuk menilai potensi performanya. Dalam pengujian Geekbench 6.5, perangkat ini mencatatkan skor yang cukup impresif. Untuk pengujian single-core, Galaxy S26 Plus dengan Exynos 2600 berhasil meraih skor 2.304 poin. Sementara itu, pada pengujian multi-core yang menguji kemampuan multitasking berat, perangkat ini menembus angka 9.015 poin. Skor ini memberikan gambaran awal bahwa Exynos 2600 bukanlah chipset yang bisa dipandang sebelah mata, meskipun pembuktian sesungguhnya tentu ada pada penggunaan dunia nyata.
Salah satu aspek teknis yang paling menarik perhatian dari spesifikasi gahar Exynos 2600 ini adalah arsitekturnya. Chipset ini disebut-sebut sebagai chip 2nm pertama di dunia, sebuah lompatan teknologi fabrikasi yang menjanjikan efisiensi daya lebih baik dan performa lebih tinggi. Arsitektur CPU-nya terdiri dari 10 inti (10-core architecture) dengan kecepatan clock yang mencapai 3.80GHz. Konfigurasi ini jelas dirancang untuk menangani beban kerja berat, mulai dari gaming grafis tinggi hingga pemrosesan AI yang kompleks.
Baca Juga:
Dualisme Chipset Masih Berlanjut?
Meskipun versi global dipastikan menggunakan Exynos, narasi mengenai penggunaan Snapdragon belum sepenuhnya hilang dari radar. Masih ada kemungkinan kuat bahwa Samsung Galaxy S26 Plus untuk pasar Amerika Serikat akan mengadopsi Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Meskipun varian Plus versi AS belum menampakkan diri di Geekbench, versi reguler Galaxy S26 untuk pasar AS sudah terlihat menggunakan chip besutan Qualcomm tersebut bulan lalu. Ini menguatkan dugaan bahwa strategi dua chipset masih akan diterapkan oleh Samsung pada seri S26 dan S26 Plus.
Hal ini tentu memicu rasa penasaran mengenai perbandingan langsung antara kedua chipset tersebut. Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy tentu memiliki reputasi yang sangat kuat, namun klaim Samsung mengenai teknologi 2nm pada Exynos 2600 bisa menjadi faktor pembeda yang menarik tahun ini. Hanya waktu yang akan menjawab bagaimana performa termal dan efisiensi baterai dari Exynos 2600 saat dihadapkan langsung dengan pesaing utamanya dalam skenario penggunaan sehari-hari.
Selain sektor prosesor, bocoran Geekbench tersebut juga mengungkap kapasitas memori yang akan diusung. Galaxy S26 Plus versi global ini tercatat memiliki RAM sebesar 12GB. Kapasitas ini tergolong standar untuk standar flagship masa kini, namun cukup lega untuk menjalankan berbagai aplikasi berat secara bersamaan. Mengingat tren fitur kecerdasan buatan yang semakin masif, RAM 12GB ini diharapkan mampu menopang fitur-fitur Galaxy AI yang mungkin akan semakin canggih di generasi terbaru nanti.
Software dan Varian Ultra
Dari sisi perangkat lunak, daftar tersebut mengonfirmasi bahwa Galaxy S26 Plus sudah berjalan di atas sistem operasi Android 16. Besar kemungkinan, OS ini akan dibalut dengan antarmuka terbaru Samsung, yakni One UI 8.5. Kombinasi Android 16 dan One UI 8.5 diharapkan membawa fluiditas animasi yang lebih baik serta fitur-fitur kustomisasi yang lebih mendalam bagi pengguna. Pembaruan software ini juga menjadi kunci penting dalam mengoptimalkan kinerja hardware baru yang tertanam di dalamnya.
Menariknya, strategi berbeda tampaknya diterapkan pada varian tertinggi, yakni Galaxy S26 Ultra. Berdasarkan laporan yang beredar luas, model Ultra diprediksi akan secara eksklusif menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy di seluruh pasar global, tanpa ada varian Exynos. Hal ini mungkin dilakukan untuk menjaga konsistensi performa pada model yang paling mahal dan paling banyak disorot oleh para enthusiast dan profesional. Jika Anda mengincar performa absolut tanpa kompromi wilayah, produksi Galaxy S26 Ultra tampaknya menjadi pilihan paling aman.
Peluncuran resmi seri Galaxy S26 yang dijadwalkan pada 25 Februari dalam acara Galaxy Unpacked tentu sangat dinantikan. Apakah Galaxy Unpacked 2026 akan menjadi panggung pembuktian bagi kebangkitan Exynos lewat teknologi 2nm? Atau justru Snapdragon akan tetap mendominasi percakapan? Kita tunggu saja pembuktiannya dalam beberapa minggu ke depan.

