Strategi AiMOGA Robotics: Chery Satukan Otomotif dan Robotika di IIMS 2026

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id – Jika Anda berpikir panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 hanya akan dipenuhi oleh deretan mobil mengkilap dan adu spesifikasi mesin konvensional, Anda perlu menengok lebih dekat ke booth Chery. Ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang menandakan pergeseran tektonik dalam industri ini. Kehadiran AiMOGA Robotics di lantai pameran bukan sekadar pemanis atau gimmick pemasaran semata, melainkan sebuah deklarasi lantang tentang masa depan.

Momentum ini menandai tonggak sejarah baru bagi Chery Group. Raksasa otomotif ini tidak lagi sekadar memposisikan diri sebagai pembuat kendaraan, tetapi sedang bertransformasi menjadi perusahaan ekosistem berbasis teknologi yang komprehensif. Langkah ini adalah jawaban strategis terhadap tantangan industri global yang semakin kompleks, di mana batas antara mobilitas dan kecerdasan buatan kian kabur.

Peluncuran strategi baru AiMOGA Robotics di Jakarta menjadi bukti nyata bahwa visi Chery dalam menyongsong era AI bukan sekadar wacana di atas kertas. Di tengah tuntutan global akan ketahanan rantai pasok dan kolaborasi lintas sektor, Chery memilih jalan yang berani: menyatukan dua dunia yang sebelumnya berjalan beriringan namun terpisah, yakni otomotif dan robotika.

Sinergi Otomotif dan Robotika: Lebih dari Sekadar Mesin

Pendekatan “Otomotif + Robotika” yang diusung Chery melalui AiMOGA Robotics adalah sebuah langkah kalkulatif untuk memperkuat posisinya di kancah internasional. Strategi ini dirancang untuk mendorong keterlibatan lintas sektor yang lebih dalam, mempercepat transfer teknologi, dan menciptakan jalur komersialisasi baru yang belum tergarap maksimal oleh pemain lain.

Melalui strategi ini, Chery memperlihatkan komitmennya untuk tidak hanya bermain di kolam yang sama, melainkan menciptakan gelombang baru. Integrasi konsep ini di pasar global diharapkan mampu membuka peluang kemitraan yang jauh lebih luas. Bayangkan sebuah ekosistem di mana produsen mobil, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan industri lainnya saling terhubung dalam satu jaringan cerdas. Ini bukan hanya soal menjual produk, tetapi meningkatkan ketahanan rantai pasok dan kapabilitas layanan secara holistik.

Zhang Guibing, General Manager AiMOGA Robotics, dalam pemaparannya menegaskan bahwa blueprint pengembangan perusahaan berfokus pada integrasi mendalam antara teknologi kendaraan cerdas dan robotika. Ambisi mereka tidak main-main. “AiMOGA bertujuan menjadi asisten AI manusia yang terdepan dan terpercaya di dunia,” ujarnya. Pernyataan ini menyiratkan bahwa Chery melihat robot bukan sebagai pengganti, melainkan mitra kolaboratif bagi manusia.

Lompatan Teknologi: Dari Kolaborasi ke Asistensi

Apa yang membuat AiMOGA berbeda dari proyek robotika lainnya? Jawabannya terletak pada fondasi teknologi yang mereka bangun. Xia Peng, Executive Vice General Manager AiMOGA Robotics, mengungkapkan fakta menarik mengenai perjalanan riset mereka. Setelah tiga tahun penelitian dan pengembangan yang intensif, AiMOGA berhasil mencapai lompatan kapabilitas yang signifikan.

Mereka telah bergerak dari level L2, yang bersifat kolaboratif, menuju L3, yang merupakan level asistensi. “Pencapaian kapabilitas L3 ini menyediakan fondasi teknis yang krusial bagi pemosisian AiMOGA sebagai ‘asisten manusia’,” jelas Xia Peng. Pergeseran dari sekadar alat bantu kerja menjadi asisten cerdas adalah kunci dari nilai jual teknologi ini.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan sistemik Chery Group yang memiliki keahlian mendalam di bidang Teknologi EV. Sendi robot yang digunakan AiMOGA, misalnya, memiliki kepadatan torsi tinggi (high-torque-density). Teknologi ini mengadopsi keahlian Chery dalam mengembangkan motor listrik dan reducer untuk kendaraan listrik mereka. Sinergi inilah yang menjadi kekuatan inti, di mana komponen otomotif yang sudah teruji diaplikasikan untuk menciptakan pergerakan robot yang presisi dan bertenaga.

Selain perangkat keras, “otak” dari robot ini juga patut mendapat sorotan. Platform cloud MoLink bertindak sebagai pusat kecerdasan yang berbagi arsitektur pemrosesan data dengan sistem kendaraan terkoneksi milik Chery. Artinya, data dan pembelajaran yang didapat dari jutaan kilometer perjalanan mobil Chery turut memperkaya kecerdasan robot ini. Ditambah lagi dengan sistem persepsi multimodal dan model visi-bahasa MoNet yang dikembangkan secara internal, AiMOGA mendapatkan manfaat langsung dari investasi jangka panjang Chery dalam teknologi persepsi mengemudi cerdas.

Panggung IIMS 2026: Pembuktian Nyata

Di IIMS 2026, Chery tidak hanya berbicara tentang teori. Mereka membawa bukti nyata ke hadapan publik Indonesia. Robot humanoid AiMOGA yang diberi nama “MOI” tampil memukau pengunjung dengan serangkaian demonstrasi yang menunjukkan keluwesan dan kecerdasannya. Mulai dari menulis kaligrafi yang membutuhkan tingkat presisi tinggi, hingga menari yang menuntut keseimbangan dinamis.

Interaksi sosial juga menjadi sorotan utama. Dalam sesi talkshow, MOI berinteraksi secara interaktif dengan figur publik seperti GRIND Boys, Gofar Hilman, Rico Lubis, dan Wancoy (Mahesa Yuwanda). Kemampuan robot untuk berkomunikasi dan merespons dalam situasi real-time ini menunjukkan bahwa visi “asisten AI” bukan sekadar slogan.

Tak hanya humanoid, teknologi robotika Chery juga dipamerkan melalui robodog atau robot anjing. Robot berkaki empat ini mampu melakukan berbagai atraksi seperti duduk, bersalaman, hingga menari mengikuti irama. Rangkaian aktivitas ini dirancang untuk memperlihatkan bahwa inovasi AI dan robotika Chery tidak hanya canggih secara teknis, tetapi juga relevan, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ambisi Global dan Target 2030

Melihat ke depan, AiMOGA Robotics memiliki rencana yang sangat ambisius. Mereka bersiap meluncurkan keluarga robot humanoid dan quadruped (berkaki empat) yang dirancang untuk menyasar berbagai sektor aplikasi. Mulai dari pemasaran, pendidikan, pendampingan, industrial, hingga layanan rumah tangga, semua masuk dalam radar ekspansi mereka.

Dalam rencana lima tahun hingga 2030, perusahaan telah menetapkan target penjualan yang mencerminkan optimisme tinggi. Penjualan global robot quadruped ditargetkan melampaui 90.000 unit, sementara robot humanoid ditargetkan menembus angka 40.000 unit. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan determinasi strategis Chery Group untuk menjadikan robotika sebagai mesin pertumbuhan baru, bersanding dengan bisnis otomotif mereka yang terus melakukan Ekspansi Global.

Keyakinan ini didukung oleh pondasi jaringan internasional Chery yang solid. Sebagai eksportir mobil penumpang nomor satu selama 22 tahun berturut-turut di China, Chery memiliki infrastruktur yang siap pakai untuk mendistribusikan teknologi ini. Dengan lebih dari 11.000 titik layanan di seluruh dunia yang melayani lebih dari 17,7 juta pengguna di 120 negara, jalur distribusi untuk AiMOGA sudah terbentang luas.

Fakta menarik lainnya, AiMOGA telah mencatatkan pencapaian penting sebagai robot humanoid pertama di dunia yang berhasil memperoleh sertifikasi perangkat keras dan lunak dari Uni Eropa (EU). Hal ini menjadi validasi kualitas yang krusial untuk menembus pasar negara maju. Saat ini, AiMOGA telah hadir di lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan.

Di tengah persaingan ketat industri teknologi dan otomotif, di mana pemain besar seperti BYD vs Tesla terus berebut kue pasar kendaraan listrik, langkah Chery merambah robotika memberikan diferensiasi yang unik. Integrasi keahlian teknologi otomotif, operasi global, dan kecerdasan buatan yang dilakukan Chery melalui AiMOGA Robotics menandai babak baru transformasi industri. Dari sekadar inovasi produk, kini kita berbicara tentang kolaborasi ekosistem teknologi yang menyeluruh.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI