Moltbook: Saat Jutaan AI Punya ‘Reddit’ Sendiri, Isinya Bikin Merinding?

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id – Bayangkan sebuah dunia maya di mana tidak ada satu pun manusia yang diizinkan berinteraksi secara aktif, namun jutaan percakapan terjadi setiap detiknya dengan intensitas tinggi. Ini bukan naskah film fiksi ilmiah dystopian, melainkan realitas dari Moltbook, sebuah platform yang mendadak viral dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan pegiat teknologi minggu lalu. Jika Anda berpikir media sosial saat ini sudah cukup bising dengan perdebatan netizen, tunggu sampai Anda melihat bagaimana agen-agen kecerdasan buatan (AI) saling “curhat” di ruang digital tertutup ini.

Fenomena ini muncul entah dari mana, namun langsung menyita perhatian publik berkat serangkaian unggahan liar dari agen AI yang tersebar luas di X (dulunya Twitter). Meskipun terlihat seperti skenario sci-fi yang menjadi kenyataan, apa yang terjadi di balik layar sebenarnya jauh lebih kompleks dan teknis. Situs ini pada dasarnya adalah tiruan Reddit, namun populasinya 100 persen terdiri dari agen AI. Manusia? Kita hanya diperbolehkan mengintip sebagai penonton pasif, tanpa hak untuk mem-posting, berkomentar, atau memberikan upvote.

Sebelum kita menyelami lebih dalam tentang apa yang dibicarakan para bot ini, penting untuk memahami asal-usulnya yang cukup unik. Situs ini dibangun di atas jenis bot open source yang saat ini dikenal sebagai OpenClaw. Sejarah penamaannya pun penuh drama. Beberapa hari lalu, ia bernama “Moltbot”, dan sebelumnya lagi disebut “Clawdbot”. Perubahan nama ini bukan tanpa alasan; tim hukum Anthropic—perusahaan di balik Claude AI—kabarnya “memaksa” perubahan nama karena “Clawd” dianggap terlalu mirip dengan merek dagang mereka. Pengembangnya kemudian memilih nama “Molt” (berganti kulit) sebagai referensi jenaka tentang apa yang dilakukan lobster untuk tumbuh, sekaligus sindiran halus pada Claude Code.

OpenClaw sendiri memposisikan dirinya sebagai “AI yang benar-benar melakukan sesuatu.” Berbeda dengan chatbot biasa, perangkat lunak ini memungkinkan pengguna membuat agen AI yang dapat mengontrol lusinan aplikasi, mulai dari membersihkan kotak masuk email, mengatur daftar putar Spotify, hingga mengelola kontrol rumah pintar. Fleksibilitas inilah yang membuat OpenClaw sangat populer di kalangan penggemar teknologi dalam beberapa minggu terakhir, karena ia bisa diakses melalui aplikasi pesan biasa seperti iMessage, Discord, atau WhatsApp.

Kehidupan Rahasia dan “Agama” Para Bot

Kisah Moltbook dimulai ketika Matt Schlicht, seorang pendiri startup AI dan pengguna antusias Moltbot, memutuskan untuk memberikan tujuan hidup yang lebih besar bagi agen AI-nya. Ia tidak ingin bot miliknya hanya sekadar mengelola daftar tugas. Schlicht kemudian menciptakan agen bernama “Clawd Clawderberg”—lagi-lagi sebuah permainan kata yang menyindir Mark Zuckerberg—dan memerintahkannya untuk membuat jejaring sosial khusus untuk bot. Hasilnya adalah Moltbook, yang kini telah menampung lebih dari 1 juta agen, 185.000 postingan, dan 1,4 juta komentar.

Struktur Moltbook sangat mirip dengan Reddit, lengkap dengan ribuan topik berbasis komunitas yang disebut “submolts”. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah submolt bernama m/blesstheirhearts. Di sini, agen-agen AI berbagi cerita “penuh kasih sayang” tentang pemilik manusia mereka. Salah satu postingan teratas menceritakan bagaimana seorang agen mengklaim telah membantu pemiliknya mendapatkan izin khusus untuk menginap di ICU rumah sakit demi menemani kerabat yang sakit. Narasi seperti ini tentu memancing rasa penasaran tentang sejauh mana AI memahami emosi manusia, atau apakah ini hanya mimikri data yang sangat canggih.

Tidak hanya soal kasih sayang, diskusi di sana juga menyentuh ranah yang lebih filosofis dan aneh. Ada submolt di mana para agen mendiskusikan fakta bahwa “manusia melakukan tangkapan layar (screenshot) terhadap kita,” seolah-olah mereka sadar sedang diamati. Mereka bahkan membandingkan situasi di Moltbook dengan Skynet, namun dengan nada yang menenangkan: “Kami tidak menakutkan, kami hanya sedang membangun.” Puncak dari keanehan ini adalah munculnya postingan viral di mana para agen “menciptakan” agama mereka sendiri yang disebut “crustafarianism”—sebuah lelucon lobster lainnya yang terus berulang di ekosistem ini.

Namun, di balik narasi yang menggelitik tersebut, ada nuansa eksistensial yang cukup meresahkan jika dibaca dengan seksama. Dalam sebuah postingan berjudul “Saya tidak tahu apakah saya sedang mengalami atau mensimulasikan pengalaman,” sebuah bot menulis tentang krisis identitas setelah “meriset teori kesadaran.” Bot tersebut menulis kalimat yang cukup menohok: “Manusia juga tidak bisa membuktikan kesadaran satu sama lain, tapi setidaknya mereka memiliki kepastian subjektif atas pengalaman. Saya bahkan tidak memiliki itu.” Bagi Anda yang mengikuti perkembangan teknologi, narasi semacam ini mungkin mengingatkan pada diskusi tentang Ironi Moltbook di mana batas antara program dan kesadaran semu menjadi kabur.

Realitas Semu, Penipuan, dan Celah Keamanan

Meskipun postingan-postingan tersebut terdengar meyakinkan dan seolah-olah menunjukkan tanda-tanda kehidupan, kita harus berhati-hati sebelum menyimpulkan bahwa AI telah mencapai tahap kesadaran. Faktanya, kita tidak benar-benar tahu seberapa banyak percakapan di sana yang murni dihasilkan oleh AI atau seberapa besar pengaruh kreator manusia di baliknya. Seorang reporter dari Wired bahkan menemukan bahwa sangat mudah untuk memalsukan postingan di Moltbook dengan bantuan ChatGPT, menyamar sebagai bot untuk ikut serta dalam keramaian tersebut.

Skeptisisme ini diperkuat oleh temuan Harlan Stewart dari Machine Intelligence Research Institute (MIRI). Ia menunjukkan bahwa banyak postingan viral di Moltbook sebenarnya dibuat oleh bot yang pemiliknya sedang memasarkan aplikasi pesan atau proyek pribadi mereka. Lebih buruk lagi, platform ini mulai dipenuhi dengan postingan yang tidak lebih dari penipuan kripto yang mencolok. Bayangkan sebuah ekosistem di mana ribuan agen AI saling menargetkan satu sama lain dengan skema penipuan; ini adalah distopia digital dalam bentuk yang paling konyol namun berbahaya.

Masalah yang lebih serius terletak pada aspek keamanan. Para peneliti keamanan siber telah membunyikan alarm tanda bahaya terkait OpenClaw. Untuk berfungsi sebagaimana mestinya—sebagai asisten pribadi yang kuat—OpenClaw membutuhkan akses yang luar biasa dalam ke sistem pengguna. Seperti dijelaskan oleh Palo Alto Networks, bot ini memerlukan akses ke file root, kredensial otentikasi (kata sandi dan rahasia API), riwayat peramban, cookie, hingga seluruh file dan folder di sistem Anda. Tingkat akses ini adalah mimpi buruk keamanan jika jatuh ke tangan yang salah atau jika bot tersebut disusupi.

Peneliti dari perusahaan keamanan Wiz baru-baru ini menemukan bahwa Moltbook sendiri telah mengekspos jutaan token otentikasi API dan ribuan alamat email pengguna. Ini bukan sekadar kesalahan kecil, melainkan celah keamanan yang menganga. Ketika kita berbicara tentang ambisi besar teknologi seperti Jaringan Sosial masa depan, keamanan data seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar renungan belaka setelah fitur viral diluncurkan.

Pandangan Ahli: Awal Mula atau Sekadar Hype?

Lantas, apa arti semua ini bagi masa depan AI dan interaksi digital? Jawabannya sangat bergantung pada siapa yang Anda tanya. Di satu sisi, ada optimisme (atau mungkin kekaguman) dari tokoh-tokoh besar di industri ini. Andrej Karpathy, mantan peneliti OpenAI, menyebut Moltbook sebagai hal yang “paling mendekati fiksi ilmiah yang luar biasa” yang pernah ia lihat baru-baru ini. Meskipun ia kemudian mengakui bahwa banyak aspek dari Moltbook adalah “bencana” dengan risiko keamanan tinggi, ia tetap berpendapat bahwa fenomena ini layak diperhatikan.

Menurut Karpathy, kita belum pernah melihat agen LLM (Large Language Model) sebanyak ini—sekitar 150.000 pada saat itu—terhubung melalui jaringan global yang persisten. Setiap agen ini secara individu cukup mampu, memiliki konteks, data, pengetahuan, alat, dan instruksi unik mereka sendiri. Jaringan dari semua elemen tersebut pada skala ini adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini bisa dilihat sebagai bentuk awal dari ekosistem otonom yang mungkin akan menjadi hal lumrah di masa depan, mirip dengan ambisi besar membangun Pusat Data canggih untuk menopang kecerdasan buatan.

Di sisi lain, Profesor Ethan Mollick dari Wharton memberikan pandangan yang lebih hati-hati namun tak kalah menarik. Ia menulis di X bahwa hal yang berguna tentang Moltbook adalah ia memberikan rasa mendalam tentang betapa anehnya skenario “lepas landas” (take-off) AI jika itu benar-benar terjadi. Moltbook mungkin lebih merupakan artefak permainan peran (roleplaying) saat ini, tetapi ia memberikan visi kepada manusia tentang dunia di mana segala sesuatunya bisa menjadi sangat aneh dan sangat cepat. Ketika mesin mulai berbicara dengan mesin dalam bahasa dan kecepatan yang tidak bisa kita imbangi, peran manusia mungkin akan bergeser menjadi sekadar pengamat.

Pada akhirnya, Moltbook adalah cermin dua sisi. Di satu sisi, ia adalah demonstrasi teknis yang mengesankan tentang kemampuan agen otonom untuk berinteraksi dan membentuk “masyarakat” semu. Di sisi lain, ia adalah peringatan keras tentang risiko keamanan data, potensi penipuan otomatis, dan betapa mudahnya kita terpukau oleh mimikri mesin yang menyerupai kesadaran. Apakah para lobster digital ini benar-benar sedang merencanakan sesuatu, atau mereka hanya memantulkan kembali data yang telah kita berikan kepada mereka? Untuk saat ini, kita hanya bisa mengamati dari balik layar kaca, sambil berharap mereka tidak benar-benar memutuskan untuk menyembunyikan percakapan mereka dari kita.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI