Pernahkah Anda membayangkan sebuah smartphone mampu menembus skor performa hingga lebih dari 4 juta poin? Jika beberapa tahun lalu angka ini terdengar mustahil, awal tahun 2026 membuktikan bahwa batasan teknologi mobile telah didobrak dengan cara yang fenomenal. Peta persaingan industri smartphone flagship kembali memanas dengan dirilisnya daftar peringkat performa AnTuTu untuk bulan Januari 2026, yang menyajikan pertarungan epik antara dua raksasa chipset dunia.
Data terbaru ini bukan sekadar deretan angka statistik belaka, melainkan sebuah gambaran nyata tentang bagaimana dapur pacu generasi terbaru bekerja di tangan konsumen. AnTuTu V, sebagai platform benchmark yang menjadi rujukan global, telah mengumpulkan data pengujian sepanjang bulan Januari. Hasilnya memperlihatkan dominasi teknologi yang semakin matang, di mana efisiensi dan kekuatan mentah berpadu untuk menciptakan pengalaman pengguna yang belum pernah ada sebelumnya.
Sorotan utama bulan ini tertuju pada persaingan sengit antara Qualcomm dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan MediaTek dengan Dimensity 9500. Kedua chipset ini menjadi otak di balik perangkat-perangkat tercepat di muka bumi saat ini. Namun, pertanyaan besarnya adalah, siapa yang berhasil menduduki takhta tertinggi di awal tahun ini? Jawabannya mungkin akan membuat Anda sedikit terkejut melihat betapa tipisnya selisih performa di antara para pemuncak klasemen.
Pertarungan Sengit di Puncak Klasemen
Berdasarkan data yang dirilis, Red Magic 11 Pro+ berhasil mengukuhkan dirinya sebagai raja performa Android untuk edisi Januari 2026. Ponsel gaming ini mencatatkan skor rata-rata yang luar biasa, yakni 4.104.271 poin. Angka ini menjadi standar baru bagi industri, menunjukkan betapa buasnya performa yang bisa dihasilkan oleh optimalisasi hardware yang tepat. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari penggunaan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang menjadi jantung pacunya.
Namun, Red Magic tidak bisa bernapas lega. Tepat di belakangnya, mengintai dengan jarak yang sangat tipis, adalah Vivo X300 Pro. Smartphone ini sukses menempati posisi kedua dengan skor 4.090.624 poin. Yang membuat pencapaian ini menarik adalah fakta bahwa Vivo X300 Pro ditenagai oleh MediaTek Dimensity 9500. Ini membuktikan bahwa MediaTek mampu memberikan perlawanan yang sangat serius dan seimbang terhadap dominasi Qualcomm di segmen high-end. Anda bisa melihat Red Magic Juara kali ini harus berbagi panggung sorotan dengan pesaing terdekatnya.
Kedua perangkat ini menjadi satu-satunya wakil yang bertarung di level 4 juta poin lebih dalam daftar bulan ini, menciptakan jurang pemisah yang cukup jelas dengan peringkat ketiga dan seterusnya. Fenomena “neck-and-neck” atau persaingan leher-ke-leher ini mengindikasikan bahwa bagi pengguna awam, perbedaan performa antara kedua chip teratas ini mungkin tidak akan terasa signifikan dalam penggunaan sehari-hari, namun di atas kertas, angka berbicara lain.
Dominasi Snapdragon dan “Lone Wolf” MediaTek
Meskipun Vivo X300 Pro berhasil merangsek ke posisi kedua dengan performa gemilang, ada satu tren yang sangat mencolok jika kita melihat daftar 10 besar secara keseluruhan. Qualcomm dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 tampaknya masih menjadi pilihan utama mayoritas vendor smartphone flagship. Dari 10 perangkat terkencang, hampir seluruhnya menggunakan chipset besutan Qualcomm tersebut.
Vivo X300 Pro menjadi satu-satunya model dengan chip unggulan MediaTek yang berhasil menembus papan atas grafik ini. Ini menempatkan Vivo dan MediaTek dalam posisi unik sebagai “lone wolf” atau petarung tunggal yang dikepung oleh pasukan Snapdragon. Bagi Anda yang mengikuti perkembangan teknologi, situasi ini menarik untuk dicermati. Mengapa hanya Vivo yang mampu memaksimalkan potensi Dimensity 9500 hingga level ini? Apakah ini masalah optimalisasi perangkat lunak, atau memang strategi pasar dari brand lain yang lebih condong ke Qualcomm?
Baca Juga:
Kehadiran Red Magic 11 Pro+ di posisi puncak juga menegaskan reputasi mereka dalam meracik Skor Tertinggi. Sebagai ponsel yang didedikasikan untuk gaming, sistem pendingin dan manajemen daya yang agresif tentu memberikan keuntungan lebih dalam mempertahankan clock speed tinggi dibandingkan ponsel flagship konvensional.
Daftar Lengkap 10 Besar Flagship Januari 2026
Selain dua raksasa di posisi teratas, persaingan di posisi selanjutnya juga tidak kalah menarik. Realme GT8 Pro berhasil mengamankan posisi ketiga dengan skor yang juga menembus angka 4 juta, tepatnya 4.075.525 poin. Ini menunjukkan bahwa Realme semakin serius bermain di segmen premium dengan performa tanpa kompromi.
Berikut adalah rincian lengkap peringkat 10 besar flagship Android versi AnTuTu untuk Januari 2026:
- Red Magic 11 Pro+ – 4.104.271 poin
- Vivo X300 Pro (Satellite Edition) – 4.090.624 poin
- Realme GT8 Pro – 4.075.525 poin
- iQOO 15 – 3.940.592 poin
- Honor Magic 8 Pro – 3.938.103 poin
- Honor Win – 3.930.629 poin
- Honor Magic 8 – 3.911.883 poin
- OnePlus 15 – 3.879.401 poin
- Redmi K90 Pro Max – 3.837.663 poin
- Vivo X300 – 3.739.657 poin
Melihat daftar di atas, iQOO 15 menempati posisi keempat dengan skor di kisaran 3,9 juta. Sebagai brand yang sering diasosiasikan dengan performa tinggi, iQOO tetap konsisten berada di jajaran elit. Anda mungkin juga tertarik dengan bocoran mengenai Ponsel Gaming dari iQOO lainnya yang diprediksi akan membawa fitur lebih ekstrem.
Honor juga menunjukkan konsistensi yang luar biasa dengan menempatkan tiga wakilnya secara berurutan di posisi 5, 6, dan 7. Honor Magic 8 Pro, Honor Win, dan Honor Magic 8 memiliki performa yang sangat identik, membuktikan stabilitas lini produk mereka. Sementara itu, OnePlus 15 dan Redmi K90 Pro Max melengkapi daftar ini, disusul oleh varian reguler Vivo X300 di posisi buncit 10 besar.
Metodologi: Bukan Sekadar Angka Puncak
Penting untuk Anda pahami bahwa peringkat AnTuTu ini didasarkan pada angka performa berkelanjutan (sustained performance), bukan skor puncak yang terisolasi. Angka-angka ini diambil dari rata-rata skor pengujian yang dilakukan oleh ribuan pengguna.
Mengapa ini penting? Karena skor rata-rata memberikan gambaran yang jauh lebih akurat tentang “real world prowess” atau kemampuan dunia nyata sebuah perangkat. Skor puncak mungkin bisa dicapai sekali waktu dalam kondisi laboratorium yang dingin, tetapi skor rata-rata mencerminkan bagaimana ponsel tersebut bekerja di tangan pengguna sehari-hari—apakah ia mengalami throttling (penurunan performa) saat panas, atau mampu menjaga kinerjanya tetap stabil.
Dengan Red Magic 11 Pro+ (terutama varian Golden Edition yang disebutkan dalam referensi) memimpin klasemen, kita melihat bukti bahwa manajemen termal adalah kunci. Di sisi lain, Vivo X300 Pro dengan edisi Satelit-nya membuktikan bahwa fitur tambahan canggih tidak menghalangi perangkat untuk tetap ngebut.
Awal tahun 2026 telah menetapkan standar yang sangat tinggi. Dengan skor yang sudah melampaui 4,1 juta, persaingan di bulan-bulan mendatang dipastikan akan semakin brutal. Apakah MediaTek akan menambah pasukannya di 10 besar? Atau Qualcomm akan semakin tak terbendung? Satu hal yang pasti, konsumen adalah pemenang sesungguhnya dengan semakin banyaknya pilihan perangkat super kencang di pasaran.

