Bos NVIDIA Tegaskan Investasi OpenAI Jalan Terus, Bantah Isu Pecah Kongsi

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id – Jika Anda sempat mendengar desas-desus bahwa hubungan mesra antara raja chip AI, NVIDIA, dan pembuat ChatGPT, OpenAI, sedang berada di ujung tanduk, sebaiknya tahan dulu kesimpulan tersebut. Kabar yang beredar mengenai retaknya kesepakatan bernilai fantastis antara kedua raksasa teknologi ini ternyata memancing reaksi keras langsung dari orang nomor satu di NVIDIA.

CEO NVIDIA, Jensen Huang, baru-baru ini memberikan klarifikasi tegas yang menampik laporan negatif mengenai negosiasi perusahaannya dengan OpenAI. Dalam sebuah sesi wawancara dengan wartawan di Taipei akhir pekan ini, Huang secara terbuka menyebut laporan yang beredar sebagai “omong kosong” dan menegaskan komitmen perusahaannya untuk tetap menyuntikkan dana segar ke dalam putaran pendanaan terbaru OpenAI. Drama korporasi ini bermula ketika The Wall Street Journal (WSJ) pada hari Jumat melaporkan bahwa kedua perusahaan sedang memikirkan ulang kesepakatan senilai $100 miliar yang sebelumnya digadang-gadang akan mengubah lanskap infrastruktur AI global.

Laporan tersebut mengklaim bahwa negosiasi tidak mengalami kemajuan berarti dan masih tertahan di tahap awal. Namun, pernyataan Huang di Taipei seolah menjadi antitesis dari narasi pesimistis tersebut. Ia menegaskan bahwa NVIDIA akan “menginvestasikan sejumlah besar uang” ke OpenAI. Meskipun demikian, Huang juga memberikan catatan penting mengenai skala angka investasi yang sebenarnya, yang menurutnya perlu diluruskan agar tidak menjadi bola liar di pasar saham dan persepsi publik.

Meluruskan Spekulasi Liar

Ketegangan narasi ini memuncak ketika The Wall Street Journal, mengutip sumber yang familiar dengan diskusi tersebut, melaporkan bahwa Jensen Huang secara pribadi menyoroti bahwa perjanjian awal mereka bersifat tidak mengikat. Lebih jauh lagi, laporan itu menyebutkan bahwa Huang mengkritik pendekatan bisnis OpenAI yang dinilai “kurang disiplin”. Klaim ini tentu saja mengejutkan banyak pihak, mengingat simbiosis mutualisme yang selama ini terlihat antara penyedia hardware AI terkuat dan pengembang model bahasa terbesar di dunia tersebut.

Namun, respons Huang terhadap klaim tersebut sangatlah tajam. Menurut laporan Bloomberg, Huang tidak hanya membantah, tetapi juga memuji mitra strategisnya tersebut setinggi langit. “Saya percaya pada OpenAI. Pekerjaan yang mereka lakukan luar biasa. Mereka adalah salah satu perusahaan paling penting di zaman kita,” ujar Huang kepada wartawan pada hari Sabtu. Pujian ini seolah ingin menghapus keraguan pasar mengenai stabilitas hubungan kedua perusahaan. Di tengah persaingan ketat di mana OpenAI juga memiliki Laboratorium Rahasia untuk pengembangan teknologi masa depan, dukungan NVIDIA menjadi sangat krusial.

Klarifikasi ini penting karena menyangkut kepercayaan investor. Jika benar NVIDIA mundur karena masalah “disiplin” manajemen di OpenAI, hal itu bisa menjadi sinyal merah bagi investor lain. Namun dengan Huang menyebut klaim tersebut sebagai “omong kosong” (nonsense), ia secara efektif mematikan isu perpecahan tersebut sebelum berkembang lebih jauh menjadi krisis kepercayaan.

Realita Angka Investasi

Meski membantah isu perpecahan, Jensen Huang juga bersikap realistis mengenai angka-angka yang beredar. Publik sempat dibuat heboh dengan angka $100 miliar yang muncul dalam pemberitaan sebelumnya. NVIDIA dan OpenAI memang pernah mengumumkan secara bersama pada bulan September bahwa NVIDIA akan berinvestasi hingga $100 miliar untuk membangun pusat data AI berkapasitas 10 gigawatt. Angka yang fantastis ini tentu memicu imajinasi liar mengenai besarnya aliran dana tunai yang akan masuk.

Namun, dalam klarifikasinya di Taipei, Huang meluruskan ekspektasi tersebut. Berdasarkan laporan Bloomberg, Huang menyatakan bahwa investasi NVIDIA dalam putaran pendanaan kali ini “tidak akan mendekati $100 miliar.” Pernyataan ini memberikan konteks yang lebih sehat: NVIDIA memang akan berinvestasi besar, bahkan mungkin menjadi “investasi terbesar yang pernah kami buat” menurut Huang, tetapi angkanya tidak serta merta langsung mencapai plafon $100 miliar dalam satu kali transaksi pendanaan.

Hal ini wajar dalam dunia investasi teknologi tingkat tinggi. Angka $100 miliar yang dibahas sebelumnya lebih merujuk pada total nilai proyek infrastruktur jangka panjang, bukan sekadar suntikan dana tunai dalam satu putaran funding. Mengingat besarnya kebutuhan komputasi, nilai Investasi AI global memang terus meroket, namun realisasinya seringkali bertahap sesuai dengan progres pembangunan fisik data center.

Target Ambisius 2026

Terlepas dari hiruk-pikuk mengenai nominal uang, fokus utama dari kolaborasi ini tetap pada pembangunan infrastruktur AI masa depan. Kedua perusahaan telah menetapkan target waktu yang cukup agresif. Mereka menargetkan paruh kedua tahun 2026 sebagai waktu dimulainya fase pertama proyek pusat data tersebut untuk beroperasi secara online.

Target tahun 2026 ini menunjukkan bahwa meskipun ada dinamika negosiasi dan rumor yang beredar, peta jalan (roadmap) teknis mereka masih berjalan. Pembangunan pusat data 10 gigawatt bukanlah pekerjaan semalam. Ini membutuhkan koordinasi rantai pasok yang masif, mulai dari chip GPU terbaru hingga sistem pendingin canggih. Pernyataan Huang yang tetap optimis dan memuji OpenAI sebagai perusahaan yang “konsekuensial” mengindikasikan bahwa NVIDIA melihat OpenAI bukan sekadar klien, melainkan mitra kunci untuk menjaga dominasi mereka di era kecerdasan buatan.

Pada akhirnya, klarifikasi Jensen Huang di Taipei ini memberikan kepastian yang dibutuhkan industri. Tidak ada “perceraian” antara NVIDIA dan OpenAI. Yang ada hanyalah penyesuaian ekspektasi pasar terhadap realita negosiasi bisnis yang kompleks. Bagi Anda yang mengikuti perkembangan teknologi, drama ini menjadi pengingat bahwa di level korporasi raksasa, rumor seringkali hanyalah bumbu dari proses negosiasi yang alot namun strategis. Kita juga harus waspada terhadap informasi yang beredar, mengingat teknologi AI juga memunculkan risiko keamanan seperti kasus Deepfake CEO yang pernah menimpa Jensen Huang sebelumnya.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI