Cuma 3 Hari! AI Temukan Ribuan Objek Aneh yang Terlewat Manusia

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Pernahkah Anda membayangkan berapa banyak rahasia alam semesta yang terlewatkan oleh mata manusia, bahkan oleh para ahli sekalipun? Di tengah jutaan citra antariksa yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun, ternyata tersimpan “harta karun” aneh yang selama ini luput dari perhatian karena keterbatasan kemampuan analisis manual kita. Fenomena ini menunjukkan bahwa di balik data lama yang tampak biasa, tersimpan anomali yang menanti untuk diungkap.

Inilah celah yang akhirnya diisi oleh teknologi canggih. Sepasang astronom dari European Space Agency (ESA) memutuskan untuk tidak lagi mengandalkan cara konvensional yang memakan waktu. Mereka mengembangkan sebuah jaringan saraf tiruan atau neural network yang dirancang khusus untuk “menyisir” arsip raksasa. Tujuannya sederhana namun sangat ambisius: mencari jarum di tumpukan jerami kosmik yang maha luas, di mana metode manusiawi sudah mencapai batasnya.

Hasil dari eksperimen ini sungguh mencengangkan dan jauh melampaui ekspektasi awal. Hanya dalam waktu yang sangat singkat, teknologi ini berhasil mengidentifikasi ribuan objek anomali yang sebelumnya tidak terdeteksi atau terabaikan. Terobosan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara kecepatan komputasi mesin dan kurasi manusia mampu membuka pintu wawasan baru yang selama ini tertutup rapat oleh volume data yang terlalu masif.

Kecepatan Kilat AnomalyMatch

Para astronom di balik proyek inovatif ini adalah David O’Ryan dan Pablo Gómez. Mereka menamai model kecerdasan buatan ciptaan mereka sebagai “AnomalyMatch”. Tantangan utama yang mereka hadapi adalah Hubble Legacy Archive, sebuah gudang data yang menyimpan puluhan ribu dataset dari sejarah operasional Teleskop Hubble selama 35 tahun.

Dalam rilis persnya, ESA mengakui bahwa meskipun ilmuwan terlatih sangat ahli dalam menemukan anomali kosmik, jumlah data Hubble terlalu besar untuk disortir secara manual dengan tingkat detail yang diperlukan. Di sinilah Studi MIT mengenai efisiensi AI menemukan relevansinya dalam praktik nyata.

AnomalyMatch bekerja dengan kecepatan yang sulit dinalar oleh standar manusia. Dalam waktu dua setengah hari saja, AI ini menyaring hampir 100 juta potongan gambar (image cutouts). Bandingkan dengan waktu bertahun-tahun yang mungkin dibutuhkan tim manusia untuk melakukan hal yang sama. Setelah pemindaian kilat kurang dari tiga hari tersebut, AnomalyMatch menyodorkan daftar kandidat anomali yang potensial.

Ribuan Anomali Terungkap

Meskipun AI melakukan pekerjaan berat dalam penyaringan awal, sentuhan manusia tetap menjadi penentu akhir. Gómez dan O’Ryan meninjau kandidat yang disodorkan oleh AI untuk mengonfirmasi mana yang benar-benar abnormal. Hasil verifikasi ini sangat memuaskan bagi dunia astronomi.

Dari sekian banyak kandidat, pasangan astronom ini mengonfirmasi adanya 1.400 objek anomali. Yang lebih mengejutkan, lebih dari 800 di antaranya adalah objek yang sebelumnya tidak terdokumentasikan sama sekali. Bagi Anda yang gemar mengamati langit atau sekadar menggunakan Fitur Astronomi di perangkat pintar, temuan ini tentu menambah kekaguman terhadap kompleksitas alam semesta.

Galaksi Ubur-Ubur hingga Objek Misterius

Lantas, apa saja yang ditemukan oleh AnomalyMatch? Sebagian besar hasil menunjukkan galaksi yang sedang bergabung atau berinteraksi. Proses ini sering kali menghasilkan bentuk-bentuk aneh atau “ekor” panjang yang terdiri dari bintang dan gas. Temuan lainnya termasuk lensa gravitasi, sebuah fenomena di mana gravitasi galaksi latar depan membelokkan ruang-waktu sehingga cahaya dari galaksi di belakangnya melengkung menjadi lingkaran atau busur.

AI ini juga berhasil mendeteksi piringan pembentuk planet yang dilihat dari sisi tepi (edge-on), galaksi dengan gumpalan bintang raksasa, serta apa yang disebut sebagai “galaksi ubur-ubur”. Namun, yang paling memancing rasa penasaran adalah adanya “beberapa lusin objek yang menolak diklasifikasikan sama sekali.” Objek-objek misterius ini menambah daftar panjang teka-teki antariksa yang harus dipecahkan.

Memaksimalkan Arsip Sains

Keberhasilan AnomalyMatch bukan hanya soal menemukan objek baru, tetapi juga tentang bagaimana kita memanfaatkan data lama. Pablo Gómez menyebut ini sebagai penggunaan AI yang fantastis untuk memaksimalkan hasil ilmiah dari arsip Hubble. “Menemukan begitu banyak objek anomali dalam data Hubble, di mana Anda mungkin menduga banyak yang sudah ditemukan, adalah hasil yang luar biasa,” ujarnya.

Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa nilai Investasi AI dalam sains bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Alat seperti AnomalyMatch menunjukkan potensi besar untuk diterapkan pada dataset raksasa lainnya di masa depan, memastikan tidak ada lagi misteri yang terlewatkan hanya karena mata manusia lelah memandang layar.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI