400 Juta Pengguna! Ini Evolusi Galaxy AI dari S24 hingga Z Fold7

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id – Jika Anda berpikir adopsi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) pada perangkat seluler hanya sekadar tren sesaat, angka terbaru dari Samsung mungkin akan membuat Anda berpikir ulang. Bayangkan sebuah teknologi yang dalam waktu singkat telah diadopsi oleh populasi yang setara dengan negara besar. Ya, kita berbicara tentang evolusi Galaxy AI yang kini telah menembus angka psikologis 400 juta pengguna di seluruh dunia.

Angka masif ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan bukti nyata bagaimana Samsung berhasil mengubah cara kita berinteraksi dengan gawai. Dari sekadar alat komunikasi, smartphone kini bertransformasi menjadi asisten cerdas yang memahami konteks kehidupan penggunanya. Samsung tidak lagi menempatkan AI sebagai fitur “kosmetik” atau tambahan semata, melainkan menjadikannya inti dari pengalaman mobile yang relevan dengan keseharian kita.

Perjalanan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari strategi “demokratisasi teknologi” yang diusung raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut. Mulai dari peluncuran Galaxy S24 di awal tahun 2024 hingga kehadiran seri lipat terbaru seperti Galaxy Z Fold7 dan Flip7, Samsung konsisten mendorong batasan kemampuan perangkat genggam. Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah validasi bahwa mereka bukan sekadar pengikut tren, melainkan pionir sesungguhnya di ranah Mobile AI.

Demokratisasi Teknologi Mobile

Melihat ke belakang, fondasi kokoh ini mulai dibangun saat Samsung memperkenalkan Galaxy S24 Series pada tahun 2024. Saat itu, janji yang ditawarkan sangat ambisius namun memikat: mengubah cara dunia berkomunikasi dan mencari informasi. Fitur-fitur seperti Live Translate dan Transcript Assist seolah meruntuhkan tembok bahasa yang selama ini menjadi penghalang dalam komunikasi lintas negara. Anda bisa membayangkan betapa signifikannya fitur ini bagi pelancong atau pebisnis internasional.

Tidak butuh waktu lama bagi Samsung untuk membuktikan komitmennya. Hanya dalam hitungan bulan pasca peluncuran, dukungan bahasa yang awalnya hanya 13 opsi segera bertambah, termasuk kehadiran Bahasa Indonesia yang sangat dinantikan. Hingga penutup tahun 2024, Galaxy AI telah menguasai 20 bahasa, menjadikannya andalan bagi lebih dari 200 juta perangkat global kala itu. Ini adalah langkah awal yang krusial dalam memperkenalkan Galaxy AI kepada massa.

Selain komunikasi, aspek pencarian informasi juga mengalami revolusi lewat fitur Circle to Search with Google. Integrasi cerdas ini membuat interaksi pencarian menjadi sangat natural—cukup melingkari objek di layar, dan informasi pun tersaji. Pendekatan yang menekankan pada kemudahan penggunaan inilah yang menjadi kunci mengapa adopsi teknologi ini begitu cepat diterima pasar. Pengguna tidak perlu belajar ulang cara menggunakan ponsel; AI yang menyesuaikan diri dengan kebiasaan mereka.

Sinergi Layar Lipat dan Kreativitas

Evolusi Galaxy AI tidak berhenti pada form factor batangan (candybar) konvensional. Samsung memahami bahwa perangkat lipat memiliki karakteristik unik yang membutuhkan pendekatan AI yang berbeda. Dimulai dari lini Galaxy Z Fold6 dan Galaxy Z Flip6, kita melihat bagaimana AI dioptimalkan untuk layar besar dan fleksibel. Fitur seperti Live Interpreter Dual Screen memanfaatkan dua layar perangkat lipat untuk mempermudah percakapan tatap muka lintas bahasa, sebuah implementasi yang brilian dari sisi desain dan fungsi.

Bagi para kreator, fitur seperti Generative Edit, Portrait Studio, dan Sketch to Image membuka ruang eksplorasi ide yang lebih visual dan intuitif. Bayangkan Anda membuat sketsa kasar, dan AI mengubahnya menjadi gambar yang menakjubkan. Ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi mendukung Kreativitas Tanpa Batas penggunanya, sejalan dengan karakter perangkat foldable yang memang ditujukan untuk produktivitas dan kreasi konten.

Pengembangan ini terus berlanjut hingga ke generasi terbaru, Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7. Di seri ini, optimalisasi AI mencapai level baru dengan hadirnya AI-Optimized FlexWindow serta enhanced multimodal AI. Teknologi ini memungkinkan AI hadir secara lebih proaktif. Perangkat tidak lagi menunggu perintah pasif, melainkan mampu mendukung aktivitas pengguna dengan memanfaatkan layar sekunder (FlexWindow) secara lebih cerdas dan kontekstual.

Era True AI Companion

Puncak dari integrasi ini terlihat jelas pada peluncuran Galaxy S25 Series, yang oleh Samsung diposisikan sebagai The True AI Companion. Di sini, kemampuan AI untuk memahami teks, suara, dan visual secara bersamaan menjadi sorotan utama. Fitur seperti Now Brief memberikan ringkasan informasi yang relevan bagi pengguna di pagi hari, sementara fitur Audio Eraser memudahkan proses penyuntingan konten audio dengan menghilangkan gangguan suara yang tidak diinginkan.

Yang paling menarik adalah integrasi mendalam dengan Google Gemini. Kolaborasi ini membawa kemampuan pemrosesan bahasa dan konteks ke tingkat yang jauh lebih tinggi, menjadikan interaksi dengan Galaxy Z Fold7 maupun seri S terbaru terasa semakin personal. AI kini mampu memahami nuansa dan konteks yang lebih kompleks, membantu pengguna mengelola informasi dan meningkatkan produktivitas ke level yang sebelumnya sulit dibayangkan pada sebuah perangkat seluler.

Respons positif dari pasar global menjadi bukti tak terbantahkan. Dengan lebih dari 400 juta pengguna yang telah merasakan manfaat Galaxy AI hingga tahun 2025, Samsung telah berhasil membuktikan tesis mereka: bahwa AI yang sukses adalah AI yang relevan, personal, dan menyatu dengan kehidupan pengguna. Angka ini juga menunjukkan tingkat retensi dan kepuasan yang tinggi, di mana teknologi ini benar-benar digunakan untuk membantu keseharian, bukan sekadar gimmick pemasaran.

Ke depan, Samsung berkomitmen untuk terus menyempurnakan Produktivitas Galaxy AI di setiap lini flagship mereka. Dengan fondasi 400 juta pengguna, Samsung memiliki basis data dan umpan balik yang sangat besar untuk terus melakukan inovasi. Kita kini berada di ambang era baru mobile AI, di mana perangkat genggam kita bukan lagi sekadar alat pintar, melainkan mitra berpikir yang proaktif. Apakah Anda sudah siap menjadi bagian dari ekosistem cerdas ini?

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI