Sudah hampir satu dekade lamanya para penggemar RPG menanti kabar kelanjutan dari seri legendaris ini. Setelah penantian panjang yang terasa menyiksa bagi komunitas gamer, Microsoft akhirnya membuka tabir misteri dari reboot waralaba Fable yang sangat dicintai pada hari Kamis lalu. Dalam ajang Developer Direct terbaru perusahaan tersebut, rasa penasaran publik sedikit terobati dengan pratinjau yang cukup ekstensif.
Playground Games, studio yang selama ini kita kenal lewat karya fenomenal mereka di seri Forza Horizon, membagikan tayangan gameplay berdurasi hampir 11 menit lengkap dengan komentar pengembang. Langkah ini menjadi pembuktian bahwa mereka mampu menangani genre RPG dunia terbuka, berbeda jauh dari lintasan balap yang biasa mereka garap. Video tersebut memperlihatkan dunia luas yang sepenuhnya terbuka untuk dieksplorasi, membawa kembali lokasi-lokasi ikonik dari game Fable sebelumnya, seperti Bowerstone, yang pastinya akan memicu nostalgia.
Meskipun Playground tidak menyebutkan secara spesifik di mana posisi game baru ini dalam linimasa Fable, atmosfer yang ditawarkan terasa sangat berbeda. Jika Anda pernah memainkan Fable 3 rilisan 2010, Anda mungkin ingat latar Albion yang sedang dilanda kekacauan revolusi industri. Namun, entri terbaru ini tampaknya mengambil langkah mundur—atau mungkin menyamping—dengan menawarkan latar fantasi Abad Pertengahan yang lebih tradisional. Dari sedikit kepingan cerita yang dibagikan, karakter pemain disebut sebagai pahlawan pertama yang lahir di Albion dalam satu generasi.
Kembali ke Akar Fantasi Klasik
Narasi permainan akan dimulai layaknya seri pendahulunya, di mana kisah Anda bermula saat karakter masih kanak-kanak. Anda akan meninggalkan rumah di Briar Hill setelah insiden tragis di mana seorang “orang asing misterius” mengubah seluruh penduduk menjadi batu. Premis ini menjadi fondasi emosional yang kuat sebelum Anda memulai petualangan besar di dunia Albion yang baru namun familier.
Sebelum melangkah lebih jauh, pemain diberikan kebebasan penuh untuk menentukan penampilan pahlawan mereka. Opsi kustomisasi yang ditawarkan terbilang mendetail, mencakup pilihan warna kulit, bentuk kepala, hingga penambahan tato dan bekas luka. Ini adalah fitur standar namun krusial untuk membangun imersi dalam sebuah RPG, memastikan bahwa pahlawan yang Anda mainkan benar-benar merepresentasikan visi Anda.
Tentu saja, keindahan visual dan cerita latar tidak akan lengkap tanpa mekanisme aksi yang memadai. Karakter Anda dapat menggunakan kombinasi senjata jarak dekat (melee) dan jarak jauh, serta sihir untuk menumpas musuh. Namun, perlu dicatat bahwa dari tayangan yang ada, pertarungan terlihat cukup standar dan belum tampak sebagai terobosan revolusioner di genrenya.
Mekanisme Pertarungan dan Isu Teknis
Satu hal menarik dari sistem pertarungan adalah adanya “posture meter” pada musuh, di samping bar kesehatan standar. Pemain dapat menghancurkan pertahanan musuh melalui serangan ringan dan berat, sebelum akhirnya mengeksekusi serangan penghabisan atau finisher yang gaya. Meski terdengar menjanjikan, eksekusinya di layar terlihat memiliki kekurangan tersendiri.
Dilihat dari rekaman yang dibagikan Playground, pertarungan tidak memiliki nuansa kinetik yang ketat seperti judul-judul besutan FromSoftware. Selain itu, dari perspektif teknis, rekaman tersebut terlihat masih kasar. Kecepatan bingkai (frame rate) dan frame pacing tampak tidak mulus, dan terlihat adanya efek ghosting pada beberapa animasi. Kita tentu berharap studio memiliki cukup waktu untuk memoles presentasi ini sebelum rilis, mengingat Microsoft kini Konsol Baru sebagai standar kualitas utama mereka.
Baca Juga:
Simulator Kehidupan yang Lebih “Liar”
Untungnya, Fable selalu lebih dari sekadar membunuh monster, dan Playground Games tampaknya memahami hal ini dengan sangat baik. Seperti seri terdahulu, aspek sosial memegang peranan vital. Pemain dapat mengajak penduduk desa berkencan, menikah, hingga memiliki anak. Yang mengejutkan dan terdengar modern, Anda tidak terbatas pada hubungan monogami. Playground sepertinya telah membangun simulator “polycule” modern di dalam kerangka RPG fantasi ini.
Di luar urusan asmara, ambisi ekonomi Anda juga difasilitasi. Anda bisa membeli setiap rumah dan bisnis di Albion. Namun, hati-hati dengan tindakan Anda, karena NPC akan mengembangkan opini terhadap pahlawan Anda. Sebagai contoh, jika Anda mengusir seorang seniman yang tinggal di salah satu rumah yang Anda beli, Anda mungkin akan bertemu mereka lagi di jalanan nanti, dan mereka tidak akan segan mengatakan di depan muka bahwa Anda adalah orang yang mengerikan. Interaksi dinamis inilah yang membuat dunia Albion terasa hidup.
Terkait ketersediaan, ketika permainan ini akhirnya tiba nanti, ia akan tersedia di Xbox Series X/S, PC melalui Xbox dan Steam, serta Game Pass Ultimate. Menariknya, referensi juga menyebutkan ketersediaan di PlayStation 5, sebuah langkah yang mungkin mengejutkan mengingat eksklusivitas biasanya menjadi kunci, namun sejalan dengan tren rilis lintas platform belakangan ini seperti Game PS5 lainnya dari penerbit besar.
Microsoft pertama kali mengumumkan pengembangan game Fable baru ini pada tahun 2020. Setelah itu, butuh tiga tahun sebelum mereka membagikan pratinjau judul ini. Awalnya dijadwalkan tiba pada tahun 2025, game ini sempat mengalami penundaan hingga ke tahun ini pada Februari lalu. Semoga saja, waktu tambahan ini dimanfaatkan dengan baik untuk menghadirkan pengalaman kembali ke Albion yang sempurna pada musim gugur nanti.

