Pernahkah Anda menikmati linimasa media sosial yang begitu bersih, tenang, dan bebas dari gangguan promosi produk yang tak henti-hentinya? Jika Anda adalah pengguna setia Threads sejak awal kemunculannya, kenyamanan tersebut mungkin adalah alasan utama Anda betah berlama-lama di sana. Namun, seperti pepatah lama di dunia teknologi: tidak ada makan siang gratis. Masa “bulan madu” tanpa gangguan komersial di platform besutan Meta ini akhirnya resmi berakhir.
Kabar ini sebenarnya bukanlah kejutan besar bagi mereka yang mengamati gerak-gerik raksasa teknologi yang dipimpin Mark Zuckerberg. Setelah membiarkan platform ini tumbuh secara organik tanpa monetisasi agresif selama beberapa waktu, Meta akhirnya memutuskan bahwa Threads sudah cukup dewasa untuk menghasilkan uang. Dengan basis pengguna yang kini telah menembus angka psikologis yang masif, mesin pencetak uang Meta siap dinyalakan secara penuh.
Keputusan ini menandai babak baru bagi aplikasi yang awalnya digadang-gadang sebagai pesaing Twitter (kini X). Transisi dari platform sosial murni menjadi ladang iklan global bukan hanya soal bisnis, tetapi juga ujian bagi loyalitas pengguna. Apakah algoritma iklan Meta akan merusak pengalaman pengguna, atau justru menyatu dengan mulus? Mari kita bedah lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi di balik layar keputusan besar ini.
Momentum 400 Juta Pengguna
Angka adalah segalanya dalam ekosistem periklanan digital. Meta baru saja mengonfirmasi bahwa Threads kini telah memiliki lebih dari 400 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU). Pencapaian ini bukan sekadar statistik; ini adalah sinyal validasi pasar. Dengan volume pengguna sebesar itu, Threads tidak lagi bisa dianggap sebagai eksperimen sampingan atau sekadar aplikasi pelengkap Instagram.
Pertumbuhan ini terbilang fenomenal jika melihat sejarah singkat aplikasi tersebut. Ketika basis pengguna sudah mencapai ratusan juta, tekanan dari investor untuk memonetisasi aset tersebut menjadi tak terelakkan. Meta menilai bahwa ekosistem Threads sudah cukup matang dan stabil untuk diintegrasikan sepenuhnya ke dalam mesin periklanan raksasa mereka. Ini adalah langkah logis setelah melihat tren pertumbuhan pengguna yang konsisten dalam beberapa kuartal terakhir.
Bagi Meta, 400 juta pasang mata adalah inventaris iklan yang terlalu berharga untuk dibiarkan kosong. Skala ini memungkinkan pengiklan untuk menjangkau audiens yang beragam, mulai dari komunitas teknologi, gaya hidup, hingga diskusi politik ringan yang sering terjadi di platform tersebut. Integrasi ini juga membuktikan bahwa Meta semakin percaya diri untuk menantang dominasi para pesaingnya, terutama setelah kabar bahwa Threads Salip X dalam beberapa metrik penggunaan mobile mulai bermunculan.
Ekspansi Global: Bukan Lagi Sekadar Uji Coba
Pada hari Rabu lalu, perusahaan secara resmi mengumumkan bahwa iklan di Threads akan diperluas secara global ke seluruh pengguna. Ini adalah perubahan signifikan dari strategi sebelumnya. Jika Anda ingat, awal tahun lalu Meta sempat melakukan tes terbatas di 30 negara. Fase tersebut rupanya merupakan “pemanasan” untuk memastikan infrastruktur iklan mereka siap menangani beban trafik global.
Langkah ini menyusul serangkaian peluncuran resmi fitur monetisasi yang dilakukan secara bertahap. Meta tampaknya telah mempelajari data dari uji coba tersebut—bagaimana respon pengguna, seberapa efektif konversi iklannya, dan dampak terhadap retensi pengguna—sebelum akhirnya menekan tombol “Go” untuk seluruh dunia. Artinya, di mana pun Anda berada, selama Anda menggunakan Threads, iklan akan segera menjadi bagian dari pemandangan sehari-hari di linimasa Anda.
Baca Juga:
Kecerdasan Buatan di Balik Iklan Anda
Salah satu poin paling krusial dari pengumuman ini adalah teknologi yang menggerakkan iklan-iklan tersebut. Meta menegaskan bahwa iklan di Threads didukung oleh sistem periklanan bertenaga AI milik mereka. Apa artinya bagi Anda? Ini berarti tingkat personalisasi yang Anda temui di Facebook dan Instagram akan diterapkan “plek-ketiplek” di Threads.
Sistem ini menggunakan pelacakan dan pembuatan profil (profiling) yang canggih untuk menyuguhkan konten promosi yang dianggap relevan dengan minat Anda. Jadi, jangan kaget jika barang yang baru saja Anda cari di e-commerce atau akun Instagram yang baru Anda ikuti tiba-tiba memicu munculnya iklan serupa di feed Threads Anda. Meta menjanjikan “tingkat personalisasi yang sama”, yang dalam bahasa awam berarti kemampuan targeting yang sangat presisi—dan bagi sebagian orang, mungkin sedikit menakutkan.
Penggunaan AI ini juga bertujuan untuk memaksimalkan engagement terhadap iklan. Meta tidak ingin menaruh sembarang banner yang mengganggu; mereka ingin menyisipkan iklan yang terasa natural sehingga Anda mungkin tidak sadar bahwa itu adalah promosi berbayar sampai Anda melihat label “Sponsored”.
Format Iklan yang “Native”
Berbicara soal tampilan, Meta tidak main-main dalam mendesain format iklan di Threads. Mereka akan menghadirkan format gambar, video, dan carousel yang akan muncul secara native di dalam feed. Istilah “native” di sini berarti iklan tersebut akan memiliki tampilan dan nuansa yang sama persis dengan postingan organik dari pengguna lain.
Format carousel, misalnya, memungkinkan pengiklan menampilkan deretan produk yang bisa digeser, mirip dengan utas (thread) foto yang biasa dibuat pengguna. Sementara itu, kehadiran iklan video diprediksi akan menjadi format yang paling dominan, mengingat tingginya konsumsi konten video vertikal saat ini. Strategi ini jelas: membuat iklan tidak terlihat seperti gangguan, melainkan bagian dari konten yang Anda konsumsi.
Strategi Rollout: Perlahan tapi Pasti
Meski pengumuman ini terdengar drastis, Meta menerapkan strategi yang cukup cerdik untuk meminimalisir gejolak penolakan dari pengguna. Perusahaan menyatakan bahwa ekspansi iklan ini akan dimulai minggu depan, namun peluncuran penuhnya akan memakan waktu berbulan-bulan.
Dalam postingan blog resminya, Meta menulis, “Ekspansi iklan di Threads ke semua pengguna akan dilakukan secara bertahap, dengan pengiriman iklan yang awalnya tetap rendah seiring kami mencapai ketersediaan pengguna global dalam beberapa bulan mendatang.”
Kalimat ini menyiratkan pendekatan “merebus katak”. Awalnya, Anda mungkin hanya akan melihat satu atau dua iklan dalam sesi scrolling yang panjang. Frekuensinya akan sangat rendah sehingga hampir tidak terasa. Namun, seiring berjalannya waktu dan pengguna mulai terbiasa, frekuensi tersebut akan ditingkatkan secara perlahan hingga mencapai tingkat saturasi yang diinginkan Meta. Ini adalah taktik psikologis untuk mencegah pengguna “kaget” dan meninggalkan platform secara massal.
Bagi Anda yang sudah lama memprediksi bahwa hari ini akan datang, tanda-tandanya memang sudah terlihat jelas. Berbagai laporan sebelumnya sudah mengisyaratkan untuk siap-siap menghadapi era baru ini. Kini, dengan 400 juta pengguna di tangan, Meta siap mengubah Threads menjadi mesin pencetak uang berikutnya, melengkapi duopoli Facebook dan Instagram yang sudah lebih dulu mapan.

