Pernahkah Anda merasa heran bagaimana algoritma media sosial bisa begitu canggih menebak keinginan Anda, namun mendadak “lumpuh” ketika berhadapan dengan konten ilegal? Rasanya seperti sebuah ironi besar di era digital ini. Kita hidup di masa di mana teknologi mampu memproses miliaran data dalam hitungan detik, tetapi raksasa teknologi sekelas Meta justru dituduh tidak berdaya—atau mungkin enggan berdaya—dalam membendung arus iklan judi ilegal yang meresahkan.
Isu panas ini mencuat dalam sebuah konferensi di Barcelona, di mana Komisi Perjudian Inggris (UK Gambling Commission) melontarkan kritik tajam kepada induk perusahaan Facebook dan Instagram tersebut. Tim Miller, Direktur Eksekutif komisi tersebut, tidak menahan diri untuk menyoroti perilaku Meta yang dianggap abai terhadap iklan situs judi yang tidak berlisensi. Narasi yang dibangun bukan lagi sekadar kesalahan teknis, melainkan dugaan adanya pembiaran sistematis yang menguntungkan satu pihak namun merugikan keamanan pengguna.
Kritik ini menjadi tamparan keras bagi integritas platform media sosial terbesar di dunia tersebut. Selama ini, narasi yang sering kita dengar adalah perusahaan teknologi selalu berusaha mematuhi regulasi. Namun, pernyataan Miller membuka tabir lain: adanya indikasi bahwa Meta mungkin lebih memilih menunggu laporan masuk ketimbang melakukan pencegahan aktif. Situasi ini memicu pertanyaan besar tentang etika bisnis di balik layar kaca gawai Anda.
Reaktif, Bukan Proaktif: Sebuah Dalih Klasik?
Dalam transkrip pidatonya, Miller menyoroti pola pertahanan diri yang kerap digunakan oleh perusahaan teknologi raksasa. “Perusahaan seperti Meta akan memberi tahu Anda bahwa mereka tidak mentolerir iklan situs ilegal dan akan menghapusnya jika mereka diberitahu tentang hal itu,” ujar Miller. Sekilas, pernyataan ini terdengar bertanggung jawab. Namun, jika ditelaah lebih dalam dengan kacamata kritis, pendekatan ini justru menunjukkan kelemahan fatal dalam sistem pengawasan mereka.
Miller menegaskan bahwa pendekatan reaktif tersebut menyiratkan satu hal yang sulit dipercaya: Meta tidak tahu tentang keberadaan iklan-iklan tersebut kecuali ada yang melapor. “Itu benar-benar salah (false),” tegas Miller. Bagi perusahaan yang memiliki akses ke teknologi Meta AI tercanggih dan data pengguna yang begitu masif, klaim ketidaktahuan ini terdengar seperti lelucon yang tidak lucu. Seharusnya, deteksi dini terhadap konten yang melanggar hukum bukanlah hal yang mustahil dilakukan tanpa harus menunggu “teriakan” dari regulator atau pengguna.
Secara internal, Meta memang memiliki kebijakan tertulis bahwa situs judi harus memiliki lisensi di pasar tempat iklan mereka ditayangkan. Di atas kertas, aturan ini terlihat ketat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya celah menganga antara kebijakan tertulis dengan eksekusi nyata. Regulator menemukan bahwa mereka bisa dengan mudah melakukan pencarian dasar untuk pengiklan yang tidak terdaftar, sesuatu yang seharusnya bisa dilakukan otomatis oleh algoritma Meta.
Baca Juga:
Bukti Nyata Kegagalan Filter GamStop
Salah satu poin paling memberatkan yang diangkat oleh Miller adalah kegagalan Meta dalam menyaring operator judi yang tidak terintegrasi dengan GamStop. Bagi Anda yang belum familier, GamStop adalah platform krusial di Inggris yang membantu orang-orang memblokir diri mereka sendiri dari akses ke situs judi online. Integrasi dengan GamStop merupakan syarat mutlak bagi operator untuk mendapatkan lisensi resmi di Inggris.
Ironisnya, badan pengawas tersebut mampu melakukan pencarian sederhana dan menemukan pengiklan yang jelas-jelas tidak ada di platform GamStop. Jika pencarian manual yang sederhana saja bisa menemukan pelanggaran, mengapa sistem otomatis Meta gagal mendeteksinya? Ini bukan lagi soal kemampuan teknis, melainkan kemauan. Kegagalan ini mempermudah transaksi judi online ilegal terus mengalir, menjebak pengguna yang mungkin sedang berusaha pulih dari kecanduan judi.
Miller mengungkapkan keheranannya dengan nada sarkasme yang tajam. “Saya akan sangat terkejut jika Meta, sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, tidak mampu secara proaktif menggunakan fasilitas kata kunci (keyword) mereka sendiri untuk mencegah iklan judi ilegal,” katanya. Pernyataan ini meruntuhkan argumen teknis apa pun yang mungkin disiapkan oleh tim pembela Meta.
Keuntungan di Atas Keamanan Pengguna?
Bagian paling menohok dari pidato Miller adalah ketika ia menyentuh motif finansial di balik pembiaran ini. Ia memperingatkan bahwa sikap pasif Meta bisa menimbulkan persepsi publik yang sangat negatif. “Itu bisa meninggalkan kesan bahwa mereka cukup senang untuk menutup mata dan terus mengambil uang dari penjahat dan penipu sampai seseorang berteriak tentang hal itu,” ujar Miller.
Kalimat “mengambil uang dari penjahat” adalah tuduhan yang sangat serius. Ini menempatkan Meta bukan sebagai korban penyalahgunaan platform, melainkan sebagai penerima manfaat dari aktivitas ilegal. Dalam ekosistem digital, iklan adalah sumber pendapatan utama. Ketika iklan tersebut berasal dari entitas ilegal, dan platform membiarkannya tayang hingga ada protes, maka secara tidak langsung platform tersebut sedang menikmati aliran dana kotor.
Kritik ini juga relevan dengan bagaimana Meta mengatur konten lain. Kita tahu bahwa timeline Facebook dan Instagram bisa sangat ketat terhadap isu-isu tertentu, namun tampaknya menjadi longgar ketika uang iklan berbicara. Standar ganda inilah yang membuat regulator di Inggris—dan mungkin segera di negara lain—mulai kehilangan kesabaran.
Pentingnya Langkah Proaktif
Apa yang disampaikan oleh UK Gambling Commission ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi Meta dan raksasa teknologi lainnya. Era “minta maaf setelah ketahuan” tampaknya sudah berakhir. Regulator menuntut tindakan proaktif, bukan sekadar reaktif. Meta memiliki sumber daya, teknologi, dan kecerdasan buatan yang lebih dari cukup untuk membersihkan platform mereka dari iklan sampah ini sebelum sampai ke mata pengguna.
Bagi pengguna, ini juga menjadi pengingat untuk selalu waspada. Jangan mudah tergiur dengan iklan yang muncul di feed Anda, meskipun itu ada di platform besar. Sama seperti bahaya nonton film ilegal yang bisa menyisipkan malware, mengklik iklan judi ilegal juga membawa risiko keamanan data dan finansial yang nyata. Meta mungkin memiliki tanggung jawab besar, namun benteng pertahanan terakhir tetap ada pada kebijaksanaan jari Anda.

