Resmi! OpenAI Konfirmasi Bakal Tampilkan Iklan di ChatGPT Versi Gratis

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id – OpenAI akhirnya melakukan langkah yang sudah diprediksi banyak pihak sejak lama: membawa iklan ke dalam ekosistem ChatGPT. Setelah berminggu-minggu spekulasi dan frustrasi pengguna akibat munculnya “saran” yang mencurigakan dalam percakapan, perusahaan besutan Sam Altman ini akhirnya buka kartu. Dalam pengumuman resminya, OpenAI mengonfirmasi rencana uji coba penayangan iklan di ChatGPT untuk pengguna di Amerika Serikat.

Langkah ini secara spesifik menargetkan pengguna pada tingkat gratis (Free tier) dan Go. Namun, bagi Anda yang berlangganan layanan berbayar, ada kabar baik. OpenAI menjanjikan bahwa tingkatan berbayar seperti ChatGPT Pro, Business, dan Enterprise akan tetap bebas dari gangguan iklan. Keputusan ini dinilai sebagai strategi monetisasi yang tak terelakkan demi menjaga keberlangsungan operasional layanan kecerdasan buatan tersebut.

OpenAI menegaskan bahwa langkah ini bukanlah pengkhianatan terhadap kepercayaan pengguna, melainkan sebuah “tukar guling” atau trade-off yang diperlukan. Perusahaan memposisikan iklan sebagai cara untuk memperluas akses kecerdasan buatan kepada masyarakat luas tanpa memaksa semua orang untuk membayar biaya berlangganan bulanan.

Iklan Sebagai Konsekuensi Akses Gratis

Dalam postingan blog resminya, OpenAI menjelaskan filosofi di balik keputusan ini. “Seiring ChatGPT menjadi lebih mampu dan digunakan secara luas, kami mencari cara untuk terus menawarkan lebih banyak kecerdasan kepada semua orang,” tulis perusahaan tersebut. Narasi ini membingkai kehadiran iklan sebagai solusi subsidi silang agar teknologi canggih mereka tetap bisa diakses secara cuma-cuma.

Namun, OpenAI sadar betul bahwa isu privasi dan integritas jawaban adalah hal sensitif. Mereka menekankan adanya garis tegas antara jawaban yang dihasilkan AI dan konten promosi. Pengguna diminta untuk tetap percaya bahwa respons ChatGPT didorong oleh apa yang “secara objektif berguna, tidak pernah oleh iklan.” Selain itu, perusahaan menjamin bahwa isi percakapan pengguna tidak akan dibagikan atau dijual kepada pengiklan.

Jaminan ini muncul setelah beberapa bulan yang cukup berantakan bagi reputasi platform tersebut. Pada bulan Desember lalu, media sosial dibanjiri tangkapan layar dari pengguna yang bingung karena chatbot memberikan saran aplikasi, toko, atau produk yang sama sekali tidak relevan dengan Isu Target percakapan mereka.

Kala itu, OpenAI menepis tuduhan iklan terselubung dengan menyebut hal tersebut sebagai “saran” yang waktunya kurang tepat. Sayangnya, pembelaan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh komunitas, terutama ketika pengguna yang membayar USD 200 per bulan untuk ChatGPT Pro juga merasakan pengalaman yang janggal. Kini, dengan konfirmasi resmi, jelas bahwa “saran” tersebut kemungkinan besar adalah pengujian awal dari infrastruktur iklan mereka.

Format dan Aturan Main Iklan

Di balik layar, peta jalan menuju monetisasi berbasis iklan sebenarnya sudah terlihat jelas. Laporan awal bulan ini mengungkapkan bahwa OpenAI telah diam-diam menguji konsep iklan secara internal. Mereka bereksperimen dengan tata letak dan pengungkapan (disclosure) untuk menciptakan apa yang digambarkan karyawan sebagai “jenis iklan digital baru” yang tidak akan langsung mengusir pengguna.

CEO Sam Altman sendiri tidak pernah benar-benar menutup pintu terhadap ide ini. Kembali pada bulan Juni, ia menyatakan tidak “sepenuhnya menentang” iklan di ChatGPT, bahkan sempat menyebut iklan Instagram “agak keren”—sebuah kutipan yang kini terbukti menjadi sinyal kuat arah perusahaan. Saat itu, Altman menekankan bahwa jika iklan diterapkan, hal itu harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Sekarang, masa depan teoretis itu menjadi nyata. OpenAI merinci bagaimana iklan akan tampil:

  • Iklan akan diberi label yang jelas.
  • Penempatan iklan akan terpisah dari respons atau jawaban AI.
  • Awalnya, iklan hanya akan muncul ketika ada “produk atau layanan sponsor yang relevan” terkait dengan percakapan.

Selain itu, pengguna akan memiliki kendali untuk menutup (dismiss) iklan atau mematikan personalisasi sepenuhnya. OpenAI juga menerapkan batasan ketat: iklan tidak akan muncul untuk akun di bawah usia 18 tahun atau di dekat topik sensitif seperti kesehatan atau politik. Langkah ini tampaknya diambil untuk menghindari kontroversi yang kerap menimpa platform teknologi besar lainnya.

Apakah langkah ini cukup untuk menjaga ChatGPT agar tidak terasa seperti “sekadar feed media sosial lainnya”? Hal itu masih harus dibuktikan. Namun, dengan biaya operasional yang dilaporkan mencapai miliaran dolar dan tekanan kompetisi Gemini Chatbot dari Google, era chatbot bebas iklan memang tampaknya hanya bersifat sementara. Perusahaan AI kini berlomba membuktikan model bisnis yang berkelanjutan, dan iklan adalah jalan pintas paling logis.

Sebagai catatan tambahan, transparansi dan kepatuhan hukum menjadi sorotan penting. Mashable mencatat bahwa perusahaan induknya, Ziff Davis, telah mengajukan gugatan terhadap OpenAI pada bulan April terkait dugaan pelanggaran hak cipta dalam pelatihan sistem AI mereka. Di tengah tantangan hukum dan biaya tinggi, strategi iklan ini menjadi pertaruhan besar bagi masa depan OpenAI.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI