DJI Mini 5 Pro vs Mini 4 Pro: Upgrade Penting atau Sekadar Gimmick?

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Pernahkah Anda berdiri di tepi tebing yang indah atau di tengah hiruk-pikuk kota, siap menerbangkan drone, namun terbesit keraguan apakah perangkat di tangan Anda masih relevan dengan standar teknologi terkini? Bagi para kreator konten dan penggemar fotografi udara, seri DJI Mini telah lama menjadi primadona. Ukurannya yang ringkas tanpa beban regulasi berat menjadikannya teman perjalanan yang sempurna. Namun, kehadiran DJI Mini 5 Pro pada tahun 2025 membawa dilema baru yang cukup pelik bagi pengguna setia seri sebelumnya.

Peluncuran model terbaru ini seolah menantang hegemoni DJI Mini 4 Pro, yang sejak dirilis tahun 2023 telah dianggap sebagai standar emas drone kompak. Dengan Mini 4 Pro yang masih tersedia luas di pasaran dan memiliki kapabilitas yang sangat mumpuni, muncul pertanyaan besar di benak konsumen: “Haruskah saya melakukan upgrade, atau model lama masih cukup bertaji?” Ini bukan sekadar pertanyaan tentang spesifikasi di atas kertas, melainkan tentang nilai investasi yang Anda keluarkan untuk sebuah alat produksi visual.

Kedua drone ini memang menawarkan performa impresif dalam kemasan yang ramah perjalanan. Namun, ibarat membedah dua mobil sport dari generasi berbeda, detail kecillah yang seringkali menjadi penentu kemenangan. Perbedaan di antara keduanya mungkin terlihat samar bagi mata awam, namun bagi mereka yang mengejar kesempurnaan visual, disparitas tersebut cukup signifikan untuk diperiksa lebih lanjut. Mari kita bedah secara mendalam perbandingan antara kedua raksasa kecil ini.

Evolusi Desain dan Kenyamanan Pengguna

Secara visual, jika Anda meletakkan DJI Mini 5 Pro dan Mini 4 Pro berdampingan, Anda mungkin akan kesulitan membedakannya dalam sekilas pandang. Keduanya mempertahankan faktor bentuk lipat yang ikonik dengan bobot di bawah 250 gram. Angka ini bukan sekadar statistik; bobot di bawah 250 gram adalah “tiket emas” dalam dunia regulasi drone, memungkinkan pilot untuk terbang dengan lebih sedikit batasan di banyak negara dibandingkan drone yang lebih berat.

Meskipun DNA desainnya serupa, DJI menyuntikkan peningkatan praktis yang halus namun berdampak besar pada Mini 5 Pro. Salah satu fitur yang sangat diapresiasi adalah mekanisme daya otomatis. Drone ini akan menyala segera setelah lengan-lengannya dibentangkan. Ini memangkas detik-detik berharga saat Anda memburu momen matahari terbit yang cepat berlalu. Selain itu, sistem baling-baling quick-release pada model terbaru ini jauh lebih mudah ditangani dibandingkan sistem berbasis sekrup pada Mini 4 Pro. Bagi Anda yang sering bepergian dan harus bongkar-pasang peralatan dengan cepat, detail ergonomis ini membuat pengalaman terbang terasa jauh lebih mulus.

Revolusi Sensor Kamera: 1 Inci yang Menentukan

Jika ada satu alasan paling kuat untuk melirik DJI Mini 5 Pro, itu adalah sektor pencitraannya. Di sinilah letak perbedaan kasta yang sebenarnya. Model terbaru ini telah melompat ke sensor 1 inci, sebuah ukuran yang biasanya diasosiasikan dengan kamera kompak premium atau drone kelas atas yang jauh lebih besar. Sensor ini mampu menangkap foto 50MP dan video 4K hingga 120fps.

Sebagai perbandingan, Mini 4 Pro masih mengandalkan sensor 1/1.3 inci dengan kemampuan foto 48MP dan video 4K hingga 100fps. Apa artinya ini dalam penggunaan nyata? Sensor yang lebih besar pada Mini 5 Pro secara fisik mampu menangkap lebih banyak cahaya. Hasilnya adalah rentang dinamis (dynamic range) yang lebih luas, bayangan yang lebih bersih, dan noise yang jauh lebih sedikit saat kondisi minim cahaya. Bagi videografer yang sering syuting saat golden hour atau senja, keunggulan ini sangat krusial.

Tak hanya itu, Mini 5 Pro mendukung mode “med-tele” 48mm. Fitur ini memungkinkan pembingkaian yang lebih ketat (tighter framing) tanpa harus menerbangkan drone terlalu dekat dengan subjek. Ini memberikan tampilan sinematik yang lebih aman dan profesional, menghindari manuver berisiko yang mungkin diperlukan saat menggunakan lensa sudut lebar standar. Meskipun Mini 4 Pro masih menghasilkan rekaman yang sangat baik untuk media sosial, keunggulan pencitraan Mini 5 Pro akan sangat terasa ketika Anda membandingkan hasilnya di layar besar, terutama pada adegan dengan kontras tinggi.

Performa Terbang dan Keamanan Tingkat Lanjut

Stabilitas terbang adalah syarat mutlak, dan kedua drone ini memenuhi standar tersebut dengan baik. Namun, DJI Mini 5 Pro membawa teknologi penghindaran rintangan ke level yang lebih futuristik. Jika Mini 4 Pro mengandalkan sistem omnidireksional standar, penerusnya menggabungkan sensor tradisional dengan unit LiDAR yang menghadap ke depan serta deteksi inframerah yang ditingkatkan.

Penggunaan LiDAR adalah game-changer. Teknologi ini memungkinkan navigasi yang jauh lebih aman di lingkungan yang kompleks atau minim cahaya, di mana sensor optik biasa mungkin gagal mendeteksi kabel tipis atau ranting pohon. Ini memberikan ketenangan pikiran ekstra bagi pilot, terutama saat melakukan pengambilan gambar otomatis di hutan atau area perkotaan yang padat.

Dari sisi transmisi, Mini 5 Pro dibekali sistem O4+ yang telah ditingkatkan. Ini menawarkan umpan langsung (live feed) yang lebih kuat dan jangkauan yang lebih jauh dibandingkan sistem O4 standar pada Mini 4 Pro. Peningkatan ini sangat terasa ketika Anda menerbangkan drone di area dengan interferensi sinyal tinggi, menjaga koneksi tetap stabil agar Anda tidak kehilangan momen.

Berbicara soal daya tahan, baterai juga mendapat perhatian. Mini 5 Pro mampu mengudara hingga 52 menit dengan Smart Flight Battery Plus. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan 45 menit yang ditawarkan oleh Drone Mini generasi sebelumnya. Meskipun selisih beberapa menit terdengar sepele, dalam dunia fotografi udara, waktu tambahan tersebut bisa menjadi penentu antara mendapatkan shot sempurna atau harus mendarat darurat karena baterai habis.

Analisis Nilai dan Harga

Faktor ekonomi selalu menjadi pertimbangan utama. Meskipun harga peluncuran awal kedua drone ini relatif mirip, realitas pasar saat ini berbeda. Mini 4 Pro, yang telah beredar lebih lama, sering kali ditemukan dengan potongan harga atau paket bundling yang menarik. Ini menjadikannya pilihan yang sangat rasional bagi pemula atau penerbang kasual yang anggaran utamanya dialokasikan untuk perjalanan, bukan sekadar peralatan.

Jika tujuan utama Anda hanya sekadar membuat klip pendek untuk media sosial atau dokumentasi liburan keluarga, Mini 4 Pro masih memberikan performa dan kualitas gambar yang luar biasa untuk harganya. Anda tidak akan merasa kekurangan fitur esensial.

Sebaliknya, jika Anda adalah seorang profesional atau antusias yang menuntut kualitas terbaik dari sebuah drone kompak tanpa kompromi, Mini 5 Pro adalah investasi yang lebih masuk akal. Kombinasi sensor 1 inci, LiDAR, dan transmisi O4+ menjadikannya alat produksi yang serius dalam tubuh yang mungil. Ini adalah penerus sejati yang menyempurnakan segala aspek dari pendahulunya.

Pada akhirnya, pilihan ada di tangan Anda. DJI Mini 5 Pro jelas merupakan drone yang lebih baik dan lebih matang secara teknologi. Namun, bagi pengguna Mini 4 Pro saat ini, jika Anda tidak memerlukan fitur profesional spesifik seperti sensor besar untuk kondisi minim cahaya atau navigasi LiDAR, bertahan dengan model lama bukanlah keputusan yang buruk. Keduanya tetap menjadi raja di langit dalam kategori drone ultra-ringan.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI