Telset.id – Kabar terbaru datang dari lini flagship masa depan Samsung. Sebuah perangkat yang diduga kuat sebagai Samsung Galaxy S26 Ultra baru saja menampakkan diri di situs benchmark populer, Geekbench. Kemunculan ini tidak hanya mengonfirmasi keberadaan perangkat tersebut, tetapi juga memberikan gambaran awal mengenai performa dapur pacu yang akan diusungnya, yakni chipset Qualcomm generasi terbaru.
Berdasarkan laporan yang beredar, perangkat dengan nomor model SM-S948U ini teridentifikasi menggunakan chipset yang disebut sebagai Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 (atau disebut sebagai edisi “Supreme” dalam beberapa terjemahan). Meskipun peluncurannya diprediksi masih cukup lama, yakni awal tahun 2026, bocoran skor benchmark ini memberikan sinyal bahwa Samsung sedang dalam tahap pengujian intensif untuk memastikan performa perangkat andalannya.
Namun, ada satu detail spesifikasi yang memancing alis terangkat, terutama bagi para penggemar teknologi yang mengharapkan spesifikasi “rata kanan” di kelas Ultra. Kapasitas memori yang tertera dalam pengujian tersebut dinilai cukup konservatif untuk standar flagship dua tahun mendatang.
Skor Geekbench dan Potensi Performa
Dalam pengujian menggunakan Geekbench versi 6.5.0, Samsung Galaxy S26 Ultra (SM-S948U) berhasil mencatatkan angka yang cukup fantastis. Untuk pengujian single-core, perangkat ini meraih skor 3.466 poin. Sementara itu, pada pengujian multi-core, angkanya melesat hingga 11.035 poin. Angka ini jelas menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, menegaskan dominasi Qualcomm dalam meracik silikon berkinerja tinggi.
Menariknya, data dari Geekbench mengungkap detail arsitektur CPU yang digunakan. Chipset ini tampaknya menggunakan konfigurasi octa-core dengan pembagian klaster yang agresif. Terdapat dua inti performa (performance cores) dan enam inti efisiensi (efficiency cores). Hal ini sedikit berbeda dengan beberapa rumor chipset gahar sebelumnya yang memprediksi konfigurasi berbeda.
Data teknis menunjukkan bahwa dua inti performa pada unit pengujian ini berjalan pada frekuensi 4.20GHz. Angka ini sebenarnya masih di bawah standar frekuensi default yang seharusnya mencapai 4.61GHz. Sementara itu, enam inti efisiensi beroperasi pada kecepatan 3.63GHz. Fakta bahwa clockspeed inti performa “ditahan” mengindikasikan bahwa perangkat yang diuji belum berjalan pada potensi maksimalnya.
Baca Juga:
Sangat wajar jika diasumsikan bahwa unit yang muncul di Geekbench ini adalah sampel rekayasa (engineering sample). Samsung kemungkinan besar masih melakukan pengujian stabilitas termal atau efisiensi daya, sehingga membatasi frekuensi CPU agar tidak overheat. Jika nanti versi final dirilis dengan frekuensi penuh 4.61GHz, kita bisa berharap skor benchmark yang jauh lebih tinggi lagi, baik di sektor single-core maupun multi-core.
Sorotan Tajam pada Kapasitas RAM
Di balik angka performa yang mengesankan, terdapat satu spesifikasi yang menjadi sorotan kritis: RAM. Unit SM-S948U yang diuji tercatat hanya membawa memori sebesar 12GB. Untuk sebuah smartphone yang akan dirilis pada tahun 2026 dan menyandang gelar “Ultra”, kapasitas 12GB terasa sangat konservatif, jika tidak ingin disebut pelit.
Sebagai perbandingan, standar flagship Android saat ini saja sudah mulai bergerak ke arah 16GB bahkan 24GB untuk varian tertinggi. Mengingat kebutuhan kecerdasan buatan (AI) on-device yang semakin rakus memori, keputusan Samsung untuk masih menguji varian 12GB menimbulkan pertanyaan. Apakah ini hanya varian dasar? Atau Samsung masih enggan menaikkan standar minimum RAM mereka?
Hingga saat ini, belum ada jejak varian dengan RAM 16GB atau lebih tinggi di database Geekbench untuk model ini. Namun, mengingat sejarah Samsung yang kerap menawarkan beberapa opsi konfigurasi, masih ada harapan bahwa versi ritel nantinya akan menawarkan opsi memori yang lebih lega. Optimalisasi perangkat lunak memang penting, tetapi “raw power” dari besaran RAM fisik tidak bisa dibohongi, terutama untuk multitasking berat dan fitur AI masa depan.
Selain performa mesin, rumor lain menyebutkan bahwa perangkat ini mungkin akan mempertahankan beberapa elemen desain ikonik, termasuk slot S Pen stylus yang menjadi ciri khas seri Ultra. Pengguna tentu berharap Samsung tidak hanya fokus pada kecepatan prosesor, tetapi juga pada efisiensi daya dan manajemen suhu yang lebih baik.
Kita perlu menunggu lebih banyak bocoran mendekati tanggal peluncuran untuk melihat apakah Samsung akan melakukan “tuning” lebih lanjut pada software dan hardware Galaxy S26 Ultra. Yang pasti, jika limitasi frekuensi CPU dibuka, potensi monster performa dari Snapdragon 8 Gen 5 ini akan sangat mengerikan.

